
Setelah melakukan perjalanan yang agak memakan waktu yuuta telah sampai di kota nias dan kini ia berada di udara tepat dibawahnya ia telah berada di kota nias
kota nias terlihat cukup luas dan bahkan lebih besar dari kota fionaxar namun luasnya kota nias hanya sebagai dari daerah mereka yang terbilang makmar
terdapat sebuah tembok yang sangat besar yang membagi dua sisi kota nias
yuuta mulai turun dari udara dan mendarat dipermukaan diperbatasan kota dan ia mulai berjalan ditengah-tengah keramaian kota, terlihat seluruh penduduknya begitu sejahtera dan makmur
dan disisi lain bagian timur kota nias yang terhalang olehnya tembok yang sangat besar yang membelah dua nias menjadi bagian timur dan barat, kini yuuta berada dibagian barat kota nias
' jadi begitu yang dimaksud kota nias kota yang paling makmur dan sejahtera sebenarnya hanya sebagai dari kota saja yang dianggap.. dan dibalik tembok itu terdapat banyak kelaparan dan kemiskinan dimana-mana.. ' pikir yuuta yang melihat sekitarnya dengan seksama
' tapi aneh sekali.. seakan orang-orang disini tidak memperdulikan orang-orang dibalik dinding besar itu.. '
' rasanya aku tidak asing dengan tembok besar itu? tapi dimana ya? ' pikir yuuta
' ya sudahlah.. itu semua tidak ada hubungannya denganku.. aku tidak boleh membuat menarik perhatian orang-orang dan tidak bergerak secara mencolok.. '
yuuta berjalan ke sebuah toko makanan dan membeli seluruh kebutuhannya dan membeli beberapa perbekalan yang ia butuhkan
seketika saat yuuta sedang berbelanja dari arah utara terlihat seorang laki-laki remaja yang menutupi wajahnya dengan kain hitam dan ia mengengam sebuah buntalan kain yang berisi uang dan makanan
laki-laki remaja itu dikejar oleh beberapa pria yang membawa senjata ditangannya dan berusaha untuk menangkapnya
" tunggu dasar pencuri!... " Teriak mereka
laki-laki remaja itu berlari sangat cepat dan melewati yuuta dan secara tidak langsung mata mereka saling, remaja itu melompat ke atap langit-langit perumahan dan berlari diketinggian atap
" heh!.. percuma saja kalian mengejarku! pencuri handal kaitou ini tidak mungkin bisa ditangkap oleh kalian!.. " ucap remaja itu dan melompat salto belakang dan melewati perbatasan dinding besar itu
" orang itu apa yang sedang dia lakukan? " ucap yuuta dengan nada rendah
sekelompok prajurit yang mengejar begitu kesal dengan laki-laki itu yang berhasil kabur melarikan diri dari mereka dengan rasa kesal mereka pergi dan meninggalkan tempat itu
" sial awas saja jika ketemu!.. " ucap salah satu prajurit
setelah itu yuuta yang telah selesai berbelanja ia berjalan kembali mengelilingi kota nias dan pergi ke penjuru tempat dan memperhatikan kondisi sekitarnya
disetiap yuuta melangkahkan kakinya disekeliling semua penduduk hidup dengan tentram namun sesaat disebuah toko buah terlihat seorang pria setengah paru baya menginjak-injak anak perempuan yang menundukkan kepalanya ke tanah
" dasar bocah ingusan! beraninya kau mencuri buah-buahanku!.. mari biar ku beri kamu pelajaran!.."
__ADS_1
(Buk! Buk! Buk!)
dilengan anak itu terdapat beberapa apel dan melindungi apel itu dengan tubuhnya, ia cukup menerima luka lemam yang cukup serius dan memakai pakaian yang kotor dan bertelanjang kaki
' anak itu... tapi kenapa orang-orang disini hanya melihat dan membiarkan pria itu menghajar anak kecil itu.. seolah-olah mereka telah terbiasa dengan itu?! ' pikir yuuta
disekujur yuuta terdapat banyak penduduk dan toko-toko yang berjejer namun mereka hanya diam dan seakan tidak perduli dengan perlakuan pria itu pada anak kecil itu
(Tap!)
dengan cepat yuuta telah berada didepan anak itu dan menangkap tendangan yang diarahkan ke anak tersebut, dengan tersenyum diwajahnya ia menujuk rasa kepedulian pada anak itu
" apa kau tidak apa-apa nona kecil.. " ucap yuuta
" si-siapa kau beraninya kau menghalangi aku.."
