
14
Rara meletakkan makanan yang dia ambil di atas meja. sedikit sambal goreng tempe, mie goreng, juga ada beberapa perkedel. dilumuri sambal dan kecap. rara duduk sambil mengaduk makanan tersebut.
Dion dengan santainya merebut sendok lalu memasukkan makanan tersebut ke dalam mulutnya. yang lain hanya menatap tingkah laku dion, apalagi diko yang terlihat kesal dengan kedekatan rara dan dion, rasa rasanya ingin melayangkan bogemnya pada dion. ternyata dion sengaja membuat diko kesal.
amy, hilda dan pipit ternyata juga menaruh makanan yang sama di piring mereka.
''Gak pake nasi ra?" tanya andri
''malas.....mau diet'' jawab rara santai sambil menyendok makanan ke mulutnya.
''Gayamu....biasanya juga isi kontainer'' ejek andri.
''bukan gitu. beban hidup aku udah berat jadi jangan di tambahin dengan berat badan. ntar gak bisa lari dari kenyataan, hahaha.....'' tawa mereka menggema di area kantin.
''kalian gak ikutan pesen makanan?'' tanya hilda.
''gak ada yang nawarin?'' jawab maman.
''sorry... ini bukan kawasan kami buat malak trus ngajak makan bareng seperti biasa, jadi kalian bisa pesan makanan sendiri'' kata pipit sambil mengunyah makanan.
''telen dulu baru ngomong, kebiasaan...'' kata maman sambil menarik tisu dan mengusap bibir pipit. seketika meraka menatap dua sejoli itu dengan takjub. "eeh, tapi!! bentar-bentar... malak? siapa yang malak dan dipalak?" tanya Maman penasaran.
"anak tetangga sebelah" jawab Pipit asal.
''ehheemmm....sejak kapan ini terjadi?'' amy berucap sambil menatap perkedel yang ada di tusukan garpu nya tanpa menatap pada dua orang yang menatap balik pada amy.
''kayanya aku tertinggal jauh'' rara menyahut.
"jawab dulu...siapa yg di palak?" tanya Maman penasaran.
"di bilang tetangga sebelah" jawab Pipit sebal.
"ciihhh, tetangga yang mana? gak ada istilah dalam kamus Bigos di palak, kalo malak iya" tebak Andri.
"heehhh...." Maman bengong. "Yang... beneran??" tanya Andri lagi.
Serempak Rara cs mengangkat bahu cuek. Andri seketika tertawa. "ntar deh kita intai kegiatan mereka kalo kalian mau tau, hahaha...." ucap Andri sambil nyomot perkedel di piring Hilda.
Dion yang mendengar hanya diam mengamati Maman cs. Dion sudah tidak kaget lagi dengan kelakuan sepupu wanita rasa pria ini. Khatam, begitu juga dengan Andri.
__ADS_1
panggilan sholat jumat berkumandang.
''yang merasa laki-laki, udah dipanggil tuh. di suruh ngumpul di masjid. cuuzz buruan...'' seru amy.
''dion sayang...'' rara menatap dion sambil mengerjapkan matanya berkali-kali. dion merasa jengah dengan kelakuan rara. dan itu adalah cara jitu agar dion cepat beranjak dari dduknya. dion paling tidak suka raa atau gadis mana pun yang bersikap centil seperti itu.
satu persatu dari mereka beranjak menuju masjid. hingga tersisa Rara cs.
''Jelaskan? bagaimana kamu bisa kenal dion dan gak kasih tau kami?'' tanya Hilda dengan menggebu.
''kenapa? kamu naksir Dion?'' tanya Rara dengan santai.
''sembarangan...'' jawab hilda kesal.
''cerita Ra.... penasaran kita'' sahut amy
''iya aku jawab, penasaran banget.... aku sama dion itu sepupu 2x karena bapakku dan bapaknya dion sepupu 1x, sebab kakekku dan kakeknya saudara. jelas....''
''Ooooo.....'' jjawab mereka serempak.
''Trus, yang kamu bilang calon suami itu apa??'' tanya Amy semakin penasaran.
''itu tuh bahasanya aku sama dion kalo lagi olok-olokan. dia paling gak suka cewek genit makanya aku selalu godain dia. dia itu sok cuuek padahal kesenggol dikit aja dia langsung panik dan khawatir banget'' jelas Rara
''di antara kalian ada yang naksir dion??'' tanya Rara selidik.
''kalo aku belum punya pakpol ya okelah...''jawab Hilda
"aku gak sanggup sama cowok dingin dan cuek'' kata Amy
''aku juga '' kata pipit
''sekarang, pipit...jelasin hubungan kamu sama maman. udah sejauh mana?? hubungan udah jelas dan pasti?? tanya Rara dan itu di ikuti anggukan dari Amy dan Hilda.
''udah jadian, 2 hari yang lalu'' jawab pipit dengan singkat.
Rara, Hilda dan Amy hanya mengangguk mengerti. puas dengan jawaban pipit.
###########
Kini giliran Rara cs yang pergi ke masjid untuk sholat zuhur. saat akan pergi kebagian belakang masjid untuk wudhu, dua orang pria anak sekolah itu berlari kejar-kejaran entah apa.
__ADS_1
pria yang di depan sempat menghindari tubuh Rara, namun pria yang di belakang tidak hanya bisa menghindar sedikit, akhirnya tubuh Rara oleng dan menabrak seorang pria hingga keduanya jatuh dengan posisi miring dan berhadapan dengan pria tersebut.
lama terdiam, Rara merasakan tangan kiri yang menghantam lantai kembali nyeri. namun kepalanya tidak sakit terbentur lantai karna ada lengan yang menyangganya. aroma parpum seorang pria merasuk ke indra penciuman Rara.
''Rara... kamu gak papa??'' tanya Hilda khawatir.
perlahan Rara menatap Hilda dan yang lain yang ikut membantu Rara bangun.
''Tolong,,,,''ucap Rara lirih sambil mengulurkan tangannya kepada Amy' ''pelan-pelan ya... lenganku keram'' ucap Rara.
Rara ditarik pelan oleh Amy dan di bantu oleh pria yang ikut terjatuh.
''Kamu gak apa apa??'' tanya pria itu.
''enggak...'' jawab Rara dengan lirih karna Rara merasakan ngilu kembali di bahunya.
''Ra... bahu kamu...'' ucpan pipit terhenti saat Rara menyela.
''it's okay... maaf ya, gak sengaja tadi'' tanya Rara pada pria yang ada di depannya yang ikut merasa khawatir.
''iya gak papa, kamu gak salah kok, eeeh tapi beneran ini gak apa apa? kalo sakit bisa aku antar ke UKS buat di obatin" jawabnya.
"gak papa kok, aman aja" sahut Rara senormal mungkin.
''kamu udah wudhu??'' tanya Rara lagi.
''ooh, aku udah sholat kok'' jawabnya
''oke deh kalo gitu, kami lanjut ya'' ucap Rara sambil berlalu pergi ke tempat wudhu sambil menarik para sahabatnya.
''tangan kamu gak papa Ra??'' tanya Amy khawatir sejak tadi.
''hampir kalian keceplosan di depan orang'' tegur Rara.
''iya maaf, abis muka kamu langsung pucat gitu'' ucap pipit.
''bekas yang kecelakaan Ra yang kena??" tanya Amy.
''iya, keram...'' kata Rara lagi
''pake jilbab aku aja nanti, ada di tas buat penyangga. pulang ntr biar gantian bawa motornya'' usul Hilda
__ADS_1
"atur deh, sekarang kita sholat dulu" jawab Rara.
tbc...