
16
Sebuah mobil berhenti di depan warung markas Rara cs. Amy dan pipit yang melihat seketika melotot tajam, karna mereka tau siapa orang yang berada di dalam mobil. Sesuai prediksi Amy dan Pipit, orang itu akan keluar dari mobil dan menemui mereka menanyakan sesuatu.
''Om....'' sapa Amy dan Pipit bersamaan.
''Dimana Rara??'' tanya pria yang di panggil om itu.
''Sebentar om kita panggilin dulu'' jawab Amy sambil berlalu menemui Rara.
Amy dan Pipit langsung berlari dan mendatangi Rara yang tengah asik membaca buku novel yang ia pinjam dari perpus.
''Ra....ada bapakmu??" kata Amy setengah berbisik.
Seketika Rara terdiam dan menatap Amy dan Pipit bergantian. Tanpa menjawab Rara beranjak bangun dan menarik tasnya.
Rara berdiri tepat di hadapan seorang pria yang berumur 50 tahunan tersebut dengan tatapan datar karna bingung harus berekspresi seperti apa pada pria yang di panggilnya bapak tersebut. dan pria tersebut juga berdiri menatap Rara dengan pandangan biasa. semua sahabat Rara yang melihat hanya diam, sebagian teman pria tahu bahwa itu adalah bapaknya Rara.
''Bapak pinjam uang 2 juta!!'' ucapnya tanpa basa basi.
Dan semua yang menyaksikan hanya bisa bengong dengan apa yang mereka dengar. sungguh konyol, ada seorang ayah yang meminta uang pada anaknya, sementara ayahnya menggunakan mobil mewah diatas 200juta.
''kita kemobil'' jawab Rara dengan wajah datarnya. Rara merasa tak enak pada teman-temannya.
Rara langsung masuk kemobil di jok belakang, tak heran jika di jok depan ada manusia yang begitu dia benci, bahkan untuk menatap wajahnya saja Rara begitu jijik.
''kita ke ATM yang dekat POM bensin'' ucap Rara tanpa menatap siapa pun, bahkan Rara membuang pandangannya keluar jendela.
__ADS_1
setelah sampai di Pom bensin, Rara keluar menuju ATM. Tak sampai 10 menit Rara kembali ke dalam mobil.
''Antar Rara lagi ketempat tadi'' ucap Rara sambil menghitung jumlah uang yang di minta.
''Ini 2 juta pinjaman bapak, 2juta nya Rara kasih ke mama tapi semua masuk dalam hutang bapak ya'' kata Rara sambil meletakkan uang itu di antara kursi.
" Kok gitu??" Tanya bapaknya Rara.
"Emang kenapa?? Mama juga butuh belanja kan pak??" Ucap Rara santai.
''kamu kira uang itu untuk saya?? itu uang untuk perbaikan usaha bapak kamu'' kata wanita itu tak terima uang 2juta masuk tambahan hutang bapak.
''tapi hasilnya kamu yang makan. selama ini, ada yang di kasihkan ke aku? utang yang kemaren 20juta aja belum di bayar'' Rara tersulut emosi.
tapi memang benar, 3 tahun ini bapaknya memang tak pernah memberi uang pada mamanya juga Rara beserta adik-adiknya. sama sekali tidak pernah, bahkan bapaknya kerap meminjam uang dari hasil kebun kelapa sawit yang di kelola Rara, itupun di kembalikan tidak full seperti pinjaman awal.
''Sudah.... iya Ra, masukin aja ke hutang bapak. nanti kalo bapak punya uang bapak bayar sama kekurangan yang kemaren-kemaren'' ucap bapak Rara mencoba menengahi. ''lebih baik cepat pulang, disitu banyak anak laki-laki nanti gangguin kamu'' pesan bapaknya Rara. Padahal semua laki-laki disitu yang jagaen Rara pak!! Gerutu Rara dalam hati.
''Jadi PELAKOR, enak gak capek cari duit ada yang carikan. kalo ada yang marahin pasang muka tebel bodo amat kaya kamu!!'' jawab Rara tak kalah geram.
''KAMU.....'' teriak wanita itu sambil menunjuk dan salah sedikit saja tangannya pasti melayang ke wajah Rara namun Rara telah lebih dulu membuka pintu dan melengos keluar begitu saja tanpa pamit pada siapapun.
BRAAKKKK....
pintu tertutup dengan keras dari luar. bapaknya Rara mengelus dada, menatap tajam pada wanita di sebelahnya yang begitu emosi hingga wajahnya memerah.
''Eka!! Sudah aku bilang, diam kalo aku lagi bicara sama Rara, kamu gak perlu ikut campur. itu urusan aku dengan anakku. kamu itu memang besar mulut. kamu lupa kalo di hajar sama Rara kamu juga gak bisa ngelawan?? hah...dia itu gak bisa di kasarin, pasti ngelawan jadi kamu itu diam aja" bentak bapaknya Rara. pasalnya sudah sering di peringatkan agar diam saat bertemu dengan Rara, namun selalu di langgar dan akhirnya dia sendiri yang sakit hati dengan kata-kata Rara.
__ADS_1
"Dia itu gak sopan mas, seenaknya aja ngata-ngatain aku. keras kepala kaya kamu mas" ucapnya membela diri.
