Rasa Yang Tawar

Rasa Yang Tawar
5


__ADS_3

5


Rara masih sibuk bertukar kisah dengan sang ibu.


"Pipit lagi cari makan ma...tenang aja Rara gak akan kelaparan" ucap Rara meyakinkan sang mama, begitulah seorang ibu, segalanya selalu di khawatir kan. padahal ibunya Rara tau kalau Rara tak akan kelaparan karna rara selalu memegang uang. namun terkadang saat mood Rara buruk, Rara sering melupakan makan yang membuat Rara memiliki penyakit maag. ko.


"Yaudah, liatin sana siapa tau Pipit udah pulang bawa nasi gorengnya"


"Iya ma...yaudah Rara tutup telponnya, assalamualaikum..."


"Waalaikum salam..."


Setelah itu Rara kembali ke ruang tamu dimana terdengar suara Diko yang bersemangat.


"Trus, Rara pacaran sama siapa lagi??"


"Sama anak pangeran, 5 bulan bubar!!" Jawab Hilda


"Di selingkuhin juga??" Tanya Diko lagi


"Enggak....aku yang mutusin!!" Jawab Rara sambil berjalan lalu duduk leseh didekat Andri sambil nyomot keripik ditoples yang Andri pegang.


"Ngagetin aja Ra..." Kata Diko kikuk, malu karena ketahuan kepo dengan privasi Rara.


"Kalo mau tau itu langsung tanya sama orangnya, gak usah kepo" ucap Rara santai


"Diko suka sama kamu Ra makanya nanyain kamu terus" kata Hilda mempropokatori Rara.

__ADS_1


"Maaf ya gak minat...."jawab Rara to the point.


"Wweeeeeiiiissssshhhh....."teriak Andri dan Adi, sementara Diko melotot tak percaya.


"Seriusss...."tanya Adi


"Ribu riuss...."jawab Rara santai masih sambil ngemil. Sementara Diko melemaskan bahunya di sandaran sofa.


"Belum perang udah kalah aja..." Ucap Diko kecewa dan mendapat tawa dari yang lain.


"Terus kenapa bisa putus kalo gak di selingkuhin??" Tanya Andri ikut penasaran dan di balas tatapan kesal dari Rara.


"Cemburu buta..." Jawab Hilda acuh. Andri, Adi dan Diko serentak menoleh pada Hilda. "Kenapa ngeliatin aku??"


"Maksudnya....tuh cowok cemburu buta sama Rara, di kira Rara selingkuh dengan cowok yang namanya SATRIA....padahlan itu nama toko yang sering kami datangin" Amy menjelaskan panjang lebar. Adi dan Andri menganggukkan kepala tanda mengerti, sementara Diko masih penasaran.


"Udah aahh gak usah bahas mantan aku, laper tau. Mana nih Pipit sama Mimin gak datang datang" gerutu Rara


"Iya , lama banget!!" Kata Hilda.


Adi dan Diko hanya saling lirik. Tak enak hati pada Rara. Mereka mengira Rara marah.


"Rara...kamu pegang hp, telpon Pipit lama banget, jangan jangan mojok lagi mereka" kata Amy


"bentar...." jawab Rara sambil melihat ponselnya dan melakukan panggilan. "buruan....laper" kata Rara tanpa basa basi.


"bentar nyampe, sabar..." jawab Pipit di sambungannya.

__ADS_1


"Ra....bagi no dong" kata Adi


"dri....bikin grup nih, masukin no kita kita" Hilda memberi saran.


"wah bener....buruan dari" Adi semangat.


"bentar....kasih grup apa nih??"tanya Andri


"grup terserah aja...." jawab Amy asal. setelah notif berbunyi semuanya melongo.


"beneran kamu kasih nama terserah??" tanya Hilda tak percaya.


"iya....dari pada mikir lagi" jawab Andri dengan tawanya. yang lain pun ikut geleng kepala.


tak lama berselang Pipit datang bersama Maman membawa 2 kantong plastik.


"mojok pasti nih lama banget" tuduh Andri


"antri nyet....sekalian pdkt" jawab Maman santai setelah para gadis masuk untuk mengambil alat makan.


"udah sampai mana??" tanya Adi


"baru ngobrol doang..." jawab Maman dengan wajah bahagianya, sementara Diko manyun gak jelas.


"dij, kenapa tu muka...lecek amat. perasaan tadi waktu aku tinggal baik baik aja" kata Maman mengejek.


"jangan di ejek, lagi patah hati dia!!" kata Andri

__ADS_1


"sama Rara???" tanya Maman


"tepat sasaran...." jawab Andri dan adi


__ADS_2