Rantai Cinta

Rantai Cinta
Hendri mulai bergerak.


__ADS_3

"Jadi bagaimana dengan Solo? katanya ada berita bagus?" tanya Danur sambil duduk dipinggiran tempat tidur memeluk Arini.


Arini memutar tubuhnya dan duduk bersila menghadap keDanur.


"Jadi, kita kemarin itu ternyata mengantarkan mamanya Tasya kemakam mantan kekasihnya ibu Junita, mamanya Tasya"


"Sebentar..coba diulang lagi..aku ga ngerti" kata Danur bingung.


"Hmm..gini, aku kasih latar belakang dulu.."


Arini mulai menceritakan perihal drama yang pernah ternjadi dikeluarga pak Murjono..dan mamanya Tasya berpesan bahwa sebelum ajal tiba sebaiknya mereka membersihkan segala dosa mereka. Pak Mur diminta oleh bu Junita untuk memutuskan hubungan dengan mba Nani kekasihnya..dan bu Junita mamanya Tasya minta untuk dibawa kemakam mantan kekasihnya.


"OOo.. sekarang aku ngerti, sebabnya mba Nani seketarisnya pak Mur itu mengundurkan diri bukan karena sakit tapi ia diputusin cintanya dan dengan demikian iapun minta untuk mengundurkan diri..Wow! gitu ya? Terus...?"


"Oh mba Nani resigned?"


"Yup..hari ini aku melihat ada seketaris baru yang menggantikannya..tapi yang ini orangnya sederhana tidak seperti mba Nani"


"Ya iyalah..masa mau dapetin yang sexy lagi hehe..Nah, waktu kita mengunjungi makam itu cukup sedih juga.."


"Kenapa sayang? kenapa sedih?"


"Jadi..makam itu seperti ga terurus..banyak rumput yang tinggi dan nisannya terlihat agak pecah sedikit..Disini pak Mur bijaksana..ia memberikan wang kepada penjaga malam agar makam itu dibersihkan dan batu nisannya diperbaiki.."


"Pak Mur sebetulnya orangnya memang sangat baik.."


"Tapi..masih ada lagi, semoga tidak ada ya..aku ko melihat bu Junita melemah ya, bahkan setelah kita meninggalkan area makam ia nampak sangat lesu..aku doakan semoga ibu sehat kembali, kasian mas"


"Insya Allah doamu didengar sama yang diatas..oya ada berita sangat bagus sayang"


"Apa mas?"


"Mulai senin ini aku dikembalikan keJakarta..berarti aku pindah kesini..dan posisiku sekarang juga naik..aku mulai senin akan menjadi kepala operasional seluruh Indonesia"


"Ya Allah! Alhamdulillah! keren banget mas! Congrats ya..kita musti rayakan sepertinya mas"


"Senin ini abis kerja kita undang Tasya dan temanmu Dedi..aku mau traktir kalian!"


"Yay! Boleh mas, besok pagi kita kontak mereka..kenapa ga besok aja mas daripada senin..soalnya senin biasanya aku sibuk banget pasti capek mas"


"Ya boleh oke..itu lebih bagus!"


...○○○○○...


Keesokan harinya..


"Tasya! Hai..sudah bisa istirahat?" tanya Arini ditelepon.


"Ya lumayan sih aku dapet bobo..kamu sudah ketemuan sama Danur?"

__ADS_1


"Sudah..hehe kasian dia kemarin keujanan waktu kesini basah kuyup..Tasya, sukur Alhamdulillah mas Danur dapet promosi..dia senin ini akan menjadi kepala operasionil seluruh Indonesia..terus katanya ngundang kamu dan mas Dedi makan malam..apa bisa datang?"


"Wow Alhamdulillah..papa blom cerita ke aku tentang itu, sukurlah..makan malam ya, aku sih oke aja. Bentar lagi aku call Dedi ya"


"Ya aku dicall ya jalau sudah pasti..mama gimana kondisinya?"


"Tadi sih oke ya..tapi gitu deh mama banyak diam sekarang ga kaya dulu"


"Tas..menurut mas Danur, mba Nani sudah ga kerja dikantor bapak lagi..Dia taunya, pas lagi mau ambil sesuatu dikantor bapak ternyata yang duduk jadi seketaris sudah beda orang"


"Oh ya? wah satu kejutan..ternyata apa yang mama inginkan terjadi"


"Ya nanti kita cerita banyak deh tentang itu..oke tolong cek sama Dedi ya"


"Siap sayang..sampe nanti bye.."


...○○○○○...


