
18
Hingga kini, Lana masih saja terus datang mengganggu Rara. Seolah masih dendam kesumat pada Rara walaupun durasi kedatangan makin jarang. Yang biasa seminggu 2 sampai 4 kali, sekarang malah 2 Minggu sekali. Pernah sebulan sekali saja. Itupun geng bigos selalu menyembunyikan Rara, dan mengatakan Rara jarang sekolah, beruntungnya anggota markas bisa di ajak kerja sama. Semua anggota markas seolah membantu menyembunyikan Rara dengan mengatakan hal yang sama pada Lana.
Lana sempat kecelakaan pasca pertemuan terakhir bersama Rara. Hanya luka ringan karna mabuk, Lana kira Rara akan datang membesuk dan berubah pikiran tetap bersama Lana, namun hanya pesan yang sampai pada Lana lewat Tina.
"LEMAH...." Itulah pesan dari Rara buat Lana. Hal itu membuat Lana akhirnya kesal dan mengatakan "PUTUS" lewat Tina. Lana berharap Rara berubah pikiran, namun Lana salah besar. Rara tetap tak pernah perduli.
Semua kenangan bersama mantan mantan Rara kembali terlintas bersama isapan rokok yang semakin dalam, kemudian terhempas perlahan dari hidung dan mulut Rara.
Sungguh, Rara ingin menangis kencang. Namun seolah air mata telah kering, yang ada hanya rasa sesak dan berakhir dengan kantuk. Sebelum benar benar ingin tidur, para sahabat lebih dulu mencari angkot untuk pulang, dan Rara tidur sepanjang jalan. Saat sudah dekat, mereka akan membangunkan Rara. Bisa mereka pastikan bahwa Rara akan tertidur pulas sampai besok pagi. Jika orang mengalami insomia saat mereka memiliki masalah, Rara justru mampu tidur hingga 12 jam lamanya tanpa hambatan dan bangun dengan lebih baik. Seolah yang terjadi hanya sesuatu yang tak penting. Juga, hanya masalah dengan bapaknya yang membuat emosi Rara meluap luap, dan hanya bisa di kendalikan dengan tidur.
__ADS_1
kebencian terhadap bapak yang selama ini dia sayang dan hormati, begitu dalam. sebenarnya jauh ke rasa kecewa. saat dulu susah, mama selalu ada bahkan selalu berjuang bersama, tiba tiba kehidupan ekonomi sudah membaik kenapa justru orang lain yang ikut menikmati bahkan lebih banyak mendapatkan kemewahan dari pada mama Rara yang ikut berjuang dari 0. belum lagi sikap keluarga yang seolah menyalahkan mama Rara karna di cap menantu pemalas. yang taunya hanya meminta dan menghabiskan uang. oohhh, ingin rasanya Rara merobek mulut mereka.
Karna jiwa pemberontak Rara dan selalu melawan saat keluarga menasehati, Rara tak pernah lagi di anggap oleh saudara bapak dan nenek Rara sendiri. karna Rara merasa itu bukan menasehati, tapi justru selalu dan selalu menyalahkan mama Rara yang miskin dan tak punya keluarga. hingga Rara selalu memberontak dan merasa mereka bukan orang yang pantas di hormati.
@@@
Hari ini Kamis, bigos berencana bolos dan pergi ke kota S lagi, karna ada balapan motor di waduk kota S. Acara di mulai jam 2 dan sekarang sudah jam 12 siang, dimana anak kelas 1 sudah pulang.
Sampai di waduk jam setengah 2 siang, karna bigos sempat mampir untuk singgah makan dan sholat di masjid yang mereka lewati.
Disana sudah berkumpul Maman n the geng yang menyambut heboh mobil Rara n the geng. Mereka tak menyangka Rara benar benar bolos separuh jam sekolah, hal yang sungguh luar biasa buat Maman. Mereka terlihat seperti gadis gadis baik dan cantik tapi cukup mengejutkan saat tahu bahwa mereka gadis yang doyan bolos. Why not?? Jawab Pipit dengan nadaa santai. Andri sudah tak heran dengan kelakuan bigos n the geng. Sudah khatam, bahkan saat SMP dulu bigos pernah di kejar kejar oleh guru BP ketahuan bolos di kantin SD, dan lebih membuat melongo... Mereka bolos izin dengan mama mereka. Astaga....
__ADS_1
"udah mulai?" tanya pipit pada Maman. yah... hubungan mereka sepertinya jauh lebih lengket.
"belum" jawab Maman sambil tersenyum menatap Pipit dan menarik tubuh mereka agar mendekat, Jangan lupa kecupan manis di kepala Pipit.
"huuu...." paduan suara mulai terdengar pada kaum jomblo.
"minum Ra.." tawar Diko pada Rara sambil menyerahkan minuman dingin berwarna putih ke kepada Rara. dan di balas senyum manis seperti biasa.
"Trims..." jawab Rara.
Rara yang memakai hodie besar berwarna silver, rok abu-abu sekolahnya dan jilbab putih kebanggaan terlihat begitu manis saat berdiri di besi pembatas pada waduk, memejamkan matanya dan menikmati angin yang berhembus, Diko segera mengabadikan momen tersebut dengan kamera nya, tanpa di sadari, dari arah berlawanan, seorang juga melakukan hal yang sama. mencuri momen manis dan menyimpannya.
__ADS_1
tbc