
Sementara itu dalam istana kerajaan raja edward berada disingasananya duduk diatasnya dengan ekspresi wajah kesal
ruangan yang dimana terdapat singasana raja dan terlihat beberapa orang yang menjadi petinggi kerajaan yang mempunyai jabatan tinggi berbaris disamping raja
terlihat liseltra yang berada didekat raja edward dan wajahnya begitu datar yang bosan dengan hal semua itu dan terus berpura-pura menjadi putri yang sempurna dan memperhatikan raja edward dengan seksama
" apa katamu?!.. penyusup!.. bentengku berhasil dibobol oleh penyusup rendahan?! kalian ini benar-benar tidak berguna!.. apa saja yang kalian lakukan semalam?!.. " ucap raja itu dengan emosi mengatakannya
" ma-maafkan aku yang mulia.. tapi kami tidak merasakan keberadaan penyusup itu.. bahkan wajahnya saja tidak terlihat " ucap komandan penjaga
" jangan banyak alasan!.. cepat pergi cari penyusup itu! kemungkinan dia masih berada dikota ini!.. cepat!.. itu jika kalian tidak ingin keluarga kalian baik-baik saja.." ucap raja edward
seketika komandan penjaga itu dengan terpaksa segera melaksanakan perintah edward mereka melakukan hal itu karena keluarga mereka akan dalam bahaya jika menolaknya
# Liseltra Von Livetto #
' sungguh ayah benar-benar yang terburuk!..' isi hati liseltra
sesaat liseltra mulai berjalan meninggalkan ruangan raja dan tanpa dicurigai siapapun dan bahkan ayahnya sendiri liseltra pergi keluar istana seorang dengan menyamarkan identitas
ia menggantikan pakaiannya memakai pakaian seperti penduduk kota dan menutupi wajahnya dengan kain cokelat kehitaman dan merubah penampilannya hingga 180 derajat
beberapa menit telah berlalu liseltra terlihat berjalan-jalan ditengah permukiman warga tanpa dicurigai dan tanpa diketahui indentitas nya
sesaat terdapat keramaian
terdapat beberapa orang yang menunggangi kuda beberapa pria dewasa dengan menggunakan armor tebal menyebarkan selembaran kepada para warga
" perhatian semuanya!.. saat ini raja sedang mencari penyusup yang masuk kedalam benteng semalam.. jika ada orang yang gerak-geriknya mencurigakan, mohon laporkan pada kami.." ucap pria itu dengan suara yang lantang
sesaat liseltra mendekati kemurungan itu dan mengambil selembar kertas yang disebarkan oleh kelompok pria itu, terlihat dikertas yang terdapat gambar lukisan tangan terlihat sosok penyusup didalam kertas itu
disaat yang bersamaan yuuta dan yang lainnya berada ditempat yang sama seperti liseltra berada dan tidak jauh darinya
" ayah benar-benar melakukannya!.. " ucapnya dengan suara kecil
" emm? "
seketika tanpa disengaja liseltra menengok kearah samping dan terdapat yuuta lei dan latifah yang juga melihat pengumuman itu sesaat ia segera mendekati nya
" kalian juga ada disini ya.. " ucap liseltra menyapa mereka dengan ramah
" em? ah.. liset-!..." Ucap lei
sebelum lei selesai berbicara ia sudah membungkam mulutnya dengan menutupinya dengan tangan
" tunggu!.. jangan panggil nama itu disini.. kita pergi ke tempat yang aman.." ucap liseltra
setelah itu mereka berempat pergi ke lorong sepi yang tidak ada siapa lewat dan mereka mulai berbicara disana tanpa diketahui oleh orang lain
" jadi liseltra.. kenapa kau berada ditempat seperti ini.." ucap lei
__ADS_1
" hah? itu tentu saja kan.. aku tidak betah berlama-lama dengan ayahku.. aku tidak tahan melihat sikapnya! " Ucap liseltra tanpa sengaja mengeluarkan sifat yang sebenarnya
" ah.. begitu ternyata.. ngomong-ngomong ada apa dengan pengumuman itu? " Ucap lei
" seperti yang kamu lihat sendiri.. ayah mulai bertindak mencari pelaku penyusupan semalam.. yang kalian lakukan!.." ucap liseltra
" begitu.. oh iya aku lupa.. sekali lagi perkenalkan dia liseltra.. " ucap lei
" senang bertemu denganmu.. lalu siapa nama penyusup ini? " Ucap liseltra
