Rasa Yang Tawar

Rasa Yang Tawar
2


__ADS_3

Bab 2


Ruang kelas riuh dengan berbagai aktifitas sahabat Rara, ada yang duduk berkelompok bercerita, ada yang sedang mencatat sesuatu dan geng para pria selalu di pojok belakang dengan sebuah gitar.


Kotor-kotor abu do dika


Lebe kotor ngana pe cinta


Hitam-hitam arang tampurung


Lebe hitam ngana pe hati


(Arang tempurung, Manado)


Petikan gitar Galang memang selalu jadi juara, dan suara vokal Ery selalu di elukan. Dari semua kelas di lantai 2 bangunan, hanya kelas Rara yang paling bersisik karna grup band brown sugar Abal Abal.


"Ra, mana PR bindo kamu, udah belom??"tanya April, teman satu geng Rara saat di sekolah.


"Ada, tapi belom kelar" jawab Rara


"Udah cepetan keluarin, ini udah jam 7.10....5 menit lagi bel. Rara juga cepet selesaikan, biar gak di marahin pak Hadi" kata sita, sahabat Rara yang paling lemah lembut dan gak suka marah tapi cerewet dan panikan. Namanya Siti Aminah, karna terlalu banyak yang bernama Siti, dari tiap jurusan dan angkatan, kami memanggilnya Sita.


Rara masih santai duduk di kursinya dan mengeluarkan buku bindo yang di minta April.


"Iih buruan Rara, leletnya lho anak ini" ujar imeh, sahabat satu meja Rara, namanya Fatimah, dirumah di panggil Imah tapi kami suka manggil dengan sebutan imeh.


Mereka memiliki 2 sahabat lainnya yaitu Jeny dan Hendra, pria yang sedikit gemulai dan senangnya ngumpul bareng cewek. Kadang mereka berpikir untuk mendandani Hendra dengan lipgloss dan maskara mereka, biar jelas statusnya. Cowok kok demen nempel sama cewek cewek, gak pernah gabung Sama habitatnya.


"Emang kapan pak Hadi pernah marah, yang ada juga sakit perut kita di buatnya, guru kok ocol banget" jawab Rara.


"Yee... Belum tau dia, kasih tau meh" kata April sambil mencatat hasil soal yang belum terisi.


"Ini tugas di kumpul tau gak sih" kata imeh greget


"Gak tau..."ujar Rara cuek.


"Nih anak....buruan aah" imeh mulai kesal dan di balas tawa oleh Rara dan April.


Istirahat pertama berbunyi, ruang kelas mulai sepi, tertinggal Rara dan ketiga sahabatnya. Mereka membawa bekal dari rumah masing2, Rara kebagian membawa buah dalam tempat bekalnya, sengaja tak mengeluarkan saat bersama bigos, karna bekal Pipit sudah keluar.


"Say....gak jajan kah??" Teriak Hilda di depan pintu kelas Rara.

__ADS_1


"Nih...." Rara mengangkat bekal dari imeh, yaitu tahu bakso dan kerupuk pangsit.


"Waahhh asik, kalo gitu aku turun ya" kata Hilda kemudian berlalu bersama teman sekelasnya.


Kelas Hilda berada di ujung ruangan lantai yang sama dengan Rara, sedangkan kelas Rara dekat tangga. Hilda pun faham dengan Rara dan sahabat satu jurusannya yang sering membawa bekal untuk istirahat pertama, karna kantin akan selalu penuh. Tapi saat istirahat kedua kantin mulai sepi karna anak kelas 1 sudah pulang dan kelas 2 baru mulai datang. Sedangkan kelas 3 jam 3 sore baru pulang.


Tak lama Jeny dan Hendra datang.


"Bekal apa hari ini??" Tanya Jeny... "Waahhh asiikkk ada tahu bakso lagi. Imeh emang yang terbaik" kata Jeny saat melihat bekal imeh.


"Gimana....juragan bakso...hahaha...." Kelakar Hendra yang di bantu dengan tawa yang lain.


Ayah imeh berjualan bakso di sebuah warung yang lumayan ramai.


Satu hal lagi yang patut di syukuri Rara, semua sahabatnya memiliki kehidupan yang setara, tidak ada istilah anak sultan. Semua sahabatnya hidup dengan sederhana.


Ayah April memiliki bengkel motor sendiri, ayah sita pegawai swasta, ayah Jeny pegawai di PLN, dan Hendra 2 saudara dari single parent, ibunya mempunyai toko sembako.


"Nih, mamaku tadi pagi bikin nasgor sosis" kata Hendra sambil menyodorkan bekalnya, tak lupa membuka plastik berisi resoles andalan yang di beli di mini market depan sekolah. Jeny dan Hendra berada di bangunan bawah, jadi saat bel berbunyi bisa cepat ke mini market, tidak seperti Rara cs yang harus rebutan turun tangga.


Mereka makan bersama seperti orang Korea, comot sana sini dengan sendok mereka, dan itu sudah terjadi sejak kelas 2 SMK, dan mereka semua berasal dari berbagai SMP yang berbeda, bahkan mereka yang dari sesama SMP tidak terlalu akrab.


