Rebellion, Catatan Kecil Seorang Pembunuh

Rebellion, Catatan Kecil Seorang Pembunuh
Episode 9 - Kasus #4 Ikan Buntal


__ADS_3

"Dari mana kamu tau jika ikan buntal beracun" tanya Lita. Siang ini ia menemui Bella yang lagi-lagi sedang duduk di samping jendela rumah sakit jiwa ini.


"Saya membacanya profesor, dari beberapa artikel. Disebutkan di negara yang mayoritas penduduknya memakan ikan buntal, banyak kasus keracunan terjadi" Bella menjawab santai.


"Siang itu saat saya pergi ke pasar, saya melihat ada ikan buntal di salah satu penjual ikan. Saya putuskan untuk membelinya. Saya meminta penjualnya untuk sekalian membersihkannya" gadis itu melanjutkan dengan terkekeh.


Lita menghela nafas dan mengangkat kedua alisnya.


"Saya tau, hanya orang yang terbiasa memasak ikan buntal yang mengerti cara mengolahnya. Racun ikan buntal terdapat pada bagian liver, usus, dan alat kelamin ikan. Dan bapak penjualnya membersihkan ikan itu seperti ikan biasa pada umumnya. Hahahaha..." Kata Bella.


"Bagaimana cara kamu memberikannya kepada pria itu?" Tanya Lita


"Nasi bungkus. Saat orang-orang sedang sibuk menggunjingkan berita itu, saya membeli nasi bungkus dan memasukkan ikan buntal ke dalamnya. Saya menyuruh seorang anak untuk mengantarkannya" jawab Bella

__ADS_1


"Apakah kamu tidak takut ketauan Bella?" Lanjut Lita


"Apabila saya tertangkap pun, saya dapat berkilah profesor. Tidak banyak orang yang tau jika ikan buntal dapat membuat seseorang kehilangan nyawa. Saya akan mengatakan bahwa saya tidak sengaja. Jika polisi mencari motif, saya bersih dari segala motif, saya bahkan tidak mengenal pria itu" Bella tersenyum sinis.


"Kenapa dengan pria itu? Mengapa ia menjadi target kamu Bella"? Tanya Lita


"Seperti yang saya bilang sejak percakapan kita pertama kali profesor. Saya melakukannya karena saya ingin. Tipe lelaki seperti itu, yang tidak bisa menghargai keluarganya, adalah sampah"


"Tahukah anda, diluar sana banyak wanita-wanita hebat yang berjuang habis-habisan untuk hidup ini. Tapi sayangnya, banyak diantara mereka yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Mereka bertahan karena berharap, suatu saat pasangannya akan berubah. Dan anda tau profesor? Sampai kapanpun, watak tidak akan pernah berubah. Hanya kematian yang akan menghentikannya" jelas Bella panjang lebar.


"Dan kamu memutuskan menjadi algojo, betul begitu?" Tanya Lita.


Bella tersenyum

__ADS_1


"Katakanlah seperti itu. Tapi saya memiliki alasan saya sendiri. Jika anda berpikir bahwa saya melakukan pembunuhan dengan alasan yang bisa dibenarkan, anda salah. Saya hanya ingin membunuh seseorang. Dan kebetulan, orang-orang yang telah bertemu malaikat kematian lewat tangan saya adalah mereka yang selama ini menjadi sampah di muka bumi. Oh ya, kasus bayi itu pengecualian. Awalnya saya menyesal, tapi kini tidak lagi"


Lita memicingkan matanya.


"Kenapa?" Tanyanya


"Setau saya bayi-bayi yang meninggal langsung menuju surga. Itu terdengar bagus untuk anak itu. Setidaknya sekarang, ia berada di tempat yang seharusnya"


"Dan untuk pria itu, mungkin ia sekarang sedang menikmati perjalanannya ke neraka" jawab Bella


"Untuk beberapa orang di negara ini, mereka merasa kebal hukum. Hukum tidak mampu menyentuh mereka. Ada 2 golongan profesor. Pertama, golongan atas yang merasa mereka mampu membeli hukum dengan harta yang mereka miliki. Yang kedua, mereka yang merasa hukum tidak dapat menjangkau mereka, karena mereka dapat membungkam orang-orang sekitar dengan menebarkan ketakutan. Hanya hukum rimba yang dapat menyentuh mereka. Dan saya yang akan menjadi eksekutornya" gadis itu menjelaskan lagi


Lita menghela nafas panjang dan menutup catatannya.

__ADS_1


__ADS_2