![Reborn To Survive. [OMNISCIENT READER]](https://asset.asean.biz.id/reborn-to-survive---omniscient-reader-.webp)
[Skill Omniscient Future Reader kembali diaktifkan.]
Sambil mendengar perbincangan diantara mereka, aku sesekali berinteraksi dengan para konstelasi. Ya, agar mendapatkan perhatian mereka juga sih.
Aku mendengar si Dokkaebi mengancam kami dengan ancamannya yang basi,
"Berikan aku 5.100 koin! Kalau tidak aku akan membunuh kalian."
Ekspresi Dokja mulai kesal setengah mati, tapi beberapa detik setelahnya langsung berubah. Dokja tak bisa menahan senyum miringnya.
"Kau bercanda? Ancamanmu itu basi, aku tidak akan memberikannya."
"Kalau gitu, apa kubiarkan kamu mati saja? Aku bisa saja tidak menerima koin yang kamu bayarkan, lho. Kalau kamu tak puas, aku juga bisa dengan mudah mengakhiri semuanya."
"Kalau gitu coba saja bunuh kami berdua."
"Eh?" Dokkaebi itu bingung dengan ucapan Dokja barusan.
"Ayo bunuh kami berdua."
Dokkaebi itu masih membeku di tempat setelah mendengar ucapan dari mulut Dokja. Jelas saja, ada banyak orang yang minat dengan channel miliknya karena keberadaanku dan Dokja. Dan jika kami dibunuh oleh si Dokkaebi, orang-orang yang menaruh minat pada channelnya akan menghilang begitu saja. Demi penonton channelnya, dia harus menjaga kita berdua dengan baik.
"Jadi, kamu tidak bisa membunuhku, kan?"
Mata si Dokkaebi menjadi merah menyala, mulai muncul kerutan pada dahinya.
"Haha, kau nampaknya benar-benar membuatku marah, ya."
"Dokkaebi level rendahan, Bihyeong. Bagaimana aktivitasmu sebagai seorang streamer?" Dokja kini secara to the point meluncurkan rencananya.
"S-Siapa kau sebenarnya!! B-Bagaimana seorang manusia sepertimu bisa tahu namaku?!"
Seakan-akan topeng yang dipakainya pecah, Si Dokkaebi yang bernama Bihyeong menunjukkan ekspresi wajah panik dan kebingungan. Setelah beberapa menit dia memutuskan untuk menutup channelnya, Dokja kemudian melakukan negoisasi– di akhiri dengan dirinya yang bicara mau membuat kesepakatan dengan Bihyeong dengan embel-embel akan menjadikannya sebagai 'Raja Goblin.' atau, 'Sang Pendongeng Hebat.'
Aku melihat tatapan luluh dari seorang Dokkaebi seperti Bihyeong. Namun, dengan sekejap tatapan itu tergantikan dengan gelak tawa dari mulutnya. Nampaknya dia sedikit salah paham dengan apa yang Dokja katakan, Dokja menjelaskan kalau dia tidak menginginkan 'kekuatannya,' melainkan dia menginginkan 'channelnya.' Alias, membuat
"Haha, mengejutkan. Berani-beraninya kau... bahkan seorang serangga kecil sepertimu yang bahkan tidak punya konstelasi pendukung?"
__ADS_1
"Maksud dari perkataanmu? Justru aku– dan Aluna, adalah orang yang pantas untuk membuat kontrak karena tak punya konstelasi pendukung."
"...Jangan bilang kau ingin membikin kontrak lebih dari satu orang? Mana bisa–"
"Bisa saja. Kau belum pernah membuat kontrak seperti ini sebelumnya, bukankah begitu? Subscriber dari terbagi jadi dua jenis kelompok, yang pertama adalah para pencari kesenangan; yang memutar channel untuk melepas kebosanan. Sementara yang satu lagi; adalah para pencari inkarnasi, yang ingin mencari seseorang untuk membuat kontrak, alias menjadi inkarnasi mereka."
"Untuk menjadi channel yang terkenal di kau harus memuaskan keinginan salah satu dari dua kelompok ini. Jadi, kau harus pilih fokus membuat konten untuk para pencari kesenangan atau untuk mencari orang untuk menjadi inkarnasi mereka."
"Bagaimana kalau kita membuat channel ini sebagai... channel yang menarik perhatian kedua kelompok tersebut. Kita bisa saja mencari dua orang, yang satunya sebagai pemuas 'Pencari Hiburan' dan 'Pencari Inkarnasi'?" Celetukku yang tiba-tiba ikut masuk dalam obrolan mereka.
"I-Itu sih mustahil, dan dua orang itu–"
"Kebetulan, 'Dua Orang' itu sekarang sedang berada di depanmu." Ujarku sambil berdehem kecil.
Bihyeong termenung, sesaat dia memandangku ragu. Aku mencoba meyakinkannya kalau kita bisa saja menarik perhatian para 'pencari hiburan,' dan 'pencari inkarnasi' sekaligus dengan cara tidak membuat kontrak dengan konstelasi manapun, lalu para inkarnasi yang tidak membuat kontrak ini mempunyai kekuatan dan kemampuan yang melampaui inkarnasi yang memiliki konstelasi pendukung.
