![Reborn To Survive. [OMNISCIENT READER]](https://asset.asean.biz.id/reborn-to-survive---omniscient-reader-.webp)
Ha... hahhh...
Emhhh..
"AH– hah...!"
[Sudah berapa lama waktu berlalu?]
[Tidak. Aku pasti bisa melakukan ini...!]
[Ini juga demi Aluna dan Ibuku... tapi, mungkin Ibuku akan baik-baik saja karena dia bukan saja orang lain, melainkan 'Ibu,' kan.]
[Tapi, aku.. mungkin akan mati.]
Aku mendengar suara hati Dokja dengan menggunakan skillku.
"Kumohon jangan pernah menyerah untukku, tetaplah hidup, Kim Dokja."
Ini sudah hari ke-4 sejak skenario dimulai. Saat melalui skenario ini, nafasku seringkali tiba-tiba sesak, kepalaku terasa kunang-kunang dan rasanya seperti ingin pecah. Seluruh tubuhku terasa sangat kaku sampai terkadang aku kesulitan menggerakkan tubuhku, kadang juga pergelangan tanganku terasa keram.
Setiap kali aku mengeluh lapar, Dokja pasti akan menyuruhku menjilat ujung permukaan duri yang kutancapkan pada dinding perut monster laut. Aku kemudian bercanda, kalau aku ingin 'memakan dirinya' saking laparnya aku, tapi Dokja malah tidak paham makna dari perkataanku.
Aku mau tak mau menuruti apa yang Dokja suruh. Aku pun menjilat ujung permukaan dari duri runcing dan tak lama setelah aku menghisapnya, level staminaku bertambah akibat menyerap cairan dari Ichtyosaurus.
Aku tertidur setiap genangan cairan asam lambung Ichtyosaurus mulai surut. Tiap aku terbangun, air dingin dari sungai Han mulai kembali masuk. Dan tiap kali aku ketiduran, pasti aku tertidur dengan posisi aku yang memeluk tubuh Dokja seerat mungkin, seolah dia akan menghilang ditelan air saat aku terbangun.
Hari demi hari... perlahan rasa hangat di dalam perut Ichtyosaurus ini pun menghilang, digantikan dengan perubahan pada tubuhnya yang makin dingin. Ruas-ruas pada dinding perutnya kini makin kaku, dan pergerakan dari tubuh monster laut ini juga semakin jarang.
BRUGGG!!
[Hidden Scenario telah berakhir.]
[Anda memperoleh 9.000 sebagai hadiah.]
[Anda adalah orang pertama yang berhasil memburu spesies laut level 7.]
[Anda memperoleh 1000 koin sebagai hadiah pencapaian.]
[Koin yang Anda miliki: 20.600 koin.]
[Para konstelasi memandang anda takjub.]
Begitu skenario ini telah selesai, muncullah banyak notif. Mau dari konstelasi, kompensasi ataupun dari skenario. Aku juga betul-betul takjub pada keberuntunganku yang bisa mengumpulkan sampai 20.600 koin.
Dokja menjatuhkan tubuhnya saat mengetahui skenario telah selesai dan kita berdua berhasil selamat. Aku ikut menjatuhkan tubuhku di atasnya, menatap Dokja yang sudah lemas, lalu sejenak aku tertawa.
"Ahahah! hah.. ha... akhirnya. Kita selamat, kita berhasil!" Aku tersenyum bahagia ke arahnya, sembari menghapus keringat yang ada pada pipi mulusnya.
__ADS_1
"Hahah... kau benar." Dokja tersenyum lalu mengelus-elus surai rambutku.
Cahaya terang mulai muncul dan menyinari kegelapan, sosok Dokkaebi yang tadi; Bihyeong mulai terlihat jelas muncul di atas kepalaku. Dia yang melihat kami telah berhasil menyelesaikan skenario yang sulit bukan main ini kemudian memuji-muji kemampuan bertahan hidup yang kami berdua punya. Dokja yang melihat Bihyeong kembali berbincang dengannya, hal yang bisa aku bisa simpulkan dari perbincangan mereka adalah: Dokja yang ingin menjual Inti Ichtyosaurus. Atau lebih tepatnya, ia ingin menukarkan itu dengan sebuah item yang nantinya akan menjadi sangat langka... yang bernama 'Broken Faith.'
