
8
"Rara....gorengan!!" Teriak Hilda di depan kelas.
"Duluan, aku masih rapat, hahahaha...."jawab Rara
"Okeeyyy...."teriak Hilda lagi sambil berjalan menuruni tangga.
Hilda tau kebiasaan masing masing saat disekolah adalah waktu untuk para sahabat di sekolah dan mereka akan menunggu di warung Bu Yeni penjual gorengan dan es kelapa depan sekolah.
"Gini aja, ini aku deposit 300 buat beli semua bahan buat parcel besok. Temanya buah buahan aja, trus selesai praktek kita buat salad, kalo masih ada sisa pril...beliin mayonaise, susu, keju sama yogurt bahan salad, kita makan bareng satu kelas" jelas Rara
"Gak kebanyakan nih duitnya??" Tanya April
"Gak tau, kalo gitu secukupnya aja. Beli setengah kilo aja per item buahnya, gimana??" Lanjut Rara lagi
"Oke deh, lagian bagus juga buah buahan, gampang ngaturnya dalam parcel" kata Imah
"Trus.... Kita patungan berapa ini perorang??" Tanya Nina
"Beli aja dulu bahannya pake uang itu, selesai praktek baru kita itungan"jawab Rara. "Sorry, gak bisa ikut beli ya...eeh udah sepi, kuy kita pulang" ajak Rara.
Mereka berjalan sampai keluar lingkungan sekolah sambil terus membahas praktek besok. Saat di persimpangan mereka berpisah dan berkumpul dengan kelompok masing-masing yang searah tempat tinggal mereka.
"Lama ya??" Tanya Rara pada bigos geng.
"Lumayan....rapat apaan sih??" Tanya Amy
"Besok praktek buat parcel, jadi tadi bahas itu" jawab Rara sambil meneguk es kelapa muda milik Pipit.
"Kebiasaan....main comot comot aja" kesal Pipit dengan bimolinya ( bibir monyong lima centi )
"Kita kan satu rasa"ucap Rara menggoda Pipit.
__ADS_1
"Tinggal pesan lagi, repot amat..." Kata Amy
"Iya, aku yg bayar" sahut Rara
"Malas aah..." Jawab Pipit lesu
"Bu....es kelapa gula merah 1 lagi ya" teriak Rara pada pemilik warung.
"Siiaap mbak" sahut Bu Yeni
"Udah tuh di pesenin. Btw kenapa gak makan gorengan. Tumben??" Tanya Rara
"Kita mau ke rumah kamu aja Ra, makan daun singkong rebus pake sambal jeruk. Aah mantap" ucap Hilda sambil membayangkan makanan itu.
"Jadi kita ke rumah ku nih??" Tanya Rara sambil melihat jam di pergelangan tangannya. Waktu masih menunjukkan pukul 12 kurang 10 menit. Jadi waktu yang panjang untuk mereka bersantai.
"Tancap..."sahut Amy sambil berjalan menunggu angkot yang lewat.
"Pit....bayar!!" Teriak Rara
Sesampainya di terminal menuju rumah, mereka singgah di markas, tempat mereka sering berkumpul dari berbagai sekolah yang berbeda.
Sebenarnya itu hanyalah warung sembako kecil, namun di samping warung itu ada pintu pagar tempat bersembunyi anak anak yang bolos sekolah. Di bagian depan tertutup tumpukan ban ban besar, jadi jika bukan mereka yang sering ketempat itu tidak ada yang tau jika disitu ada sebuah tempat rahasia, awalnya bigos n the gengs yang sering disitu saat kelas satu dulu, lama lama banyak yang berkumpul disitu, karna tak ada tempat duduk, akhirnya Rara cs memalak anak-anak yang sering ketempat itu untuk membeli bahan untuk membuat gajebo tempat istirahat. Dan tukang yang di tunjuk adalah pemilik warung. Pemilik warung juga senang dengan adanya anak anak di situ karna jajanan dan minuman dingin selalu laku terjual, jadi mereka menyebutnya markas.
Di dalam markas Rara melihat ada dua siswa yang entah dari sekolah mana, pakaiannya terbuka karna memakai baju kaos di dalamnya dan tidak ada lambang dari sekolah manapun. Mereka asik merokok.
