Rasa Yang Tawar

Rasa Yang Tawar
Rasa yang Tawar 23


__ADS_3

23


Apakah Hendy pernah jatuh cinta?? Atau jatuh hati pada seorang gadis? Jawabnya belum pernah. Kenapa? Karna belum ada yang mampu membuat Hendy terpana ataupun terpesona. Semua gadis yang ditemui penuh topeng dan bermuka dua. Lain di hadapan Hendy lain pula di belakang nya. Dan lebih parahnya tak jarang Hendy di jadikan bahan taruhan para geng wanita yang ingin membuktikan bahwa mereka mampu merebut perhatian Hendy ataupun membuat Hendy bertekuk lutut.


Astaga!! Otak mereka sedikit bermasalah sepertinya atau mungkin kelainan jiwa. Tapi syukurnya mereka tidak ada yang berbuat nekat atau berbuat ektream.


Tapi saat bertemu seorang gadis di teras masjid sekolah, lebih tepatnya bertabrakan hingga jatuh. Aaaahhh... Hendy berharap kejadian tabrakan itu seperti di drama korea yang sedang hits, tertabrak dan jatuh lalu berciuman. Astaghfirullah.... Tidak, itu tidak terjadi. Walaupun mengharap, hahaha.... Lalu janjian dan menjalin hubungan.


Gerak reflek sang gadis saat bertabrakan membuat Hendy terjatuh miring dan lengan tangannya terasa keram bahkan sempat mati rasa beberapa detik karna aliran darah seperti terhambat. Saat membuka mata, Hendy langsung terpana pada paras sang gadis. Sang gadis masih memejamkan mata, bulu mata yang lentik, hidung yang kecil dan bibir yang lumayan sexy, tidak tebal juga tidak tipis. Pas di..... Eeeh, suara panik dari para sahabat sang gadis membuat Hendy juga ikut tersadar.


Yang lebih membuat Hendy terpesona yaitu sang gadis meminta maaf untuk suatu yang tidak salah, juga sang gadis hanya menatap nya biasa, tidak ada rasa kagum berlebihan seperti para gadis lain. Tapi, sang gadis meringis sambil memegang bahu yang terjatuh.


Jilbab sekolah yang di kenakan sedikit terangkat oleh tangan hingga Hendy menatap pada name tag yang melekat pada seragam tersebut.


"AIRA MAHARANI"


Tambahan nilai buat empat gadis tersebut, Ternyata mereka ke masjid untuk beribadah. Hendy sempat mengira mereka cuma numpang toilet saja.


Hendy menatap pada jendela lebar pada masjid yang memperlihatkan ke empat sahabat itu sedang beribadah. Sebuah rasa bahagia membuncah di dada, bahagia yang selalu ingin melihat sang gadis.


"Subhanallah... Sungguh cantik ciptaanmu ya Allah. Jika berkenan, jadikanlah dia jodohku"


Do'a Hendy dalam hati.


Setelah lama di ruang IRMA (ikatan remaja masjid), Hendy ingin kembali ke halaman. Tapi saat memakai sepatu terdengar cerita seru dari empat gadis yang akan meninggalkan masjid. Hendy menatap mereka satu persatu lalu matanya menatap pada tubuh Aira, lengannya di sanggah jilbab. Apakah aira pernah kecelakaan??

__ADS_1


Hendy melihat lagi mereka, duduk di halaman, tapi banyak sekali pria yang mengelilingi mereka. Hendy tau siapa mereka, Maman cs anak IPS yang dari dulu tak pernah akur dengan kelas Hendy. Hendy meletakkan headset tanpa suara ke telinga lalu sebuah buku dan duduk tak jauh dari mereka sambil menguping. Astaga... Hendy tak pernah kepo dengan orang lain tapi kenapa sekarang jadi begini.


Petikan gitar mengiringi tawa dan canda mereka. Dan sedikit menguping ternyata bisa menambah pengetahuan tegur Hendy dalam hati, seraya tersenyum tipis.