"Tunggu...! Sebelum itu, konstelasi~ skenario selanjutkan akan dimulai setelah iklan satu ini ya, hehe~"
Bihyeong kemudian menghentikan siarannya karena ada 'sedikit iklan,' samar-samar aku bisa mendengar suara iklan yang dia siarkan makin membesar dan makin panjang.
"Apa ini tentang kontraknya?" Tanya Dokja yang sudah bisa menebak apa yang akan dibicarakan Bihyeong.
Kulihat Bihyeong menuliskan kontraknya dengan rapih dan secara detail... tapi, ada satu yang kurang, yaitu persentasenya.
Dokja yang menyadarinya langsung mengumpati Bihyeong habis-habisan, Dokja lalu berkata kalau aku dan dia akan menerima 100:0. Jika dia tidak menurutinya, aku dengan Dokja berdua akan pindah ke channel sebelah. Bihyeong yang mendengar ucapan Dokja sempat marah, namun pada akhirnya dia menyerah juga dan menyetujui ucapan Dokja tanpa berkata apa-apa lagi.
"Ada satu hal lagi, berikan aku 5.000 koin setiap kali aku dan Aluna berhasil menyelesaikan satu skenario!" Ujar Dokja seolah tidak punya rasa bersalah.
Wajah Bihyeong sekarang makin terlihat mengkerut-kerut.
[Kontrak streaming telah ditandatangani.]
[Anda memperoleh 5.000 koin karena telah berhasil menyelesaikan skenario.]
[Koin yang Anda miliki: 25.600 koin.]
***
Aku dan Dokja akhirnya keluar dari dalam tubuh monster laut dan berenang dari bawah jembatan sungai Han menuju daratan terdekat.
FUWAHH!!
Aku dengan sedikit terengah-engah membantu Dokja untuk naik ke permukaan.
Dokja meregangkan seluruh ototnya, lalu dia tersenyum manis padaku. "Hah... Akhirnya setelah empat hari menghirup aroma asam lambung monster kita bisa menghirup udara segar."
Kami kemudian memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di sekitar sungai Han sambil tertawa dan mengobrol, hitung-hitung refreshing. Bahasan kami sangat acak mulai dari nostalgia masa-masa sekolah, masalah ekonomi, kehidupan masing-masing, dan lain-lain. Sesekali aku dengan Dokja berkecipak dengan air laut, sejenak melupakan kejadian-kejadian mengerikan yang terjadi saat kami berada di dalam perut Ichtyosaurus.
Aku bahkan tak berpikir sama sekali betapa kelakuan kami seperti anak kelas 1 SMA yang baru bermesra-mesraan dan baru mengenal yang namanya 'cinta.'
Namun, kebahagiaan kami ini hanyalah sekejap. Sebentar lagi, aku dan Dokja akan melangkahkan kakiku masuk ke wilayah daratan skenario kedua yang udaranya terkontaminasi.
"Kim Dokja, tahan napasmu." Aku menutup bagian hidungku dengan lengan jas miliknya.
[Kamu telah memasuki skenario utama #2.]
Dokja segera menahan napasnya dan memberikanku item yang dapat membantuku bernapas dalam kabut beracun. Paru-paru monyet ellain ini adalah item yang dibelinya sebagai persiapan untuk skenario kedua, dan item ini bisa digunakan selama 20 menit.
Dengan cepat, kami pun pergi mencari tempat untuk dijarah di sekitar sini mengetahui waktu yang kami punya tidaklah lama. Beberapa langkah dari sungai Han, aku melihat sebuah supermarket kosong.
__ADS_1
Namun sebelum itu kami harus memenuhi kebutuhan utama kami dulu, yaitu pakaian baru yang layak untuk dipakai. Mau tidak mau aku dan Dokja mencari tubuh mayat-mayat dan mengambil pakaian mereka.
Selang beberapa menit mencari-cari, aku menemukan mayat yang mengenakan baju yang sizenya cocok denganku. Kemudian kuganti bajuku yang semula seperti gembel. Kuambil celana jeans, sepatu boots hitam, dan baju putih panjang yang nantinya aku padukan dengan jaket kulit milik mayat lainnya. Aku membersihkan pakaian mayat itu dengan cepat karena waktuku hanya 20 menit. Entah apa yang berada pada pikiranku saat itu, aku juga membawa Syall putih polos.