" huh?! tidak perduli siapa aku, hanya saja! lepaskan dia!.. sekarang juga!.. " ucap yuuta dengan menatap pria itu dengan tajam
" ekh! o-orang ini?! tatapan mata apa itu?! " Gumam pria itu yang ketakutan dengan yuuta yang mengertak pria itu
" sialan jangan halangi aku.. aku hanya ingin menghukum pencuri itu saja.. " ucap pria itu yang ketakutan
yuuta melemparkan sebuah koin emas pada pria itu dengan berhati-hati pria itu menangkapnya dan membuka telapak tangannya dan sesaat betapa terkejutnya ia saat melihatnya
" ko-koin emas?! 1 koin emas bisa ditukar dengan sekantung koin perak!.. sekantung koin perak bahkan bisa membeli seluruh daganganku!.. " ucapnya yang berkeringat dingin
" apa koin emas itu benar-benar sehebat itukah?! pantas saja setiap aku membeli sesuatu mereka sangat berterima kasih.. padahal aku hanya memberikan satu koin saja " gumam yuuta
" jika satu koin emas itu sama dengan 1 juta yen itu aku mempunyai sekantung koin emas yang berjumlah ratusan.. itu berarti 1 dikali 300 koin, 300 juta yen!.. aku saat ini menjadi jutawan!.. " gumam yuuta yang cukup terkejut dengan jumlah uang yang diberikan oleh raja
" apa itu sudah cukup?! " Ucap yuuta
" iya ini sudah lebih dari cukup! baiklah ku lepaskan anak itu dan jangan sesekali lagi dia mencuri daganganku lagi!.. " ucap pria itu
" huh.. untuk sekarang masalah telah terselesaikan.. dan selanjutnya.. " gumam yuuta
sesaat yuuta menunduk dan mengangkat anak perempuan itu membantunya berdiri setelah anak itu berdiri yuuta membersihkan pakaiannya yang kotor dengan tangannya
" nona kecil apa ada yang terluka.. hmm, jadi bagian ini ya? sini perlihatkan padaku.. " ucap yuuta dan melihat luka dibagian sikunya
" sakit! " Ujar anak ini
__ADS_1
anak itu mempunyai rambut berwarna cokelat kehitaman dan mata berwarna ungu kemerahan ia terlihat seperti anak yang berusia sekitar 6-7 tahun
seketika luka yang ada disiku anak itu menghilang dengan sendirinya dan melihat luka itu yang terjadi tiba-tiba menghilang membuatnya terkagum dengannya
" onii-san apa itu barusan? " Ucapnya yang kebingungan
" ah.. itu hanya sihir.. ya walaupun sihir medisku tidak terlalu efektif pada luka besar hanya dapat menyembuhkan luka ringan saja.." ucap yuuta sambil tersenyum masam
" sihir? onii-san bisa mengunakan sihir?! luar biasa!.." ucap anak itu
" ya hanya sedikit saja kok.. ngomong-ngomong nona kecil kenapa kamu mencuri apel itu? " ucap yuuta
" emh.. i-itu aku bukan ingin mencurinya, aku berniat untuk membelinya tapi aku tidak mempunyai uang.. adikku sudah tidak makan selama 3 hari dia itu selalu sakit-sakitan.. karena itu aku sebagai kakaknya harus melindunginya.. " ucap anak perempuan itu yang sedikit meneteskan air mata dan dengan tatapan penuh keyakinan
" jadi begitu.. aku tidak merasa kamu tidak berbohong aku bisa melihatnya dari tatapan matamu itu.. hmm benar juga ya ngomong-ngomong adikmu sakit apa.. " ucap yuuta
" dia demam tinggi sudah 2 minggu lebih dia demam dan kondisi semakin parah.. " ucap anak itu
" demam ya? apel, benar apel! yang ku dengar apel bisa menurunkan suhu panas.. tidak, mungkin semangka.. semangka mempunyai kandungan air yang tinggi itu dapat menurunkan suhu panas dari badan manusia.. " gumam yuuta
" baiklah.. nona kecil beritahu siapa namamu? " Ucap yuuta
" Lilie.. n-namaku lilie.. " ucap lilie
" begitu, lilie-chan ya.. nama yang bagus.. lilie-chan maukah ikut denganku sebentar saja.. aku akan membantu menyembuhkan adikmu itu.. " ucap yuuta sambil tersenyum
" eh?! yang benar? onii-san mau menyembuhkan adikku? "
" itu benar.. aku tidak bisa membiarkan nona kecil ini terus-terusan bersedih.. onii-san akan membantu lilie-chan semampuku.. " ucap nya
" eto.. bahan-bahan yang mudah didapat disekitar sini.. yang dapat menyembuhkan demam.. pertama madu dan lemon.. semangka untuk meringankan sedikit panas dan lalu apel dapat bertahan selama
1 minggu penuh
" ya.. untuk sementara aku tinggal di kota ini dulu..
pertama ku selidiki terlebih dahulu " gumam yuuta
Bersambung.....
Untuk sementara waktu cerita ini tidak akan update untuk sementara waktu karena author punya kesibukan kerjaan setelah selesai akan update kembali
__ADS_1