"Dia memang anakku, jadi itu urusan aku. kamu gak usah ikut campur" ancamnya lagi.
Akhirnya mobil pergi.
#######
Rara langsung masuk ke dalam markas tanpa memperdulikan teman-temannya. melihat rokok di lantai gazebo, Rara lalu menyambarnya, membakar dan menghisapnya dengan dalam, merasakan nikotin merasuk hingga ke paru-parunya.
Rara dan 3 sahabatnya, bukanlah gadis suci yang alim seperti yang terlihat selama ini. memang pakaianya tertutup apalagi dengan jilbab yang menutup rambutnya, itu karna tuntutan sekolah, pakaiannya belum benar-benar menyatu dengan hatinya. Dikelas bahkan dijurusan apalagi di angkatan sekolahnya banyak wanita seperti Rara, bahkan 99% sama, dan 1% itu anak yang benar-benar bersih bahkan lugu, polos dan bener-bener sekolah tanpa neko-neko. SMK N adalah impian tiap anak agar kedepannya mudah mencari kerja, begitu juga dengan Rara dan para sahabatnya.
Rara, gadis remaja yang menginjak dewasa, jiwa muda yang ingin tahu banyak hal, perubahan hormon yang mulai merasakan nafsu pada lawan jenis, itu yang membuat Rara ingin mencoba yang namanya pacaran dan ciuman. Namun, juga merasakan apa itu patah hati karna orang ketiga.
Bapak yang sangat Rara hormati tega menduakan sang mama, menikah lagi dan meninggalkan Rara disaat jiwa pemberontaknya mulai menyala. Awal Rara mengetahui bapaknya menikah lagi, bapaknya mengelak, begitu juga dengan wanita itu.
Namun saat mereka tertangkap basah di depan mata Rara sedang berjalan berdua, bapaknya akhirnya mengaku, Rara yang begitu emosi langsung menyerang Eka, sang mama tiri dengan membabi buta, wajah Eka lebam karna Rara meninjunya dengan kuat, bapaknya sampai kualahan memegang tubuh Rara yang keras, bahkan Rara menendang wajah Eka sampai terpental ke dinding. Saat itu entah di sadari atau tidak, pertama kalinya tangan pak Danu sang ayah Rara menyentuh pipi Rara. Rara diam tak membalas namun Pancaran kebencian di wajah Rara begitu jelas. Dari situ Danu selalu menghindari pertemuan Rara dan Eka. Hal itu juga yang membuat Eka begitu membenci Rara.
Rian, kekasih yang baru di pacari 2 bulan ternyata kembali lagi pada mantan pacarnya, Rara kembali di buat kecewa. Namun kali ini tidak begitu brutal, Rara hanya mengatakan " suatu saat nanti kau akan merasakan apa yang aku rasakan. Kecewa, terluka, merana dan sakit. 2 kali lebih dari yang aku rasakan".
Kemudian, Rara kembali menjalin hubungan dengan Juna, Kakak kelas Rara. Jadwal pulang sekolah yang tak pernah sama membuat kesalah pahaman terjadi. Rara yang selalu pergi berbelanja ke sebuah toko satria, dianggap juna berselingkuh dengan pria yang bernama satria.
Sikap dingin Rara mulai terlihat bahkan menjadi sebuah ketidak pedulian saat juna mulai terus menerus menyudutkan Rara dengan perselingkuhannya dengan pria bernama Satria. Konyol.... Memang hingga kata putus terucap dari bibir Rara. Hal itu membuat Juna bungkam dan menyesali perbuatannya. Apalagi saat juna tau siapa satria yang hanya sebuah toko yang menjual barang barang campur kebutuhan rumah tangga, juga atk dan boneka. Seberapa besar pun Juna meminta kembali, Rara tak pernah bergeming, karna pantang bagi Rara menjilat ludah yang sudah di lepeh.
Kehadiran Lana yang terus menerus meminta menjadi pacanya membuat Rara jengah, juga demi membuat Juna tidak lagi menggangu Rara, akhirnya Rara menerima Lana menjadi kekasih.
Lana selalu menjadi kekasih yang begitu baik dan pengertian, tapi tak pernah di bawa ke markas karna Lana seorang karyawan di sebuah workshop alat berat. Mereka bertemu seminggu sekali setiap hari Jumat di rumah Tina, adik kelas yang mengenalkan keduanya.
__ADS_1
Rara menutupi semua kehidupannya pada Lana, mengatakan bapaknya sangat jahat. Bila Lana nekat kerumah, maka Rara akan di siksa dan di berhentikan sekolah. Begitu besar cinta Lana pada Rara hingga menuruti semua keinginan Rara untuk bertemu seminggu sekali dan tidak di hari libur, tidak ada jalan-jalan seperti pasangan yang lainnya.
Lana berjanji, setelah Rara lulus dia kaan segera menikahi Rara. Namun, harapan tinggal harapan, semuanya kandas saat mendengar Boby mengatakan bahwa Rara ingin putus. Secepat nya Lana menemui Rara bahkan Lana rela bolos kerja dan menunggu Rara di terminal. Karna tak mungkin Lana membuat onar di lingkungan sekolah.