" namaku yuuta senang bertemu denganmu lisetra-san.. " ucap yuuta dengan ramah
" yuuta? sepertinya aku pernah mendengar nama itu tapi dimana ya? tapi ya sudahlah, senang bertemu denganmu juga yuuta-kun.." ucap liseltra
liseltra seakan mengenali dan mengetahui nama yuuta namun ia terlihat tidak perduli dengan hal itu dan mengabaikannya begitu saja
sesaat liseltra mendekatkan wajahnya dengan wajah yuuta dan memperhatikan wajah yuuta dengan seksama dan dengan tatapan tajam
" hmm? kamu terlihat lebih muda dariku berapa usiamu.." ucap liseltra menatap yuuta dengan tajam
" jangan menatapku seperti itu rasanya menakutkan
a-aku masih 12 tahun.. " ucap yuuta dengan tersenyum pahit
" wah?! benarkah itu!.. kamu 2 tahun lebih muda dariku tapi bagaimana caramu melewati penjaga yang ada didalam benteng?!.. sebelumnya tidak ada orang yang dapat melakukan, bahkan lei sekalipun " ucap liseltra kembali dan menjaga jarak dari yuuta
" benarkah itu lei? " ucap yuuta yang penasaran
" ya begitulah.. sangat sulit untuk menembus pertahanan mereka tapi kali ini untuk pertama kalinya benteng itu berhasil dibobol oleh mu.." ucap Lei
" namanya latifah.. yuuta mengambilnya dari bentengmu.." ucap Lei
" mengambil? kamu kira dia barang.. tapi dia imut sekali!.. apa ini?! Imutnya!.." teriak liseltra dan segera memeluk Latifah
seketika dengan penuh semangat karena keimutan latifah membuat liseltra tergoyahkan dan langsung memeluknya dengan erat dan mengelus-elus rambutnya
karena hal itu membuat latifah sedikit ketakutan dengan liseltra dan kebingungan hingga membuatnya panik dan tidak dapat berbicara
" a-anu.. a-anu.." ucap latifah dengan suara kecil dan lembut
" kyaaa!!... mahkluk apa ini! imutnya!.. hei latifah-chan maukah kamu menjadi adikku.. aku akan merawatmu dengan baik.." ucap liseltra dengan spontan mengatakan
" eh?!.." ujar latifah yang panik dan wajahnya juga ikut memerah
sesaat karena hal itu lei menghelakan nafas pendek dan berjalan menghampiri liseltra seketika ia langsung menarik liseltra dari latifah yang kebingungan dengan situasi itu
" hentikan.. kau membuatnya bingung liseltra.. daripada itu bukankah ada hal penting yang harus kita bicarakan.." ucap lei dan melepaskan tangan dari liseltra
" begitu.. benar juga ya.. " ucap liseltra
liseltra menajamkan matanya sejak sesaat ia membuka matanya kembali dan menatap yuuta dengan serius dan merubah sikapnya 180 derajat yang membuatnya terlihat seperti orang lain
" yuuta-kun.. kamu berasal dari luar kan? 1 hal yang ingin aku tanyakan padamu.. apa tujuanmu datang kesini? " Ucap liseltra
__ADS_1
" itu benar... tujuan tidak lain hanya kebetulan lewat sini saja.. dan setelah melihat kondisi kota ini, aku memutuskan untuk menyelamatkan kota ini.." ucap yuuta
" kebetulan ya? kamu blak-blakan sekali ya.. tapi alasanmu tidak masuk akal.. bisakah beritahu aku siapa dirimu sebenarnya, bagaimana bisa seorang anak yang masih berusia 12 dapat melakukan hal itu, lalu apa yang kau inginkan dari kota ini? kekuasaan? kekayaan? " Ucap liseltra
" hmph! aku tidak tertarik dengan hal itu semua.. aku hanya tidak bisa membiarkan seseorang yang meminta pertolongan dan aku mengabaikannya begitu saja, hanya demi tujuanku, aku tidak melakukan itu.." ucap yuuta sambil tersenyum tipis dan membuang pandangannya ke arah yang berbeda
" aku ini ya.. disaat melihat anak-anak kecil yang kelaparan.. itu mengingatku pada masa kecilku, saat itu aku juga mengalami hal yang sama "
" yuuta.." lei
" yuuta-san... " Ujar latifah
" tinggal dipemukiman kumuh yang penuh dengan orang-orang berbahaya.. tapi sesuatu hari aku ditolong oleh seseorang.. orang itu merubah segala pandanganku, sampai sekarang aku masih berhutang budi kepadanya.. karena itu aku akan akan melindunginya.. sebagai balas budiku.."
