
Setelah mengunjungi Bella di rumah sakit, Lita mengarahkan mobilnya ke suatu tempat. Beberapa hari yang lalu ia sudah membuat janji dengan seorang pria. Pria ini kabarnya seorang ahli forensik andalan kepolisian. Banyak laporan otopsi yang dibuatnya menentukan keberhasilan polisi dalam mengungkap kasus kejahatan. Profesor Helmi.
Tidak ada yang menarik dari penampilan pria tua berusia 60an itu. Disebelahnya, ada seorang pria berusia pertengahan 40an yang menemaninya. Yandri. Lita menemui kedua orang itu di kafe kecil pinggir jalan.
Sebelum ini ia pernah beberapa kali bertemu dengan Yandri untuk membahas Bella, dan oleh karena itu juga, Lita hari ini bisa berada di sini untuk bertemu dengan profesor Helmi.
__ADS_1
Ada satu hal yang Lita tutupi dari Bella. Wanita itu masih mencari cara untuk lebih mendalami kepribadian gadis psikopat itu. Dan ia juga merasa, kasus kali ini akan menjadi titik balik Bella. Ia bekerja sama dengan Yandri untuk sementara waktu menyembunyikan hal ini dari Bella. Lita cukup beralasan kali ini. Ditakutkan, jika Bella mengetahui hal ini disaat Lita belum menemukan cara untuk menjinakkan gadis itu, Bella bisa memberontak, mengamuk bahkan mungkin melukai orang disekitarnya.
Percakapan berlangsung singkat selama setengah jam. Setelah itu mereka bertiga pergi ke suatu tempat.
**********
__ADS_1
Bella mendorong gadis itu kuat hingga terjatuh, saat mendongak, terlihat mata gadis itu memandang tidak mengerti. Separuh wajah gadis itu tertutupi masker, ditambah gelapnya malam membuat Bella tidak bisa melihat dengan jelas. Satu hal yang ia tau, gadis itu adalah targetnya. Gadis yang sering menemuinya dengan memakai jaket yang sama setiap waktu.
Bella berjalan mendekati gadis itu dan mengarahkan kedua tangannya tepat menuju leher. Sekuat tenaga ia tumpu di bagian vital tersebut, gadis itu memberontak dan mulai menarik tangan Bella yang tertutup jaket. Satu menit terlewati sampai akhirnya sosok di hadapannya mulai melemas dan berhenti bergerak.
************
__ADS_1
Lita memandang gadis dihadapannya yang menatap kosong ke lantai. Terlihat ada trauma mendalam disana. Seseorang yang dekat dengannya kehilangan nyawa, dan seseorang lainnya yang ia kenal menjadi pelakunya. Gadis itu merasa bahwa ia menjadi dalang di balik ini semua. Terlepas apakah ini takdir atau bukan, gadis itu merasakan penyesalan yang teramat dalam. Seharusnya pada malam itu ia tidak membiarkan Kaluna pergi sendiri untuk mencari nasi goreng. Seharusnya pada malam itu ia tidak mengijinkan Kaluna menggunakan jaketnya, jaket satu-satunya yang ia punya. Hal itulah yang terus berputar di kepalanya. Kesadarannya seolah mengambang.
Yandri serta beberapa timnya ditugaskan untuk melindungi gadis itu sampai semua tabir yang sedang dikuak oleh Lita terbongkar. Mereka pun sekaligus bekerja mengumpulkan lebih banyak bukti untuk menyeret Bella ke meja hijau. Kesaksian dari beberapa orang kembali diminta. Yandri mengakui, ada garis merah samar dari kasus pertama yanv terlewat olehnya. Hal itu membuat dirinya dan tim kembali melakukan penyelidikan dari awal. Berbekal keterangan dari Prof Lita dan dr Arka, Yandi mulai mengulang rentetan kesaksian yang telah lalu.