
24
"Cieee...."
"Gebetan baru Ra?"
"Yang mana nih?"
"Kepo akunya"
Dan masih banyak lagi pertanyaan dari semua sahabat Rara. Dirinya sendiri pun bingung harus menjelaskan dari mana karna Rara juga tak tau berasal dari mana gelang tersebut.
Awalnya Rara mengira hadiah dari bigos cs yang sengaja di letakkan di dalam tas sebagai kado ulang tahun. namun saat mereka mulai mempertanyakan soal gelang itu, Rara kembali mengira imeh cs yang memberikan gelang tersebut. Rara kembali di Landa kebingungan hingga semua sahabat mengira Rara menjalin hubungan baru dengan seorang pria.
######
"Loh... Hendy. Kenapa?" Tanya Rara saat melihat Hendy berjongkok di depan sebuah motor.
"Mogok..." Jawab Hendy seraya berdiri ke hadapan Rara yang masih duduk di motornya.
Hari ini Rara pulang agak siang karna pekerjaan di kebun sudah selesai. Tidak menyangka akan bertemu Hendy di jalan saat pulang.
"Kira kira apanya yang rusak ini?" Tanya Rara
"G tau ini, gak ada pengapian sama sekali. Mungkin CDI nya yg kena"
__ADS_1
"Aku bantuin dorong ya, sampai bengkel yang waktu itu. Udah gak jauh juga ini"
"Gak usah.... Duluan aja kalo kamu buru-buru"
"Aku gak buru-buru kok, santai aja. Yukk... Tapi kamu yang dorong yah...pake motorku"
"Oke deh... Maaf ya ngerepotin"
"Alahh... Kaya apa aja. Gantian lah..."
Hendy membalas senyuman Rara tak kalah manisnya. Tak menyangka bisa bertemu Rara setelah beberapa Minggu tak bertemu setelah kejadian saat itu. Hendy lupa meminta nomor telepon Rara.
Siang tadi, sang paman meminta Hendy untuk mengantar bekerja. Saat pulang entah mengapa begitu ingin melewati jalan saat bertemu Rara, apesnya motor yang dipakai mogok di jalan. Beruntung nya bertemu Rara. Gak jadi apes deh...hihihi
Setelah sampai di bengkel pun, motor Hendy tidak dapat langsung di perbaiki karna alatnya kosong, mau pindah ke bengkel lain pun jaraknya terlalu jauh.
"Trus motor kamu gimana?"
"Titip di rumah Dion aja, nanti aku telpon Dion"
"Kamu yakin?"
"Iya... Kenapa?"
"Aku gak enak, nanti di kira Dion aku cowok apaan, pake motor cewek bukannya di balikin malah di titip"
__ADS_1
"Apaan sih? G lah... Soalnya 2 atau 3 hari lagi aku kesana, pake motor temenku aja boncengan. Pulang aku pake motor sendiri"
"Gak deh, aku antar aja besok sama sepupu aku"
"Serah deh kalo gitu, yang penting antar aku pulang dulu"
Dengan senyum mengembang Hendy mengantar Rara pulang. Lumayan langsung tau dimana rumah Rara.
tak lama motor berhenti di parkiran tempat Rara. Hendy tercenung melihat lokasi rumah Rara. benar-benar manis. tempat yang asri dan nyaman. kolam ikan, kebun buah, tanaman sayur-sayuran hidroponik.
"ngelamun..." kata Rara sambil menepuk pundak Hendy.
Hendy berbalik dan tersenyum. "nyaman... rumah kamu nyaman banget Ra, tempatnya seperti di kampung-kampung gitu. padahal kelilingnya workshop dan perumahan. luas tanahnya"
"iya, itu warisan kakek dari bapak. mamah yang kelola. buat mata pencarian juga"
"temen-temen kamu pasti betah disini"
"gak pengen pulang mereka, kaya kambing lepas gitu mereka. ambilin daun singkong, daun pepaya buat di rebus, trus sambel mentah yang banyak jeruknya. gak lupa nila gorengnya. setelah kenyang tiduran tuh di gazebo tengah kolam" jelas Rara sambil tersenyum dan menunjuk ke arah kolam.
"masuk yuk... " ajak Rara sambil berjalan lebih dulu, tak lama Hendy menyusul di belakang.
"mau coba mancing gak? buat di makan" tawar Rara
"boleh?"
__ADS_1
"boleh lah..." jawab Rara serat berjalan mencari pancing yang biasa ia pakai.