
13
Rara bergelayut manja di lengan sang pria lalu membawanya bergabung dengan para sahabatnya. Terlihat wajah kesal dari para Andri cs menatap Dion cs, begitu pun sebaliknya. Rara mulai faham, ternyata anak IPA dan IPS emang gak bisa akur.
" Nyet....kenalin, sahabat aku semuanya" ucap Rara manja. Amy, Hilda dan Pipit hanya bengong menatap Dion. Sejak kapan Rara kenalan sama cowok cool begini dan gak ngenalin ke mereka. Uuhhsss.... Awas nanti Rara.
" My, hil, pit.... Kenalin, ini monyet kesayangan aku!!" Ucap Rara.
"Cezz, kenalin ini otan yang selalu berisik!!" Ucap Dion tak kalah sengit kepada para sahabatnya tanpa perlu menganggap pada Andri cs. Sementara Diko hatinya sudah panas dan sesak sejak tadi.
Mereka pun saling berjabat tangan dan menyebutkan nama.
" Gengss...laper gak?? Kuyy kita nemuin mertua aku buat makan. Ayo nyet" ajak Rara sambil menarik lengan Dion.
" Siapa yang mau jadiin kamu mantu, pede banget!!" Kesal Dion sambil menarik ujung belakang jilbab Rara. Lalu Dion berjalan ke arah dalam.
"Monyeeettt...."teriak Rara dan mengejar Dion. " Eeh gengs...ayo, Andri cs kuy buruan. Kita ini laper tau" Rara kembali dan menarik tangan para sahabatnya untuk mengikuti Rara menuju kantin.
__ADS_1
" Dri....sejak kapan Rara kenal sama Dion anak IPA??" Tanya Maman yang berjalan dibelakang sambil merangkul pundak Andri seraya menatap para gadis-gadis yang bercerita heboh.
"Aku juga gak tau" jawab Andri yang juga tidak tau.
"Temen Rara yang lain juga kayanya baru tau kalo Rara kenal sama Dion" ucap temen yang lain.
"Kalah saingan nih kayanya sama anak IPA??" Sindir Maman pada Diko.
"Jangan lupa, nasib mu juga gak akan lebih baik dari aku" balas Diko.
"Kalian berdua, tetap semangat berjuang ya...hahaha..." Kata Andri prihatin. Andri geleng kepala dengan apa yang terjadi, hari yang di rancang begitu apik seketika jadi kelabu karna pihak yang tak di harapkan. Sejak kapan Rara dan Dion saling mengenal?? Dan mereka begitu mesra. Tapi sepertinya hanya hal biasa, tidak ada yang istimewa dari keduanya.
"Bunda...." Teriak rara pada Astri bundanya Dion. Yang di panggil seketika menoleh dan tersenyum bahagia, tak lupa memberikan pelukan hangat pada gadis kecil yang selalu bar bar ini, ribut dan berisik. Namun sifat Rara yang terlalu bar bar itu selalu menjadi hal yang selalu di rindukan Astri.
"Aduuhhh menantuku yang cantik. Baru datang ya??? Pasti laper??" Tanya Astri.
"Iiihh bunda tau aja. Perhatian banget...makin sayang sama bunda" gombal Rara yang masih bergelayut manja di di lengan Astri.
__ADS_1
" Ambil sendiri seperti biasa" kata Astri sambil mendorong tubuh Rara ke depan etalase makanan. " Jangan lupa itu temen-temennya di ajak makan, temennya Rara ya?? Ambil sendiri aja, jangan sungkan" ucap Astri pada Hilda, Amy, dan Pipit.
Yang di tawari seketika menjadi sumringah, bahagia pastinya di tawari makanan, kebetulan mereka juga sudah lapar.
"Mertua aku nih, baik kan??" Seru Rara.
"Amiin....moga berjodoh sayang!!" Jawab bunda Astri.
Hal itu membuat para sahabat serta Andri cs semakin melongo. Bergitu juga dengan teman-teman Dion. Sementara Dion tetap acuh.
"Jadi istri mudanya pak haryono aja Bun, kayanya cocok. Daripada jadi istriku...yang ada piring nya bunda tiap hari bakal melayang" jawab Dion sambil nyomot perkedel jagung di etalase makanan.
"Boleh tuh Bun.... Kita kan akur ya Bun. Lah kalo dia... (Sambil menunjuk Dion) aku bakal pangkas habis uang jajan, tarik fasilitas mobil, motor, biar jadi gembel !! Huhhh...." Kesal Rara. Dan bunda Astri hanya tertawa.
"Enak aja!! Huhh...." Kesal Dion. Rara tertawa senang karena berhasil membuat Dion kesal.
"Emang siapa pak haryono, Ra??" Tanya Hilda yg berdiri di samping Rara.
__ADS_1
"Ayahnya Dion" jawab Rara berbisik. Hilda pun tersenyum. Membayangkan Rara menjadi ibu tiri yang kejam. Haha....