Rasa Yang Tawar

Rasa Yang Tawar
3


__ADS_3

3


"Hilda....woyyy buruan, tu Andri dah datang" teriak Amy


"Bentar" teriak Pipit bersama Hilda keluar dari dapur dengan teh hangat dan cemilan di tangan masing masing.


Saat berada di ruang tamu, Hilda berseru girang melihat Andri bersama 3 teman prianya. "Heyyy....udah lama" sapa Hilda pada Andri


"Barusan....kenalin nih teman temen aku"


saling salaman dan menyebut nama masing masing.


"Cuma bertiga nih, mana personil satu??" Tanya Andri


"Masih di kamar" kata Amy


"Ngapain masih di kamar, gak perlu dandan kali" seru Andri


"Haha....biasalah perempuan, kaya gak tau aja" ucap Pipit


"Dia belakangan tadi sholatnya, kamu juga cepet banget datangnya, belum jam 7, gak magriban curiga!!" Selidik Hilda


"Kan jamaah di masjid, jadi cepat" seloroh sahabat Andri yang rambutnya agak panjang


"Yakin jamaah, nanti jamaah di jalan kejar kejaran" ledek Amy


Hahaha....mereka tertawa


"Tau aja..." Jawab temen Andri yang rambutnya cepak.


"Tuh kan bener....bohong lagi" tuduh Pipit


"Lanjut ya, aku panggil anak gadis yang lama itu" kata Amy sambil berlalu meninggalkan yang lain


"Di minum nah, jangan malu malu..." Tawar Hilda

__ADS_1


"Iya, jangan malu malu" kata Andri sambil membuka toples cemilan. "Ternyata masih aja suka keripik singkong, keripik legenda" lanjut Andri


"Ooh, itu wajib...di minum nah, malu maluin aja gak papa" seloroh Pipit yang di balas tawa dari yang lain.


"Jadi gak enak nah aku di tawarin terus dari tadi, padahlan aku memang haus" balas temen Andri yang rambut cepak


"Bentar lagi juga mereka pada malu maluin. Biarian aja..." Sahut Andri


Tak lama Amy dan Rara keluar,


"Nih, mantennya yang di tunggu dari tadi baru nongol. Abizz ngapain??" Tanya Andri, yang di ikuti tatapan dari sahabatnya.


"Apaan sih, siapa yang suruh nungguin. Lagian juga nungguin nya di temenin 2 dayang santik santik" jawab Rara sambil mengejek.


"Kenalin, nih temen temen aku" ajak Andri


"Diko..." Jawab temen Andri yang rambutnya cepak


" Ooh, Dewi..." sahut Rara yang membuat Diko melongo lalu di balas tawa dari yang lain


"Ida...." Sahut Rara, kembali yg lain tertawa


"Namamu duluan" kata pria yang rambutnya agak panjang


"Maman...." Jawab Rara, kembali terdengar tawa dari yang lain.


" Mimin...."sahutnya asal yang membuat Rara kali ini tertawa.


"Kocak banget sih kalian" Diko berkoar


"Andri.... Bagiin duit, kita mau beli makan" seru Pipit tanpa basa basi dan di iringi tampang kaku dari para pria.


"Aseemmm, baru juga datang main palak aja" jawab Andri sambil merogoh kantong celana samping kanan. "Nih, 20 rebo sisa beli bensin"


"Yang lain gak ikut nyumbang??" Tanya Hilda

__ADS_1


"Hahaha....sorry Bray, bigos emang manusia gak ada akhlak nya. Mereka tukang palak, kasih aja biar 1000receh juga gak papa" kata Andri pada sahabatnya.


"Nih, patungan" kata Rara sambil meletakkan uang warna abu abu, sengaja agar mereka tak canggung lagi.


"Liat nih, cantik tapi ngasih 2rebo, gak modal" ucap Andri lagi yang masih setia dengan keripik di mulutnya.


"Yang penting patungan, buruan!! pit, beli nasgor yang di depan aja ya, biar gak kelamaan, laper!!" Kali ini Amy yang bersuara


Maman akhirnya mengeluarkan uang berwarna hijau juga, Adi dan Diko juga sama.


Hahaha...tawa para wanita


"Nih aku balikin" ucap Hilda sambil memberikan kembali 2 lembar uang berwarna hijau milik Adi dan Diko. "Kita becanda cess"


"Jangan bikin temenku stroke dong" kata Andri lagi


"Ya udah, aku Sama siapa nih yang pergi??" Tanya Pipit


"Aku temenin boleh??" Maman menawarkan diri


"Ciieee....gaspoolll...." Ledek Adi dan Diko, para wanita hanya tertawa.


"Pake motor kah??" Tanya Maman lagi


"Maunya...wwuuuu...." Teriak mereka, Andri melempar keripik ke wajah Maman.


"Kampret...." Sahut maman


"Jalan kaki Mimin...." Jawab Amy. "Ingat Lo ya beli nasgor, gak disuruh ambil selimut di rumah Mimin" teriak Hilda lagi. Pipit dan Maman sudah mulai menjauh.


"Garcep banget Maman, belum apaan udah mepet aja!!" Seloroh Diko


"Bilang aja kamu juga mau" jawab Andri yang di balas ringisan dari Diko.


"Gengs...aku tinggal bentar ya, aku belom laporan" kata Rara sambil mengangkat ponselnya.

__ADS_1


"Oke...." Jawab Amy. Rara pun pergi ke kamar untuk menelpon mamanya karna sorenya hanya memberi kabar lewat pesan.


__ADS_2