Setelah hari itu, Hendy sering dengan sengaja duduk berada dekat dengan geng Maman cs. Sambil menguping ceritanya. serta rencana rencana Maman cs untuk bertemu Rara cs. Tapi, rencana selalu meleset. Saat Hendy dengan sengaja ikut bergabung, Rara tak pernah terlihat. Namun, saat yang tak pernah di duga, Rara hadir di hadapannya.


Saat Hendy tengah asik dengan tambalan bannya, Rara berdiri di depannya dengan wajah lelah. Mungkinkah Rara mendorong motornya?


Saat Hendy akan pergi ke kota untuk membeli sesuatu, tiba tiba jalanan sedikit macet yang membuat para pengendara sedikit mengumpat karna kelakuan beberapa anak sekolah yang berlarian di pinggir jalan. Ternyata Rara cs sedang kejar kejaran di jalan raya. Hendy sampai geleng kepala, kelakuan mereka seperti anak kecil. Tapi saat di lihat kembali, ada rasa lucu saat terlihat Rara berlari menjauhi teman temannya dengan tubuh penuh tepung dan lendir, astaga... Telur??


Disitu Hendy tahu jika Rara berulang tahun. Entah itu rumah siapa, tapi yang pasti disitu tempat mereka berkumpul.


****


Hendy duduk termenung di teras belakang rumah sang paman. Tiba tiba seseorang menepuk punggungnya, Hendy menoleh.


"Gak ada" jawab Hendy pendek, Hendy duduk di lantai dengan bersandar pada pilar penyangga teras.pandangannya kembali ke arah pagar, seperti mananti seseorang.


"Trus.... Nungguin siapa?" Tanya Randy heran.


"Pa'le pentol...." Jawab Hendy singkat. Teras belakang terdapat pintu pagar kecil dan jalan gang, yang sering di gunakan ibunya Randy ke warung belakang rumah mereka.


"Paling ngelamunin cewek" tegur sang paman dari arah dalam lalu duduk di kursi sandaran Randy.


"Papa sok tau " jawab Randy sambil membuang asap rokoknya.

__ADS_1


"Masa Hendy ganteng gini di tolak sih. Gak seru aah ceweknya" goda sang paman


"Om tau darimana kalo aku mikirin cewek?" Tanya Hendy polos.


"Hahaha.... Pria itu kelemahannya cuma satu, W A N I T A.... Mecahin rumus kimia atau fisika gak akan semumet mikirin rumus wanita!!. Ngapalin bahasa ilmiah dalam biologi lebih mudah daripada memahami bahasa ilmiah seorang wanita"


"Ceehhh.... Yang udah jadi suhu, hahaha....." Ejek Randy pada ayahnya.


"Gak semua wanita seperti istrimu Randy!!" Sindir sang ayah.


Benar, tak semua wanita seperti istinya Randy. Ceriwis dan cerewet dalam waktu bersamaan. Apalagi kepolosannya terkadang tidak mampu menampung sebuah rahasia, Batin Randy.


"Cewek yang waktu itu hen?" tanya Randy


Hendy menggangguk. "Bukan tak bisa mengerti dia atau tak mampu memahami dia om. Masalahnya itu...." Hendy berhenti sejenak sambil menatap ayah dan anak yang menatap penasaran pada kelanjutan ceritanya. "Aku tak pernah terlihat di matanya" Hendy kembali bersandar dengan tatapan putus asa


Ayah dan anak yang mendengar hanya mampu tersenyum kecut.


"Lebih mumet ternyata" gumam Randy.


"Kalau begitu, minta pada sang pemilik hati agar dia menatapmu"


Nasehat sang paman selalu Hendy ingat, walau awalnya pusing mencerna kata "sang pemilik hati" itu siapa. Namun saat Hendy menjalankan ibadah, Hendy sadar bahwa sang pemilik hati adalah sang pemilik segalanya.


Hingga hari ini, Hendy bertemu tanpa sengaja dengan Rara, seorang diri dan dia pun sendiri. Tanpa perantara yang mampu memecah kecanggungan. Namun semua berjalan normal, obrolan mengalir dengan baik.

__ADS_1


Inilah jawaban dari sang pemilik hati atas doa doa Hendy selama ini. Setelah sebelumnya Hendy sempat bertemu di waduk dan mencuri foto Rara juga saat malam acara di sekolah.


__ADS_2