
Setelah tiket pesawat ia dapatkan langsung Danur mengontak Tasya menceritakan apa yang terjadi dan malam ini juga rencananya Danur dan Arini akan langsung berangkat kebandara udara menuju Jogjakarta.
"Ya ampun! mana Arini? Coba, Aku mau bicara sebentar" Kata Tasya ditengah keramaian tempat Cafe.
"Arini! sabar ya sayang, semoga tidak ada apa apa diJogja, Tasya doakan yang terbaik. Jangan takut ada Danur disampingmu ia akan menjagamu"
"Terima kasih Tasya, maaf aku ga pulang kerumah..aku dan Danur langsung keJogja malam ini. Titip salam ke bapak dan ibu bilang terima kasih atas segala bantuan dan kebaikannya..Aku nitip pakaianku dirumah Tasya boleh ya?"
"Baik Arini..Tasya mau kontak papa juga, ati ati ya sayang..mengenai pakaian tenang saja aku simpen baik baik"
Setelah pembicaraan itu Tasya langsung menghubungi papanya.
"Halo papa..sudah dengar berita dari Danur?"
"Belom..tapi pak Rekso sudah kontak papa..kita sekarang sedang menunggu berita dari Jogja sana"
"Danur mengantarkan Arini keJogja malam ini katanya"
"Baik tidak apa apa, kasian anak itu..semoga tidak terjadi apa apa..Loh ini ada telepon masuk dari Danur..nanti papa sambung kekamu lagi..bye sayang"
Pak Mur langsung mematikan pembicaraan dengan Tasya dan mengambil alih pembicaraan ke Danur.
"Halo pak Mur, maaf malam malam diganggu..apakah bapak sudah terima berita buruk dari ayah saya?" kata Danur.
"Halo Danur..iya sudah tadi ayahmu sudah langsung kontak, kamu katanya akan berangkat malam ini kesana?"
"Iya pak, mohon ijinnya..saya akan antar Arini dan mungkin bermalam disana"
"Oke Danur..kamu urus masalah keluarga Arini sampai tuntas, bapak dikabari terus perkembangannya..mengenai kantor Bogor semuanya aman?"
"Terima kasih bapak..saya akan menghubungi mba Ros kepala keuangan kita disana untuk sementara mengambil alih kendali administrasi sampai saya kembali lagi"
"Baik..bagus, serahkan ke Rosmala dulu semuanya..katakan jangan teken deal deal dulu, tugas dia hanya admin saja. Semua urusan pembelian dan pembayaran keperluan kantor ditunda sampai kamu kembali"
"Siap pak..saya mohon pamit sekarang"
"Baik Danur..kirim info ya"
"Baik pak segera saya kabarkan lagi..selamat malam"
"Oke, kita punya waktu 2 setengah jam..Mobil akan aku parkir disini aku mau nitip ke manager Cafe sampai aku balik lagi" ucap Danur.
"Grab sudah kamu order Danur?"
"Sudah dan tiket pesawat sudah masuk lewat email..bentar kamu duduk dulu aku mau kemanager cafe"
__ADS_1
...○○○○○...
Malam itu pak Rekso mendapat kabar bahwa korban kecelakaan sudah tiba dirumah sakit Islam Indonesia. Ada 3 jenazah yang tiba dan ketiganya laki laki.
Ia langsung berangkat dengan kendaraannya mengecek jenazah jenazah itu. Kebetulan hujan sudah berhenti, meskipun demikian ia tetap waspada karenanya jalanan masih basah dan banyak genangan air dimana mana.
Lewat setengah jam kemudian ia sudah tiba di rumah sakit dan langsung menuju kearah ruang instalasi gawat darurat.
"Selamat malam bapak, saya datang untuk melihat korban kecelakaan yang baru saja terjadi di jalan raya Jogja Solo" ucap pak Rekso kepada petugas jaga.
"Oh njjih bapak, sebentar saya check dikomputer"
"Terima kasih..mohon nama namanya njjih pak" ucap pak Rekso kepada petugas jaga.
"Baik..sebentar, oke pak..yang baru saja tiba 20 menit lalu dan ini sesuai bukti KTP yang ditemukan, adalah atas nama bapak Sudarmadi Ranujoyo, Joko Suleiman dan satu lagi Hendri Pamungkas"
Dheg..jantung pak Rekso serasa berhenti..bibirnya langsung mengering. Ya Allah ya gusti sahabatku telah meninggal dunia..
"Bagaimana pak? Apakah itu yang bapak cari?" tanya petugas jaga.
Pak Rekso kembali sadar dari kekosongan pikirannya.
"Iya betul..dimana bisa saya lihat jenazahnya?" terdengar suara pak Rekso bergetar.