Keberadaan inkarnasi yang kuat sangat memengaruhi minat banyak konstelasi, selama inkarnasi itu belum mempunyai sponsor, maka para konstelasi terus berdatangan demi menjadi sponsor si inkarnasi ini.
Bihyeong pun terdiam sebelum Skenario Tersembunyi tiba-tiba muncul.
Tingkat Kesulitan: A+
Syarat Penyelesaian: Bunuhlah Ichtyosaurus, dan keluar dari dari dalam perut Ichtyosaurus.
Batas Waktu: 10 Hari.
Hadiah: 9,000 Koin.
Jika Gagal: Mati.
Berbeda dengan Skenario Utama atau Skenario sampingan dikendalikan oleh Dokkaebi, Skenario Tersembunyi muncul secara otomatis kalau ada hal-hal yang terpenuhi.
Ombak kecil mulai bermunculan, menghantam dinding perut milik Ichthyosaurus.
Lalu setelah adu argumen yang panjang kali lebar, Bihyeong akhirnya menyetujui tawaranku itu dengan syarat aku harus melewati Skenario Tersembunyi ini dengan selamat.
__ADS_1
Aku kemudian membuka windowku dan mencari produk yang dirasa berguna untuk menghadapi skenario ini. Dokja menghampiriku dan menanyakan barang apa yang akan aku beli, aku pun berkata kalau aku akan membeli barang yang dirasa berguna untuk stamina. Dia kemudian mengangguk-angguk, menyarankanku untuk membeli dan
Aku hanya menuruti apa yang dia sampaikan, karena aku yakin kalau nantinya Dokja bisa keluar dari perut Monster Laut juga karena ini.
Ya itu juga karena aku menggunakan skill [Omniscient Future Reader] milikku ini sih.
[Anda telah memakai 1.800 koin.]
"Kau boros sekali, ya. Yakin tidak mau refund?" Meski Bihyeong kelihatan tidak puas, tapi dia akhirnya menerima pembayaranku.
"Hehe, tidak. Aku yakin dengan apa yang aku punya, dan kalau aku berhasil... sesuai janjimu ya~" Ujarku mengedipkan mataku padanya, Bihyeong mengangguk lalu menepuk jidatnya melihat kelakuanku.
Kilatan cahaya muncul dan Bihyeong menghilang di dalamnya, dan dalam sekejap pemandangan di sekitarku kembali diselimuti oleh kegelapan. Dokja kembali menyalakan senter di ponselnya.
Aku mulai serius kali ini, aku mengaktifkan skill [Ambitious Head] yang mungkin saja membantuku dalam skenario ini.
Kubuka bajuku menyisakan Tank Top Sport yang aku kenakan, Dokja yang melihatnya membelalakkan mata dan segera menutupi bagian tubuhku yang terbuka dengan jasnya. Saat kutanyakan dia kenapa, dia malah menjawab, kalau itu aset miliknya. Dasar orang aneh.
"Dokja. Duri runcing ini apakah akan kita gunakan untuk... memanjat?" Aku sedikit gugup, aku takut akan ketinggian dan jika harus memanjat hanya menggunakan ini... aku mungkin akan pikir-pikir lagi.
"Ah. Aku lupa kalau kau takut ketinggian." Ujarnya seolah tahu apa yang aku pikirkan.
Dokja memasang pose orang yang sedang berpikir, meletakkan jari telunjuknya pada dagunya. "Apa perlu kau aku gendong saja?"
"Punggungmu akan sakit kalau menanggung berat tubuhku, baiklah kalau begitu. Aku akan memanjat sendiri."
Dokja mengangguk paham padaku, walau kelihatannya dia tidak yakin kalau aku bisa menangani rasa takutku ini.
Dalam kegelapan, ini memberiku sedikit penerangan, ini lumayan membantuku.
Aku lalu mengikuti intruksi yang diberikan Dokja. Aku menggenggam duri runcing itu, mengoleskannya dengan getah kuda laut palu lalu ku tancapkan pada dinding perut Ichtyosaurus.
HWEEEKK!!
Setelah kutancapkan duri-duri itu, lubang-lubang di langit-langit perut terbuka dalam waktu bersamaan. Dari setiap lubang yang tadi mulai keluar cairan yang menjijikkan membuatku ingin muntah.
KRRR... KRRRK..
__ADS_1
Asam lambung bercampur dengan air sungai Han dan mulai melelehkan semua yang terkena cairan itu. Aku dengan cepat mulai memanjat sepanjang dinding perut monster laut, seperti orang yang sedang memanjat tebing. Aku segera menyusul Dokja yang sudah berada di bagian atas, Dokja memandangku dengan khawatir. Seolah aku sudah tahu apa yang dipikirkannya, aku pun menggelengkan kepalaku, dan berkata kalau aku akan baik-baik saja.