![Reborn To Survive. [OMNISCIENT READER]](https://asset.asean.biz.id/reborn-to-survive---omniscient-reader-.webp)
"YOO JOONGHYUK, KAU SUNGGUH BAJING*N GILA!"
Tangan Yoo Joonghyuk yang tadinya mencengkeram kerah leher Dokja dengan erat, kini melepaskannya begitu saja pada mulut Ichthyosaurus yang tengah mengangga lebar.
"U-UWAAHH!!" Dokja berteriak keras.
Aku dengan sontak berlari dan memeluk erat tubuh Dokja. Tepatnya, aku memilih ikut terjun ke dalam mulut monster. Daripada selamat tapi bersama b*jing*n gila itu.
Sebelum aku melompat, aku sengaja memukul bagian belakang kepala Joonghyuk. Hitung-hitung aku sekalian melampiaskan uneg-unegku selama ini.
Kulihat ekspresi Joonghyuk kecewa melihatku lebih memilih Dokja.
[Kamu telah gagal menyelesaikan skenario ini.]
"Dal Mi... aku akan menunggumu." Itu adalah kata-kata terakhir Yoo Joonghyuk yang terdengar olehku.
KRAUUKK.
**
Aku bisa merasakan tubuhku terpontang-panting oleh ombak dan paru-paruku terisi oleh air. Untungnya, aku tidak mati karena taring tajam monster laut ini, syukurlah kalau Tuhan masih sayang padaku.
__ADS_1
Aku kemudian merasakan kalau aku masuk di sebuah ruang kosong, kemudian aku membatin,
'Ah, apa aku sudah sampai pada bagian lambung Ichthyosaurus?'
BRUKK.
Saat aku hampir kehabisan nafas, tubuhku mendadak terbanting ke arah bebatuan yang ada dalam lambung Ichthyosaurus. Tak lama setelahnya aku merasakan ada orang yang menggendong tubuhku, meletakkan tubuhku di atas permukaan yang keras, kemudian dia mulai memberiku nafas buatan melalui bibirnya.
Aku bisa merasakan kehangatan pada seluruh tubuhku yang sebelumnya dingin.
Perlahan, aku pun membuka mataku. Kulihat sosok orang itu... Ternyata dia adalah Dokja. Dokja yang ingin memberiku nafas buatan melalui bibir hangat miliknya alhasil terhenti karena melihatku telah sadarkan diri. Aku yang belum sadar total secara tiba-tiba memegang kedua pipinya, menempelkan bibirku dengan miliknya.
Aku kembali menikmati bibir Dokja, segar, kenyal, basah, ada rasa yang sedikit manis. Dokja makin terkejut dan mematung ketika aku mulai memasukkan lidahku ke dalam mulutnya, aku memegang kerah kemejanya lalu memposisikan diriku berada di atas tubuhnya. Aku bisa merasakan kalau tubuh Dokja bergetar sangat hebat seperti ingin meledak. Namun, disisi lain dia kelihatannya juga menikmati ini.
Kulihat wajah Dokja masih semerah udang rebus, dia melirik ke arahku dengan ekspresi campur aduk sambil berbisik. Dia ingin menyampaikan kalau sejak dari tadi ada konstelasi yang menonton kita, tapi saat dia ingin memberitahukannya kepadaku aku malah memasukkan lidahku ke dalam mulutnya.
"A-Apa?!" Kini pipiku juga mulai menjadi merah, semerah milik Dokja.
Aku terlalu sibuk merasakan kenikmatan hakiki ini sampai-sampai lupa kalau para konstelasi akan selalu mengawasi kami kalau 'Channel' sudah dihidupkan.
Aku mulai melihat notifikasi spam pada window milikku.
__ADS_1
[Konstelasi 'Secretive Plotter' terkagum-kagum dengan gairah milikmu.]
[Konstelasi 'Abyssal Black Flame Dragon' berteriak.]
[Konstelasi 'Lord of the Abyss' menutup matanya.]
[500 poin telah disponsorkan.]
[100 koin dikurangi untuk biaya pemakaian channel.]
[Konstelasi 'Judge of Devil' menepuk jidat.]
Dan masih banyak notifikasi lainnya...
Aku mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya, aku menutupi wajahku yang makin memerah dengan telapak tanganku, aku terlalu malu.
Tak lama kemudian dinding perut monster laut bergelegar, dan gelombang-gelombang kecil bermunculan. Dokja memegang tanganku, lalu tangannya yang satunya digunakan untuk melihat isi ponselnya.
"Apakah kalian sudah menyelesaikan 'aktifitas panas' kalian itu?
"Kau... seorang gadis menyedihkan yang cinta mati dengan pacar payahnya, mengorbankan dirinya untuk ikut serta terjun ke dalam mulut monster laut. Romantis sekali~"
__ADS_1
Si Dokkaebi kembali muncul melayang di udara disertai dengan kilatan dan cahaya, tak lupa dengan mulutnya yang selalu digunakan untuk menyindir orang lain.
"Aku sudah menunggumu." Dokja sontak berbalik dan menatap Si Dokkaebi.