Rasa Yang Tawar

Rasa Yang Tawar
rasa yang tawar 10


__ADS_3

10


Angkot berhenti tepat di depan gang rumah Rara. Sehabis menyelesaikan masalah Eko tadi Rara cs bergegas pulang, karna sudah kelaparan. Sementara Donny berjanji akan membantu Eko kedepannya. awalnya di tentang oleh Eko karna terlalu berlebihan tapi setelah di beri pengertian oleh Donny jika tak mau berhutang maka Eko akan membantu Donny di kebun saat libur sekolah. Yang akhirnya disetujui oleh mereka.


Berjalan kurang lebih 100 meter menuju rumah Rara, dengan jalan yang telah di semenisasi juga tembok tinggi workshop di sisi kanan kirinya. Jalan itu pribadi milik Rara karna hanya ada rumah Rara di sana.


Sampai di ujung jalan, Rara membuka pagar stenlist menuju garasi yang terdapat sebuah mobil Ayla, motor Jupiter MX 150 kesayangan Rara. Juga terdapat sebuah motor metik beat milik mama Rara. Dan sebuah lagi Jupiter biasa namun sedang di pakai sekolah oleh Wisnu, adik pertama Rara.


Melewati garasi, mereka berjalan menuju jembatan kecil ukuran 1,5meter dengan panjang 30meter di mana di bawahnya terdapat kolam ikan yang berisi ikan nila, ikan mas, dan ikan gurami. Di sisi kanan kirinya terdapat gazebo tempat beristirahat di atas kolam. Jangan lupa bunga teratai yang tumbuh subur di dalam kolam kolam ikan tersebut.


Amy, Hilda dan Pipit bergegas membuka sepatu dan tas mereka lalu berlari ke sisi kolam untuk memetik daun singkong yang subur subur karna selalu di pangkas, memetik jeruk limau yang kecut untuk di campurkan dengan sambal.


Sedangkan Rara, menuju keramba ikan dan membersihkan 2 ekor ikan nila yang sengaja di letakkan pada keramba. Ikan ikan tersebut di dapat dari memancing di kolam, bila dapat Wisnu dan Dika akan meletakkannya di keramba agar saat mereka ingin memakannya, tinggal membersihkan saja.


Selesai membersihkan ikan, Rara masuk kedalam rumah dan mulai menggorengnya sambil merebus air untuk memasak daun singkong. Dan ternyata bukan hanya daun singkong yang mereka ambil, ada terong ungu yang akan di goreng, daun pepaya dan bunganya.


Setelah bergantian sholat Zuhur, makanan telah siap dan mereka bergegas menyantapnya dengan duduk lesehan di teras samping mengarah ada kolam ikan. Kediaman Rara di juluki villa istimewa oleh mereka.


"Asiknya...." Seru mama Rara dari dalam


"Eeh Tante, makan tant...rame rame bareng anak anak gadis, hahaha...." Sapa Hilda


"Makan mam..." Ajak Rara sambil memberikan piring pada mamanya.

__ADS_1


"Mama udah makan tadi, kalian aja. Ra....mama mau ke tempat bude ya" kata mama Rara


"Ngapain mam tempat bude??" Tanya Rara


"Ini Kamis, besok Jumat....budemu kena selawatan besok, jadi mama mau bantu bantu" jawab mama Rara


"Ooh, oke deh....hati hati" ucap Rara


"Iya,kalian makan yang kenyang ya..."ucap mama Rara


"Siap tant..." Sahut Amy


"Di bungkus boleh tant??" Canda Hilda


Tak lama,


"Waahhh....kebetulan lagi laper" Dika adik kedua Rara datang langsung duduk dan menarik piring yang tadi akan di berikan pada mamanya.


"Cucu tangan dulu...." Sambil memukul tangan Dika yang akan menyendok nasi.


"Laper kak..." Jawab Dika sambil berdiri mencuci tangan di wastafel dapur.


⚡⚡⚡⚡⚡

__ADS_1


"Kita tunggu 5 menit, setelah itu mereka akan mengambil boneka masing masing lalu berjalan ke gazebo di tengah kolam, dan tak lama mereka akan teparrr....." Ucap Dika sambil memperhatikan tingkah kakak dan para sahabatnya yang sudah hapal di luar kepala kebiasaan mereka. Dan 10 menit kemudian Rara cs telah tertidur nyenyak dengan angin sepoi sepoi membelai mereka.


jam 4 sore mereka terbangun, setelah mencuci muka dan bergantian sholat ashar, Rara mengantar para sahabat dengan Ayla kesayangannya.


mobil Rara berhenti di pinggir jalan. Amy dan Hilda turun dengan menenteng baperware berisi ikan nila yang telah di bersihkan oleh Rara, karna Hilda maupun Amy tidak bisa membersihkan ikan, payah bukan.... suka makan tapi gak bisa membersihkan, gerutu Rara yang di balas tawa dari sahabatnya.


"tanteee....gak mampir ya" teriak Rara dan Pipit dari dalam mobil, saat melihat ibu Hilda di depan rumah sambil mengabsen para bunga-bunganya.


"heeehhh, kenapa??" teriak ibu Hilda tak kalah nyaring


"udah sore, daaaaa..... pulang ommm" sambil menyapa ayah Hilda yang sedang duduk manis di teras rumah.


"apa itu hil??" tanya ibu Hilda melihat wadah yang di pegangnya.


"ikan nila dari Rara..."jawab Amy


"wahh entah itu, cepat goreng hil, bapak mau makan" kata ayah Hilda senang mendengar ikan nila di sebut.


"mama yang goreng aahh, ini udah di bumbuin juga kok. aku capek tadi bersihin" jawab Hilda


"alah...bohong, paling Rara yang bersihin, tampangmu kok mau bersihin ikan nila" sahut ibu Hilda yang di jawab lelehan dari ayah Hilda dan Amy.


"keliatan ya...." ucap Hilda polos dan berakhir dengan tawa mereka.

__ADS_1


__ADS_2