"Kenapa...." Teriak ati dari kursi belakang.


"Sabtu kita ngumpul ya, di cafee depan yang baru buka"


Huuuu....teriak mereka serempak


"Gengs.... Harus datang semua, coz aku udah boking satu cafee buat kita satu jurusan. Minggu depan aku udah harus berangkat ke Singapore buat magang, jadi kenangan lah....." Kata Galang yang membuat semua anak terdiam.


"Serius lang, jadi....kita gak bisa main gitar lagi donk, gak bisa ngecengin anak kelas 1 lagi donk, waahhh....parah Galang iihhh" teriak Deden dari belakang.


Semua menjadi melow, mendengar Galang akan pergi. Bahkan Deden langsung berlari merangkul Galang Di ikuti Ery. Di kelas Rara hanya ada 3 orang cowok. Siapa yang tak kenal Galang, siswa cerdas sebenarnya tapi pernah tinggal kelas karna terlalu sering bolos. Dan beberapa bulan lalu mengikuti tes magang di Singapore selama 1 tahun. Sudah pasti ijazahnya dan pengalamannya.


Satu persatu datang merangkul Galang, kami semua bersahabat begitu akrab, tidak ada malu atau ilfil saat berpelukan.


"Oke deh....karna Sabtu aku gak bisa ikut, aku traktir bakso di warung pak mudin istarahat nanti. Semua, 1 kelas buat perpisahan sama Galang" ucap Rara. Tak apalah pikir Rara sesekali, kemaren juga dia habis panen.


"Yuhuuuu....." Teriak mereka serempak. Yang membuat guru di kelas sebelah datang dan menegur kami.


"Kenapa rame betul, kaya pasar aja. Siapa gurunya??" Teriak Bu Agustin.

__ADS_1


"Pak Warno Bu, kami di kasih tugas kok" jawab Galang.


"Ya sudah di kerjakan kok malah rame kaya pasar loak. kamu juga Galang, ketua kelas selalu bikin rusuh" kesal Bu Agustin lalu pergi.


"Emang ada tugas??" Tanya Deden, karna Deden paling anti dengan yang namanya tugas.


"Gak ada...." Jawab galang.


Hahaha.....tawa meraka semua.


"Suuttttt.....diam, ntar guru lain lagi yang nongol. Diem bayi..." Perintah Galang. Deden... Sering di panggil bayi, entah apa sebabnya padahal bodynya paling gede di kelas.


,>>>>>>>>>


Saat jam istirahat ke dua, Ery sudah berdiri di depan kantin sebagai satpam. Karna bakso pak mudin sudah di booking, selain kelas 3MB3, gak boleh masuk. Kecuali Jeny dan Hendra karna permintaan langsung dari Rara untuk membawa serta kedua sahabatnya.


Mereka makan bersama dan saling bercanda, tak lupa jepretan kamera ikut mengabadikan momen tersebut. Jangan lupakan gitar kesayangan Galang yg ikut mengalun.


Setelah selesai makan mereka melanjutkan dengan sholat zhuhur bersama bagi yang bisa menjalankan.


>>>>>>>>


Tepat pukul 3 sore, bel pulang berbunyi untuk kelas 3. Hilda sudah berdiri di depan kelas Rara, kadang Rara yang menunggu jika kelas Rara bubar duluan.


Dan di dekat tangga sudah berdiri Amy dan Pipit yang telah menunggu untuk pulang bersama.


"Haus gengs, beli es kelapa dulu lah" ajak Hilda


"Pesenin juga, aku yang beli pentol goreng" ucap Rara


"Aku sama Hilda" kata Pipit


"Ya udah, aku sama Rara kalo gitu" ucap Amy


Itulah keseharian mereka, makan minum sama sama. Jangan salah, biarpun mereka terkadang royal, ada kalanya mereka juga kehabisan uang apalagi jika telah membeli barang dengan harga lebih. Terutama Rara, walaupun dia bekerja dan menerima uang hasil kebun namun tak membuatnya boros, Rara bahkan mengatur keuangannya dengan rapi. Seperti saat mentraktir bakso teman satu kelasnya, Rara harus berhemat untuk satu bulan penuh.


Uang hasil sawit Rara kumpulkan lalu membeli damtruk untuk mengangkut sawit hasil panennya. Awalnya 1 buah namun sekarang dia sudah membeli 3 unit. Karna panen sawit 2 Minggu sekali, Rara mengajukan kontrak kerja dengan tambang batubara yang berada 10km dari kebun sawitnya. Hasilnya untuk membayar supir dan membayar cicilan 1 unit truk yang di beli Rara terakhir. Uang hasil sawit di pakai untuk biaya rumah buat ibunya, sekolah adik adik, perawatan kebun dan kadang untuk menutupi cicilan saat pendapatan di tambang tidak cukup.


Beruntung nya lagi, Rara memiliki 3 orang supir yang sangat jujur dan pengertian. Bila ada masalah atau apapun itu para supir akan mendiskusikan dengan Rara. Para supir juga sangat bangga kepada Rara, di umur nya yang masih begitu muda sudah pintar berbisnis.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2