Aku mulai menginjakkan kakiku ke supermarket yang tak jauh dari tempat kami.
Dokja buru-buru mengambil persediaan makanan, sedangkan aku dengan santai berkeliling sambil mencari salah seorang karakter yang seharusnya akan Kim Dokja selamatkan... dan seharusnya karakter itu berada di sini.
Tak lama setelah aku membatin, aku melihat sosok wanita sedang terbaring tak berdaya. Pakaian yang ia kenakan sudah sobek dan sedikit lusuh. Wanita itu sontak meminta tolong dengan sisa tenaga yang dia punya saat menyadari keberadaanku, dan dengan sisa tenaganya dia merangkak ke arahku.
Tanpa basa-basi lagi, dengan cepat kugotong tubuhnya dan kujejalkan paru-paru monyet Ellain pada mulut wanita itu.
Aku menyisir pelan surai rambutnya, sambil tersenyum hangat aku berkata padanya, "Semuanya akan baik-baik saja, sebentar lagi."
Kulihat reaksi dari wanita itu, dia hanya mengangguk-angguk lemas.
Dokja yang mengetahui kalau aku berniat mau membawa wanita itu bersama kami akhirnya menawarkanku agar Dokja saja yang menggendong wanita tersebut. Aku langsung menolaknya dengan tatapan sinis.
***
Stasiun atas dan Stasiun Oksu mungkin kini sudah hancur. Stasiun bawah tanah yang terdekat dari sini adalah Stasiun Gumho, dan yang lain juga sudah pergi ke sana.
Yang tersisa di dekat sini hanyalah Stasiun Gumho.
Dan kalau tidak salah, itu bagian nomor... ah... itu dia! Pintu Bagian Nomor 4!
Aku meliihat orang yang berjaga di sana. Aku ingat, ini adalah saat sebelum pintu teralis akan ditutup. Aku dan Dokja berteriak sekuat tenaga, berusaha melambai-lambai pada orang yang menjaga pintu nomor 4.
"Hey...! Masih ada orang di luar, dia wanita!" Mendadak, orang yang berjaga di sana menengok ke arah suara yang memanggilnya.
Orang-orang yang menjaga pintu itu kemudian mempersilahkan kami masuk saat mendengar kalau yang di luar juga ada suara seorang wanita. Benar, mereka mempersilahkanku masuk tanpa sedikit memprotes. Padahal, pada cerita novelnya mereka harus dipaksa dulu baru mempersilahkan Dokja masuk, dasar!
[Anda telah memasuki wilayah aman.]
Kabut yang terkontaminasi tidak akan masuk ke area bawah tanah, meski secara logika maupun penelitian ilmiah hal tersebut sangat tidak masuk akal. Namun, logika sains macam apapun sekarang memang tidak akan nyambung, toh, ini memang kiamat.
Aku menurunkan wanita yang sedang aku bopong secara perlahan. Nampaknya, dia masih belum berani berbicara apa-apa.
"Jung Heewon?" Ucapku padanya seolah memang sudah tahu semuanya.
Wanita yang bernama Jung Heewon itu kemudian mendelikkan mata miliknya. Sudah aku duga reaksi seperti ini yang akan keluar, dia terkejut karena aku mengetahui namanya.
Saat dia hendak mengatakan sesuatu padaku, suara ramai langkah kaki mulai berdatangan.
___________________________________________
NOTE!!
__ADS_1
Saya mengkonfirmasi kembali, kalau Dokja memanggil Yeong Dal Mi sebagai Aluna karena saya membuat karakter yang dikenal akrab dengan Aluna seperti keluarganya, teman dekat atau teman lamanya: Hyunsung, Dokja dll, akan tetap memanggilnya dengan nama aslinya (Aluna). Dan orang yang dirasa belum cukup kenal lama dengannya akan memanggilnya sebagai Yeong Dal Mi. Contoh: Sangah, Gilyoung, Heewon, Joonghyuk.. dan katakter-katakter lain yang baru saja bertemu dengannya.
Lalu, saya akan membatasi jadwal upload novel saya yang sebelumnya sehari sekali, atau absen sekali langsung upload 2× SEKARANG MENJADI 3-4× SEMINGGU!