"Bapak masuk dari pintu barat dan lurus saja, nanti akan ketemu dengan 2 petugas jaga"
Kepala pak Rekso serasa berputar putar, ia tidak kuasa melanjutkan perjalanan. Tubuhnya menjadi lemas.
"Bapak perlu bantuan saya?" tanya petugas itu.
"Tidak apa apa terima kasih..saya ta duduk dikursi sebentar.
Pak Rekso menarik ponsel dan kontak ke temannya, pak Murjono Ali.
"Mas..aku dirumah sakit Islam Klaten sekarang"
"Oh njjih gimana mas?"
"Menurut petugas ada beberapa jenazah yang sudah tiba disini dan salah satunya sahabat kita, ya Allah..Sudarmadi"
"Ya Allah..Innalilaihi..kalo gitu saya akan tunda meeting besok pagi dan langsung terbang kesana bersama istri dan Tasya"
"Njjih kasian Arini..dia akan sebatang kara..malam ini Danur dan Arini datang saya akan jemput dibandara. Kita akan bawa jenazah malam ini kerumahnya dan menurutku besok pagi pagi kita kebumikan dipemakaman keluarga saja" ucap pak Rekso.
"Baik mas..tunggu kami nggeh sampai kami datang,.ya Allah"
__ADS_1
Setelah 1 menit pak Rekso diam, ahirnya ia berdiri dan berjalan kearah pintu masuk disebelah barat.
...○○○○○...
Beberapa pertanyaan diajukan petugas penjaga kamar jenazah dan ternyata tubuh Sudarmadi sahabatnya belom kembali, saat itu rupanya sedang dibersihkan dan langsung dimandikan.
"Bapak mohon tunggu dikursi dulu njjih, paling lama 20 menit akan kembali kesini"
Pak Rekso berjalan kearah kursi panjang dihadapan petugas jaga. Ia melirik kearah jamnya, masih 1 jam lagi sampai pesawat Danur mendarat.
Kurang lebih 20 menit kemudian ia dipanggil petugas bahwa jenazah sudah tiba dan dipersilahkan pak Rekso masuk keruang penerimaan jenazah.
Ia masuk keruang itu dengan langkah gontai, diatas sebuah tempat tidur yang terbuat dari besi a melihat sahabatnya terbujur kaku dan telah ditutupi kain kafan hanya wajahnya saja yang terlihat.
Tanpa ia sadari air mata mengalir dipipinya. Ia jadi teringat waktu masa kecil dulu. Ia dan Darmadi adalah 2 sahabat karib, mereka telah bersahabat sebelum berkenalan dengan Murjono Ali. Darmadi adalah sosok anak kecil pemberani dan tidak takut siapapun juga.
"Rekso..kalau aku punya anak perempuan kamu punya anak laki kita jodohkan ya.."
"Lha kalo anakku perempuan dan anakmu perempuan juga piye?"
"Mereka kita didik menjadi orang orang yang sukses dan meneruskan persahabatan kita"
"Oh ngono yo..sing penting dapet pacar dulu tho..gimana mau punya anak kalo belom pacaran yeee haha!"
"Lha iya tho Rekso! masa mau kawin sama hantu! Haaaaa takut ga?!!"
"Alah hantu kaya kamu aku ra takut! ayo kejar aku!!"
Kedua anak kecil itu berlarian sambil tertawa tawa.
Guyonan guyonan waktu mereka kecil dulu masih teringat dibenak Rekso.
Ia terus berjalan mendekat dan mendekat. Ia berdiri disamping tubuh yang kaku itu. Rekso menyentuhkan tangannya ketangan kanan Darmadi. Terasa dingin, ia melihat 2 kukunya berwarna hitam, apakah itu gumpalan darah yang mengering? Ko tidak rapih pemandiannya?
"Dar..Istirahat sing tenang yo..Seperti yang sampeyan ngomong dulu, Arini akan aku jodohkan ke Danur..mereka keliatannya cocok sekali..Yo wes, aku bawa pulang kerumah yo"
Rekso berbalik arah dan mendekati petugas diluar ruangan.
"Pak, saya liat ada kotoran dikuku kanan..apa tidak bisa dibersihkan?"
"Oh njjih..maaf itu bukan kotoran pak..tapi memang luka yang dalam..kalo masalah mandi sudah kami bersihkan sesuai peraturan Islam pak"
"Oh luka njjih..ya kalau begitu saya akan titip jenazah disini dulu sambil menunggu putrinya yang akan tiba 1 jam lagi dari Jakarta..Sebab dia yang kebih berhak dari saya"
"Monggo pak, Saya akan buat laporan bahwa jenazah dititipkan sampai keluarga datang"
__ADS_1
Pak Rekso mengecek jamnya, 20 menit lagi Danur akan mendarat"
...■■■■■...