
• Di tempat lain •
Dia berbalik dan menari pelan. Lumayan, tubuh baru ini cukup lentur. Tidak seperti tubuh tua renta yang baru beberapa saat lalu ia tinggalkan.
'Selamat terlahir kembali Ayodya," batinnya berkata.
'Dan terima kasih Amira, atas tubuh ini!'
***
Siswa kelas XI SMA Negeri 3 riuh berkumpul di halaman sekolah. Mereka menunggu bis pariwisata yang akan membawa mereka study tour ke Jogya. Euforia terlihat jelas di wajah mereka. Sinta, Rani dan Ara tampak berteduh di bawah pohon. Mereka bertiga terkenal sebagai gadis-gadis populer di sekolah.
"Mana si Amira?! Dibilangin jangan dateng telat, malah belum nongol" desis Sinta kesal.
Rani dan Ara menatapnya sekilas. Sejak kejadian dua hari lalu, kedua gadis itu lebih banyak terdiam. Ingatan mereka memutar memori di hari kelabu itu. Saat mereka bertiga menekan habis-habisan Amira. Seorang yatim piatu yang diangkat anak oleh seorang mantan penari tradisional terkenal di kota ini.
__ADS_1
***
"Kalo aku bilang pungut, tandanya kamu harus pungut Amira!" bentak Sinta keras dan menekan wajah Amira ke tanah.
"Pungut dengan menggunakan mulutmu. Orang rendahan sepertimu pantas sejajar dengan kakiku!"
Melihat Amira yang hanya diam saja menyulut emosi Sinta. Gadis itu mulai melakukan kekerasan fisik. Me*mukul, menen*dang, menjam*bak. Rintih kesakitan dan ampunan keluar dari mulut Amira. Hal itu justru membuat Sinta semakin kalap. Dia merobek seragam gadis malang itu dan merekamnya yang sudah setengah bu*gil.
Rani dan Ara mulai menatap tidak tega. Awalnya terasa menyenangkan melihat Sinta menyiksa Amira hampir setiap hari. Namun, sejak mengetahui bahwa Amira diangkat anak oleh seorang mantan penari terkenal, segalanya menjadi berubah. Banyak desas desus beredar dan membuat warga sekitar tidak mau berurusan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan sang penari.
***
Ayodya, mantan penari tradisional sekaligus ibu angkat Amira sedang membaca majalah saat gadis itu menerobos masuk dan jatuh bersimpuh di kakinya. Badan gadis itu demam tinggi, serta hampir hilang kesadaran. Dengan segera Ayodya menyuruh Asisten Rumah Tangganya memapah Amira ke kamar. Setelah membersihkan dan mengganti baju gadis itu, ia duduk di samping tempat tidur. Amira mengigau dan berteriak memohon ampun. Dari situlah Ayodya mengetahui jika Amira mengalami tekanan mental yang luar biasa. Wanita tua itu merasa, waktunya sudah tiba. Bergegas ia pergi dan memasuki ruang pribadinya.
Bukan tanpa sebab Ayodya mengangkat Amira sebagai anak. Dari awal pertemuan, dirinya telah menaruh perhatian khusus pada gadis itu. Dan ia memang berniat untuk mengambil sesuatu dari Amira. Tubuh gemulai, proporsional, muda dan kuat milik Amira cocok untuk menjadi rumah selanjutnya. Sudah sejak lama Ayodya menekuni ilmu hitam ini. Ilmu yang membuatnya abadi tapi tidak disertai dengan awet muda. Itulah kenapa, saat tubuh yang sekarang sudah menua dan lemah, ia mencari tubuh baru. Amira-lah pilihannya.
__ADS_1
Petir dan kilat mewarnai malam saat Ayodya mulai melakukan ritual. Ia menya*yat telapak tangannya dan menampung da*rah dalam sebuah cawan. Ia juga melakukan hal yg sama pada Amira. Darah mereka berdua sudah tercampur menjadi satu. Dengan diiringi mantra dan tarian pemuja iblis, ia meneguk isi cawan setengah dan melumuri tubuhnya dengan da*rah tersisa.
Sesuatu tak kasat mata menu*suk jantung Ayodya cepat hingga membuatnya jatuh bersimpuh. Hawa panas menguar dari tubuh renta itu. Di depannya, tubuh Amira bergerak liar dan kejang-kejang. Beberapa menit serasa seperti seabad. Puncak ritual terjadi saat ia merasa kepalanya luar biasa sakit hingga ia kehilangan penglihatannya dan pingsan.
Setelah beberapa saat tidak sadarkan diri, Ayodya terbangun dengan tubuh yang ringan. Tubuh Amira. Ia melangkahkan kaki menuju cermin besar dan menatap bayangannya.
"Selamat terlahir kembali Ayodya Dewi Lasmi."
***
Ayodya yang menggunakan tubuh Amira memasuki bis pariwisata sesaat sebelum bis berangkat. Cemoohan dan lemparan tisu mengarah padanya dari para siswa. Karena menunggunya, bis yang mereka naiki menjadi bis yang paling terakhir berangkat. Ayodya melewati bangku yang diduduki Sinta dan gengnya, melempar senyum tipis, dan terus melangkah ke bagian belakang.
"Selamat jalan mangsa-mangsaku. Dan selamat makan tuan, ini hadiah kecil dariku," gumamnya lirih.
***
__ADS_1
Bis pariwisata 04 yang mengangkut rombongan studi tour siswa SMA Negeri 3 mengalami kecelakaan. Bis terjun ke jurang dengan kedalaman 20 meter di sisi jalan . Hanya ada 1 penumpang selamat. Gadis itu selamat karena secara tidak sengaja ia tertinggal di kamar mandi SPBU saat bis sedang mengisi bahan bakar. Sedangkan seluruh penumpang bis, semua dinyatakan tewas di tempat oleh tim evakuasi.