
12
"Helem kamu mana pit??" Tanya Rara gemas pada Pipit yang begitu lelet pagi ini.
"Iya...lupa!!" Jawabnya sambil nyengir lalu berlari kembali kedalam rumah.
"Buruan....!!" Teriak Rara.
Tak lama sebuah motor Jupiter MX 125 warna hitam merah terparkir di samping motor Rara.
"Ngapain lagi??" Tanya Hilda yang berada di belakang, Amy yang mengendarai motor.
"Helemnya Pipit ketinggalan" selesai Rara menjawab, terlihat Pipit berlari keluar dengan helem terpasang di kepalanya.
"Udah ... Yuukk!!!"ajak Pipit sambil naik ke motor Rara.
"Gak ada lagi yg ketinggal??" Tanya Rara memastikan.
__ADS_1
"Gak ada..." Jawab Pipit di barengi dengan anggukan.
"Okee....gasss!!" Ucap Amy
2 motor melaju tenang di jalan yang lumayan masih sepi karna hari masih terlalu pagi untuk aktifitas para pekerja. Jam 6 sampai jam 7 pagi hanya ada anak-anak sekolah yang ramai, entah naik kendaraan umum ataupun motor. Jam 7 sampai jam 8 baru akan mulai macet jalanan saat para karyawan mulai berangkat bekerja.
15menit sebelum jam 7 pagi, 2 motor terparkir manis di parkiran sekolah yang masih terlihat sepi, itu karna bus sekolah belum datang, jika bus sekolah sudah datang dengan sekejap sekolah menjadi ramai dan penuh.
Seperti rencana, setelah praktek membuat parcel selesai. Buah yang di beli di buat salad lalu di makan bersama juga di bagikan kepada para teman-teman mereka yang lain.
Jam 10 siang, Rara cs kembali berkumpul di parkiran dan siap berangkat ke kota S. Perjalanan yang lumayan jauh dan untungnya jalanan yang di lalui tidak begitu ramai kendaraan, sehingga mereka bisa bersantai sambil menikmati perjalanan. Walau jalan lumayan berkelok dan lumayan terjal karna sebagian wilayahnya perbukitan, sesekali mereka berhenti untuk sekedar foto-foto.
"Kabarin mereka gih, bilang kita udah di depan!!" Ucap Hilda yang mendekat pada motor Rara.
"Kamu pit, hubungin ayang bebeb mu" kata Rara sambil menatap sekeliling.
"Ayang Bebeb!! Ayam bebek kali" ucap Pipit tersungut sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
"Bibir tuh di kalemin dikit" ledek Amy pada Pipit yang di balas tawa dari Hilda dan Rara.
"Heiiiii....." Sapa Maman dengan senyum bahagianya di susul beberapa pria di belakangnya, Diko juga Andri dan beberapa wajah baru di belakang mereka.
Mata Rara tiba-tiba memicing ke arah Pipit sambil berkata "udah chat dari tadi rupanya" dan di balas cengiran ala Pipit.
"Udah lama??" Tanya Maman mendekat dan berdiri di antara Rara dan Pipit lalu duduk di jok motor Rara.
"Cihhh, lagak loe ya...." Sebal Amy sebab Amy juga merasa kalo Pipit memang dari tadi sudah menghubungi mereka.
"Eeh, mana Adi?? Kok gak ada??" Tanya Rara
" Kampret emang Rara, Diko yang ketar ketir pengen ketemu, Adi yang di cari!!" Ejek Andri.
Semua memandang Diko dengan sesama kemudian tertawa. Sementara Diko menggosok tengkuknya dengan muka dan telinga yang memerah.
Saat Andri memperkenalkan beberapa sahabat pada Amy, Hilda dan Pipit, mata Rara memicing, mencoba mengenali seseorang Yang berjalan bersama teman-temannya. Seorang pria dengan seragam putih abu-abu, tinggi, putih dan manis.
__ADS_1
" Dionnnn......" Teriak Rara.
Sang pria menoleh dan Rara segera berlari menuju kearah sang pria. Seketika, mata para sahabat hanya mampu melotot melihat Rara berlari ke arah seorang pria lalu memeluknya. Dan sang pria juga memeluknya dengan erat.