Rasa Yang Tawar

Rasa Yang Tawar
rasa yang tawar 9


__ADS_3

9


Masalah Eko telah di selesaikan oleh Donny, 10 menit Donny telah sampai dan langsung menghajar Eko. Karna Eko sudah sering di ingatkan Donny jangan bergaul dengan anak anak itu, mereka berdua bukan anak sekolah, tepatnya mereka adalah pengedar yang menyamar menjadi anak sekolah. Karna kartu as mereka ada di tangan Donny, jadi mereka tidak berani membalas. Setelah beberapa kali bogem mentah di dapat, akhirnya Donny, agung, dan Johan melepaskan dua anak tak jelas itu.


"Kenapa sih ko....kamu sampe bergaul sama mereka?? Kamu punya masalah apa??" Tanya Amy pelan sambil melihat Hilda mengoles luka di rahang Eko, tentu aja pukulan dari Donny.


"Iya ko....kamu jujur sama kita kita kamu kenapa?? Ada masalah di rumah?? Sekolah?? Atau ada cewek yang kamu taksir tapi gak peka peka??" Ejek agung yang melirik sekilas ke arah amy.


Rara yang melihat dari jauh langsung mendekat dan menyodorkan air minum kemasan ke arah Eko. "Berapa bulan kamu gak bayar iuran sekolah?" Tanya Rara to the point.


Semua mata menatap Rara, termasuk Eko.


"Hahhh....iuran sekolah?? Trus apa hubungannya dengan dua orang itu?? Kalo kamu nge drug kamu bayar pake apa??" Tanya Johan penasaran yang tak habis pikir dengan kelakuan Eko.


"Ngedar lah Jo...."jawab Pipit. Dan semua mata melotot ke arah Eko, sementara yang di tatap menunduk malu.


"Astaga, ekooo...."sahut Donny dan Seto bersamaan.

__ADS_1


"Hai semua....ada apa nih rame rame?? Ikutan donk??" Sony datang bersama Atika kekasihnya.


Ke markas boleh membawa kekasih tapi tidak yang aneh aneh, dan pasangan Sony dan Atika selalu jadi sorotan karna pacaran yang biasa biasa aja, entahlah di luaran bagaimana, mereka tak perduli yang penting jangan di markas.


"Beehhhh, kenapa tu muka, cakep banget. Biru biru lebam gitu!!" Ejek Sony


"Berisik son....dan gak ada siaran ulang, kamu baru datang nyimak aja??" Tegur agung.


"Kenapa set...??" Tanya Sony pelan sambil mencolek bahu Seto menunjuk Eko dengan bibirnya.


"Ntar aja aku jelasin, sambil makan mie ayam di depan. Traktir tapi" sahut Seto pelan


"Pisss...."dengan dua jarinya


"Jadi berapa??" Tanya Johan


"700rbu...." Jawab Eko pelan.

__ADS_1


"Astaga ko....cuma 700rbu kamu sampe mau ngedar??" Suara Donny menggelegar yang cepat di tutup oleh Hilda. Sony dan Atika yang mendengar pun ikut terkejut.


"Tapi aku gak ada uang segitu??" Jawab Eko putus asa.


"Di selewengin atau emang ortu kamu gak punya??" Tanya Rara


"Gak punya, aku aja rencana berhenti sekolah" jawab Eko lirih.


Semua tercengang, bagaimana mungkin Eko berhenti sekolah sementara ujian akhir tinggal beberapa bulan lagi.


"Kamu harus tetep sekolah. Gengs...."kata Rara sambil mengarahkan tangannya ke arah Hilda, Amy, dan pipit.


Yang di tadah masing-masing mengeluarkan uang merah, lalu tangan Rara berputar ke arah Seto, Donny, Johan, agung, dan Sony. Uang terkumpul baru 550 di tangan Rara.


Masih kurang 150, tapi tiba-tiba Atika meletakkan uang dua lembar merah ke tangan Rara. Semua memandang Atika.


"Kalian gak menganggap aku. Mudahan bisa membantu ya ko..."ucap Atika malu.

__ADS_1


"Maaf...."jawab Rara yang tak enak pada Atika, karna selama ini mereka berani malak hanya pada Sony, tidak pada Atika.


__ADS_2