
Lita memijat keningnya pelan. Ia sudah sampai pada kasus yang sebenarnya enggan ia bahas. Tetapi, ia juga harus menanyakan pada gadis dihadapannya apa motifnya melakukan hal ini.
"Bella..." Panggilnya
"Target ketiga ini merupakan kesalahan saya profesor" Bella langsung menuju ke inti.
"Bagaimana ini bisa menjadi kesalahan?" Tanya Lita
Gadis itu menghela nafas kasar. Dia terdiam beberapa detik sebelum menjawab.
"Ibu bayi itu menemui saya disaat keadaan rumahnya sepi. saya bertanya apakah ia baik-baik saja, dan semua cerita keluar dari mulutnya" Bella kembali terdiam
"Lanjutkan..." lirih Lita
" Dia berencana untuk bunuh diri" jawab gadis itu
"Dia merasa putus asa dan lelah dengan orang-orang sekitar yang menuntutnya untuk menjadi seorang ibu yang hebat. Padahal wanita itu baru kali ini menjadi ibu. Bukankah menjadi ibu pun harus dipelajari profesor?" Bella bertanya balik
"Setiap wanita akan sampai di satu waktu, waktu dimana ia harus belajar menjadi seorang ibu. Menjadi ibu pun harus dipelajari, bukan hanya karena wanita memiliki insting untuk itu"
"Itu benar Bella" jawab Lita
"Akan tiba waktunya setiap wanita menjadi ibu. Mereka akan mulai belajar bagaimana caranya mengurus bayi, menjaga bayi, dan juga siap setiap waktu untuk bayi-bayi mereka. Menjadi ibu juga membutuhkan proses. Untuk hal ini saya setuju" Lanjutnya
Bella tersenyum
__ADS_1
"Tapi mengapa orang sekitar terlalu menuntut banyak profesor? Menurut mereka, setiap wanita yang melahirkan anaknya sudah memiliki kemampuan alami untuk mengurus bayi. Bukankah sesuatu yang terjadi pertama kali itu harus dipelajari dulu?" Tanyanya
"Wanita malang dan bodoh itu juga. Dia salah menangkap maksud saya.."
"Apa maksud kamu Bella? Jelaskan" kata Lita menatap mata Bella
Bella kembali tersenyum, namun kali ini senyumannya terlihat sinis
"Seperti yang saya bilang di awal, wanita itu berniat bunuh diri karena merasa dirinya gagal mengurus bayinya. Bayinya seringkali menangis, dan ia terlalu lelah. Saat ia berusaha menenangkan bayinya, orang disekitarnya bukannya mendukung malah melabelinya sebagai ibu yang tidak berguna. Padahal saya sudah memberitahunya, kalau lambat laun, wanita itu akan terbiasa mengurus bayinya. Itu adalah proses belajar"
"Saya memberitahunya, jika wanita itu bunuh diri, bayinya akan di asuh oleh ayah yang jarang dirumah dan nenek yang bisanya hanya menggerutu. Saya juga bertanya padanya, apakah ia menginginkan hal tersebut. Wanita itu menggeleng profesor"
"Dan bodohnya wanita itu! Dia malah berbalik menghabisi nyawa anaknya sendiri! Sungguh bodoh! Dia tidak bisa mengerti maksud saya!" Suara Bella mulai meninggi.
"Apakah kamu memanipulasi pikiran ibu muda itu Bella?" Tanya Lita pelan.
"Ya!" Jawab Gadis itu tegas
" Seharusnya yang ia habisi adalah orang orang sekitar yang menyudutkannya profesor. Orang orang yang bisanya hanya mendiskreditkannya. Orang-orang yang hanya bisa melihat kelemahannya sebagai ibu baru, tanpa memberikan bantuan atau kontribusi apapun"
"Tapi wanita itu bodoh! Dia tidak mengerti bahwa bayinyalah yang seharusnya dilindungi"
"Saya benci pada orang-orang yang kerjanya hanya bisa menghakimi. Terlebih seorang wanita yang menghakimi wanita lain. Saat sudah menikah, tidak kunjung memiliki anak, disebut mandul. Saat melahirkan, hanya karena melahirkan secara caesar, disebut tidak becus. Mereka seenaknya membicarakan hal ini seolah olah merekalah ibu terhebat, wanita terhebat. Saya benci itu profesor"
"Adapula manusia yang hanya pintar berbicara tapi nol besar dalam perilaku. Mereka berbicara tentang rawannya baby blues atau post partum syndrome yang rentan dialami wanita yang baru melahirkan. Tapi mereka hanya diam saat pihak yang kuat menekan mental para wanita yang baru melahirkan ini. Ketertindasan terjadi bukan karena banyaknya manusia yang menindas. Tapi, karena banyaknya manusia yang tau bahwa hal tersebut salah, dan mereka hanya diam"
__ADS_1
"Dan saya lebih benci pada wanita yang menganggap perkataan yang ditujukan untuk diri mereka tersebut benar"
"Tolong jelaskan Bella" Lita mulai merasakan kepalanya sakit karena ucapan gadis itu
"Ibu bayi itu contohnya. Mertuanyanya sering memakinya, mengatakan bahwa ia tidak becus menjadi ibu. Dan ia merasa dirinya memang seperti itu! Dia mempercayai perkataan buruk orang lain tentang dirinya. Ia tidak punya prinsip yang menyangkut dirinya sendiri. Terlebih lagi dia tidak punya kepercayaan diri bahwa ia pun bisa menjadi ibu yang hebat!"
"Seharusnya wanita itu melenyapkan orang orang yang berpotensi membahayakan ia dan bayinya. Bukannya malah melenyapkan sosok yang seharusnya ia lindungi mati-matian. Seharusnya target saya yang ketiga adalah mertua wanita itu profesor" ucapnya lirih.
Lita mengalihkan matanya ke buku catatan di hadapannya. Matanya tertuju pada poin yang tertulis paling bawah.
• Bella memiliki kemampuan untuk memanipulasi jalan pikiran •
**********
Note ::
Berat ya maaak, haduuuh, pusing saya..
Nulis part ini, emosi saya kemana mana.
Semoga ga terlalu berat untuk dipahami yaa
Tetap membaca untuk membuat pikiran tetap terbuka
Salam!
__ADS_1