Rasa Yang Tawar

Rasa Yang Tawar
6


__ADS_3

6


Amy keluar lebih dulu membawa sendok dan gelas. Mendengar Maman begitu bersemangat menggoda Diko membuat Amy ikut penasaran.


"Ayo lagi ngomongin apa??? Cowok juga ternyata suka gosip!!" Ledek Amy


"Kepo nih aku...beneran nggak sih Rara nolak Diko??" Maman Ami dengan serius. Maman tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi namun rasa penasaran nya membuatnya ingin mengetahui apa yang terjadi. Benarkah diko tolak oleh Rara??


"Enggak ditolak, cuman Rara ngasih lampu merah belum diko tancap gas!!" Tegas Amy


Kemudian Hilda, Rara, dan Pipit kembali ke ruang tamu membawa peralatan makan Dan mereka bersiap untuk makan bersama.


Para pria diberikan bungkusan yang berisi nasi goreng sementara rahil dan Pipit membuka 4 bungkus yang isinya berbeda. Sebungkus nasi goreng sebungkus mie goreng dan 2 bungkus capcay dan itu mereka makan bersama.


"Tadi kayaknya rame banget anak bisnis ada acara apaan, pakai booking warung bakso Pak Mudin lagi??" Hilda penasaran sebab saat dia ingin makan bakso saat istirahat kedua, bakso tersebut penuh dengan anak-anak dari jurusan bisnis.


"Oh tadi itu si Galang ngadain perpisahan soalnya dia mau pergi ke Singapura buat magang, akhirnya kesampaian juga tuh anak, semangat banget kemarin ngikutin ujian debat bahasa Inggris buat bisa pergi ke Singapura" Rara menjelaskan sambil tersenyum membayangkan wajah Galang yang selalu bersemangat belajar untuk mengikuti program magang di Singapura.


"Kenapa kemarin kamu juga nggak ikutan padahal kamu punya potensi buat bisa ikut kesana juga" tanya pipit sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Aku nggak tega ninggalin kalian tahu, aku kan teman yang baik" jawab Rara dengan suara manja. Hilda, Ami, dan pipit paham bahwa bukan itu, alasan sebenarnya bahwa tidak bisa meninggalkan adiknya, ibunya dan juga kebun yang harus dikelola untuk bisa menyambung hidup. Jika rara pergi ke Singapura siapa yang akan mengurus kebun nya.


Acara makan bersama berlangsung dengan ceria dengan obrolan dan ejekan yang dilontarkan masing-masing di antara mereka.


"Fit body kamu kecil tapi makan mu banyak banget" tegur Adi


"Body boleh sedan tapi isi harus kontainer. biar kuat jalanin hidup" selorohnya yang membuat para pria geleng kepala kenapa ada wanita yang berbody mungil namun memiliki porsi makan yang begitu banyak.


"Sekolah di SMA 1 kota S kan??" Tanya Rara


"Iya, sana jalan-jalan entar kenal sama teman-teman sekelas aku yang pastinya cakep-cakep" jawab Andri tanpa rasa bersalah sementara Diko tak percaya apa yang didengar dari mulut Andri, tega-teganya ingin memperkenalkan kepada teman yang lain.


"Jumat gimana?? kita kan pulang cepat jam 10 udah keluar, kita langsung cus ke sana tidaknya sebelum tengah hari kita udah nyampe di sana" usul Hilda dengan bersemangat. Karena memang setiap mereka ingin pergi ke suatu tempat mereka akan memilih hari Jumat berharap sampai tempat tujuan sebelum tengah hari.


"Serius.... beneran loh ya, kita tunggu di sana" saut Andri.


"ya semoga aja gak ada halangan. gak bisa maksa donk... pas di jalan ujan atau apa kan kita gak tau??" jawab Pipit dengan ekspresi sebel.


"iya, kalo itu kita tau beb.... "jawab Maman santai????

__ADS_1


"wooooo......" paduan suara di mulai


"ngomong-ngomong sudah sampai mana nih??" tanya Hilda mengejek Maman


"iya nih Maman, garcep banget. pake beb beb segala. emang bebek...." timpal Andri


"apa sih kalian ini, sirik aja..." bela Maman


"gak masalah sih Pipit sama siapa aja yang penting gak yang macam macam, kalo kamu mau jadi korban berikutnya. apalagi masuk dalam jajaran para MAN TAN...." saut Hilda mengejek


"belum juga di coba udah ngomong yang aneh aneh, ya kan beb...." jawab Maman sambil menggoyangkan alisnya menggoda Pipit.


"tenang aja pit, kalo Maman macam macam aku yang duluan nonjok dia" jawab Diko mengompori.


"sebenernya kamu di tim siapa sih dik....nyebelin banget!!!" Maman mulai kesal pada Diko


"ya kalo kamu mau kita satu tim, bantuin aku buat deketin Rara. tapi kalo kamu gak bantu aku, ya aku ikut suara banyak" tawar Diko


"kampret lu...." kata Maman kesal

__ADS_1


yang di ikuti tawa yang lain. sementara Rara hanya tersenyum kecil. ooh apakah Rara akan memuji Diko gentle bahwa dia mendekati Rara secara terang terangan di depan semua teman temannya?? jawabnya... "nggak ngepek"!!


__ADS_2