" hanya itu saja alasanku.. jika kau masih tetap tidak dapat mempercayaiku.. aku tidak keberatan.." ucap yuuta
" begitu.. aku mengerti.. terima kasih telah menjelaskan hal itu padaku.. dan maafkan aku karena bertanya hal-hal seperti itu.." ucap liseltra dan menundukkan kepalanya pada yuuta
" tidak perlu seperti itu.. wajar saja jika orang asing sepertiku tiba-tiba ingin membantu.. " ucap yuuta
" itu tidak benar.. kamu bukanlah orang asing lagi.. bukannya kita sudah berteman? benarkan lei? " Ucap liseltra dengan senyuman riang diwajahnya
" iya.. itu benar.. kau memang anaknya sedikit aneh.. tapi kami mempercayaimu yuuta.. karena kaulah yang memberikan harapan pada kami.." ucap lei dengan senyuman riang diwajahnya
" oh iya.. liseltra maukah kau bergabung dengan kita.. aku rasa kau akan sangat berguna dalam hal ini.." ucap Lei dengan bersemangat
" benar juga ya.. kau kan putri raja.." ucap yuuta
" eh? ngomong-ngomong sebenarnya sedang kalian rencanakan sampai menyusup ke benteng.." ucap liseltra
" kalau itu tentu saja.. kita akan menyatukan nias barat dan nias timur.. seperti dulu lagi.." ucap yuuta
" eh? apa hal seperti itu bisa dilakukan? " Ucap liseltra
" tentu saja bisa.. selama kita mempunyai yuuta disini kita dapat mengembalikan negara ini seperti dulu lagi yang damai.. " ucap lei
seketika liseltra terpukau dengan perkataan lei dan menatapnya dengan perasaan kagum dan sesaat ia kembali tersenyum
" tapi jika kau melakukan ini.. ayahmu akan turun dari jabatan raja nya.. dan otomatis kau juga tidak akan lagi menjadi tuan putri.." ucap yuuta
" hmph!.. jangan remehkan aku!.. aku tidak takut walaupun harus kehilangan posisi tuan putri ini.. baiklah aku bergabung dengan kalian.. kita akan membangun kembali negara ini dengan menjadi yang jauh lebih baik dari sekarang.." ucap liseltra dengan bersemangat
" kalau begitu.." lei dengan tersenyum
" ya.. dengan begini kelompok kita telah sempurna.. aku, lei, liseltra lalu latifah.. kita pasti bisa merubah negeri yang penuh kebusukan ini menjadi negeri yang indah.." ucap yuuta
" eh?!.. aku juga harus ikut.." ucap latifah yang panik karena hal itu
" tentu saja kan.. kau adalah bagian dari kami.. setelah semua ini selesai kita akan berpesta dan membawamu pulang ke kampung halamanmu.." ucap yuuta
" untuk seterusnya mohon kerjasamanya..." Ucap yuuta
" mohon kerjasamanya juga!.." teriak mereka berempat dengan senyuman riang gembira diwajah mereka
__ADS_1
dan setelah itu mereka telah membentuk tim sempurna untuk mengubah nias yang sekarang agar menjadi negeri yang damai dan itulah awal kerjasama mereka dimulai