Rara cs beradu pandang dengan dua siswa itu, menilai dan meneliti. Amy bersedekah tangan memandang mereka.
"Siapa kalian??" Tanya Amy
"Kalian siapa??" Jawab salah satu dari mereka.
"Dari sekolah mana??" Kali ini Hilda yang bertanya.
__ADS_1
Mereka berdua terdiam sambil menilai empat siswi yang cantik-cantik dengan seragam sekolah tertutup dan hijab mereka.
"Jawab!!"kali ini Pipit yang sedikit keras.
"Eeh, ada kalian???" Sahut Eko dari arah luar sambil membawa plastik minumandan kacang kulit. Rara manatap tajam Eko yang masih mematung di tempat dengan wajah panik.
"Siapa mereka??" Tanya Rara berjalan maju ke arah Eko. Sementara Eko yang panik di tatap dengan salah tingkah menyembunyikan plastik yang di bawa ke belakang tubuhnya.
"Te....temen temen aku Ra" jawab Eko
Rara masih menatap Eko dengan tajam sambil menarik plastik dari belakang tubuh Eko. "Apa ini??" Tanya Rara sengit. Yang dua orang hanya menatap cuek.
"Cuma iseng Ra, sedikit aja kok" jawab Eko dengan cengirannya.
"Hil....telpon Donny buat beresin"kata Rara tajam menatap Eko. Hilda dengan cepat mencari ponsel nya. "Kamu tau aturannya kan ko??" Tanya Rara.
"Hai semua, eeehh para ninja ninja cantik udah pulang. Kangennya sama kalian!!" Kata Seto di belakang Eko, lalu menggeser tubuh Eko agar Seto bisa mendekati para ninja ninja cantik, itulah panggilan Rara cs saat di markas.
Tak ada jawaban dan hanya suara Hilda yang terdengar sedang menelpon.
"Don, kamu tau Eko bolos hari ini??"
"....."
"Aku gak mau tau, beresin Eko sama anggotanya, dia udah melanggar aturan markas!;" Vbentak Hilda sengit.
"....."
"15 menit harus udah sampe di markas, kalo gak Rara yang bertindak. Daritadi dia udah nahan emosi buat gak nonjok" uuuhh Hilda, selalu Rara yang di jual.
Mereka begitu faham dengan sifat Rara yang meledak-ledak, dan juga masalah seperti ini harusnya sudah tidak ada lagi tapi entah kenapa Eko bernasib sial hari ini. Bertemu dengan Rara cs yang di kira akan pulang jam 3 tapi ternyata jam 12 sudah pulang dari sekolah.
Rara cs tidak mengizinkan siapapun yang datang ke markas untuk berbuat kriminal. Markas hanya tempat persinggahan atau tempat bolos. Tapi tidak untuk minum, drug, esek esek atau hal kriminal lain. Dan bila melanggar dia tidak boleh ke markas lagi. Dan bila ada yang berbuat seperti itu, orang yang membawa harus bertanggung jawab, apalagi anak luar yang tinggalnya tidak satu arah. Dan Eko hari ini mengulang masalah setahun yang lalu, saat Hendra membawa kekasihnya untuk bolos dan di bawa ke markas. Pikiran hanya main sebentar, baru pemanasan Rara cs datang karena hari itu Rara cs pun sedang bolos sekolah. Hilda yang emosi langsung melayangkan tinjunya pada wajah Hendra, dan si cewek di Jambak olek Pipit. Betapa Rara cs begitu jijik melihat kancing baju sang cewek yang sudah terbuka dan kancing bra yang terlepas.
__ADS_1
Satu persatu Rara cs maju untuk memberi bogem mentah pada Hendra, dan sang kekasih sudah mendapatkan tamparan dari Pipit seorang, tapi yah lumayan panas sampe jatuh tuh cewek. Setelah itu Hendra tidak pernah lagi bergabung karna Hendra tau, melawan Rara cs sama dengan melawan anak sekolah satu bus. Juga karena Rara cs anak yang supel, mereka memiliki banyak teman dari berbagai sekolah di kota B. Jadi, saat mereka dalam masalah, akan banyak orang yang membantunya, bahkan supir angkot dan kenek bus pun kenal dengan Rara cs yang terkenal ribut dan bar bar.