"Papa, kapan kita akan kekantor Maha Karya?"


"Senin ini kita kesana..kira kira jam 9 pagi sebelum dia pergi meeting kemana mana, kamu persiapkan agar temanmu juga siap disana"


"Oh gampang itu papa..nanti aku call dia"


"Kalau pak Mur sudah bertekuk lutut dan kita berhasil masuk kamu kasih hadiah lagi kegadis itu..dia sudah berjasa untuk kita"


"Oh siap papa..pasti dia senang"


"Oke beres"


Tidak lama Hendri dengan tersenyum bangga mengontak Lola.


"Halo Lola! apa kabarnya sicantik!" ucap Hendri.


"Hai.." jawab Lola dengan ogah ogahan.


"Eh kenapa kamu ko lemes gitu? Semangat dong say!"


"Hmm..lagi ga enak badan..sorry"


"Oh oke..eh kita hari senin ini mau kekantor pak Mur"


"Oh ya..mau ngapain Hendri?"


"Jadi gini..perusahaan kita mau mengambil alih perusahaan pak Mur..atau paling tidak kerja sama, joint ventures gitu lah"


"Hmm gitu ya"


"Nanti kalau kita sudah menyatu..kamu mau aku angkat jadi seketaris papaku..kamu mau? gajinya pasti lebih besar dari sekarang"

__ADS_1


Pemberitahuan itu kini diacuhkan Lola..mungkin kemarin kemarin ia semangat tapi kini ia tidak ingin lagi..bahkan Lola merasa telah ditipu oleh Hendri hanya demi untuk menjatuhkan pak Mur.


Dan hari ini dia baru dikasih tau oleh atasannya bahwa Nani sudah tidak bekerja lagi. Lola sedih..semuanya gara gara dirinya.


"Ah ga mau ah..terima kasih, aku disini aja"


"Loh ko aneh kamu ini? Ada apa sih ko tiba tiba berubah ga seperti dulu lagi"


"Hmm ga tau deh..pokonya aku ga mau pindah kemana mana"


"Oke..nanti kalo kita sudah menguasai tempat itu, kalau kamu ga mau pindah ya terpaksa kita keluarkan dari situ"


Lola diam saja, belom juga kejadian..udah pake ngancem ngancem segala..aahh males deh gue sama ni orang.


"Ya udah terserah saja..oke sorry aku lagi sibuk banget..sampe lain waktu ya sorry"


"Hehe..oke oke"


Ahirnya pembicaraan itu dimatikan..Aku salah besar, itu pikiran Lola..ia merasa bersalah menceritakan rahasia besar dan oleh karena ceritanya mba Nani sekarang keluar dari perusahaan itu..ada apa dengan mba Nani?


Lola berinisiatip menghubungi Nani.


"Halo mba..apa kabar?"


"Hei..ya baik saja ada apa?"


"Oh ga..aku kaget aja baru dikasih tau bahwa mba Nani sudah mengundurkan diri..apa karena diriku?"


"Ya aku sudah keluar dari sana..Tidak, bukan karena kamu..jadi,ada satu hal yang aku sudah tidak kuat lagi..oleh karenanya aku mengundurkan diri"


"Yakin bukan karena ulahku?"


"100% bukan.."


"Soalnya barusan aku dapet call dari Hendri..dia bilang sebentar lagi perusahaannya akan mengambil alih Maha Karya..dan dia juga minta aku jadi seketaris bapaknya..Aku langsung bilang ga mau. Dia kaya yang kurang seneng"


"Hehe..itulah mereka..kan rahasianya sudah kamu serahkan..sekarang mereka mau black mail Maha Karya dengan itu..tapi sayang, mungkin tidak akan berhasil..soalnya kunci permasalahan sudah ga ada disitu lagi"


"Oo..ya betul mba, aku sangat menyesal sudah terima sogokan tas ini"


"Makanya lain kali kalau mau main sama cowo liat dulu apa maunya jangan asal kamu ikut aja.."


"Rasa rasanya aku mau buang tas ini..sebel aku!"


"Aah ga usah..justru tas itu menjadi ingatan bagi kamu..lain kali biar lebih ati ati lagi"


"Oke mba maafin aku sudah gangguin mba Nani..apapun juga sukses ya mba"


"Oke Lola..sampai next time bye.."

__ADS_1


Nani tertegun sejenak setelah pembicaraan itu..ia tersenyum sendiri mendengar Hendri dan bapaknya ingin menjelekkan pak Mur padahal ia sebagai kunci permasalahan sudah tidak disana..


...■■■■■...


__ADS_2