Reinkarnasi Di Dunia Otome Sebagai Figuran C Penguasa Spirit Terkuat

Reinkarnasi Di Dunia Otome Sebagai Figuran C Penguasa Spirit Terkuat
Chapter 5: Akademi Sihir dan Pedang


__ADS_3

Yuuta bersama dengan fidia masuk kedalam perpustakaan sihir yang terlihat sudah sangat tua yang sudah berumur ribuan tahun dan banyak buku-buku yang sudah berdebu dan menjadi kuning


fidia berjalan berkeliling perpustakaan bersamaan dengan yuuta ia begitu terkagum-kagum dengan buku-buku sihir yang berjejer dimana-mana disekelilingnya


" yuu.. sini lihatlah ini.. " ucap fidia yang berada disebuah rak buku dan mengambil sebuah buku yang sudah dipenuhi oleh debu dan kotoran


fidia membersihkan buku itu dan lalu membuka buku itu dan terdapat didalam buku itu banyak sekali bacaan-bacaan kuno yang menjelaskan dan mantra-mantra sihir didalamnya dan lalu memberikannya pada yuuta


" ini kan.. tulisan alphabet inggris.. tapi cara baca hurufnya terbalik?!.. " gumam yuuta


" mungkin aku bisa membacanya!.. " gumamnya yang cukup percaya diri


" sihir adalah hal yang begitu penting dalam dunia ini.. setiap manusia memiliki energi sihir yang disebut sebagai mana.. namun setiap orang memiliki kapasitas mana yang berbeda-beda.. dan didunia ini juga terdapat sebuah keberadaan hambanya terlihat itulah spirit.. setiap spirit akan memilih orang yang cocok untuk menguasai kekuatannya dan mengendalikannya.. " yuuta


" tahap dasar untuk menguasai spirit dan energi mana dengan cara belajar mengendalikan jumlah mana yang harus dikeluarkan.. jika kau ingin mengendalikan mana yang ada didalam dirimu maka cobalah fokus dan atur pernapasanmu dan rasakan aura disekitar.. "


setelah itu yuuta mempraktekan ajaran yang disampaikan oleh buku itu dan sesaat yuuta memfokuskan diri dan mengatur pernafasannya dan lalu ia memejamkan matanya


seketika sebuah gelombang berdenyut dan semakin membesarnya sesaat dirinya telah dilapisi oleh energi mana dengan bercampur spirit yang membuatnya meluap disekitar tubuhnya


" kurasa jika auraku keluar itu akan membuat kekuatanku semakin melemah dan hanya dalam digunakan sebentar.. kalau begitu aku harus mencoba memasukkan energi mana kedalam diriku.." gumam yuuta


yuuta menyerap energi mana secara perlahan itu masuk kedalam diri yuuta dan membuat aura energi nya semakin menciut dan menghilang masuk habis tersedut ke dalam dirinya


" he-hebat.. yuu kamu hebat.. yuuta ajari aku yang seperti kamu lakukan itu.. " ucap fidia


setelah itu yuuta bersama dengan fidia belajar di


lerpustakaan itu berhari-hari mereka menghabiskan waktu didalam perpustakaan untuk belajar dan yuuta selalu menyempatkan waktu untuk belajar seorang diri dan melajari sihir-sihir yang ada


dan setelah 1 minggu kedatangan yuuta dikerajaan dan kini yuuta dimasukkan kedalam akademi


sihir dan pedang dan disatu tingkatan yang sama seperti fidia dan pangeran itu


yuuta dimasukkan sebagai murid yang berprestasi dan ia bersekolah di akademi para bangsawan berada dan saat ini yuuta bersama dengan murid-murid yang lainnya ditengah-tengah arena pelatihan

__ADS_1


dan terdapat guru-guru yang berdiri tegak didepan mereka. seluruh anak-anak bangsawan melihat yuuta dengan tatapan sinis dan merasa jijik dengannya


" hei.. dia itu kan dari rakyat jelata.. kenapa dia bisa berada disini tempat yang hanya boleh diinjak oleh para bangsawan.. " ucap seorang anak perempuan yang berbisik ke teman-teman yang lainnya


" baiklah karena semuanya sudah berkumpul sekarang kita mulai pelatihan.. dimulai dari.. " ucap seorang guru pria


setelah itu satu persatu murid-murid maju dan menghadapi seorang pria dengan bertumbuh kekar dan memiliki rambut berwarna abu-abu dan mengengam pedang kayu dan disamping terdapat seorang guru wanita yang mengajarkan sihir pada anak-anak bangsawan


" he.. jadi begini yang namanya akademi.." ucap yuuta dengan nada rendah


" hmph! rakyat jelata tempatmu bukan disini!.. " ucap pangeran itu


yuuta tidak menanggapi perkataan pangeran itu sedikit pun dan mengabaikannya


" sial! jangan abaikan aku!.. " teriak pangeran itu sambil kera yuuta dengan kasar


" selanjutnya georgie fram.. " dipanggil pangeran itu bergegas maju meninggalkan yuuta dengan wajah musam diwajahnya


georgie berdiri 1 meter dari papan sebagai target dari latihan menembakan sihir ke arahnya dengan percaya diri dan sombong ia mengarahkan lengannya dan membentangkan telapak tangan nya ke arah papan itu


" sekarang coba tembakan sihir api ke target yang telah ditentukan itu.. " ucap guru penyihir


(Splash! Duar!)


serangan bola api melesat dan menghancurkan papan target itu hingga tidak tersisa


" bagaimana apa kau melihat kehebatan diriku ini!.." gumamnya sambil menegok ke arah yuuta


terlihat yuuta tidak melihat georgie dan justru asik mengobrol dengan fidia yang membuatnya semakin geram dengan yuuta


' anak itu benar-benar membuatku muak!.. ' pikirnya


" selanjutnya.. yuuta.. " ucap guru itu


" yuu.. giliranmu selamat berjuang semoga berhasil.." ucap fidia dengan memberi yuuta semangat

__ADS_1


yuuta berjalan diantara anak-anak bangsawan yang memandangnya rendah dan ia terus berjalan tanpa memperdulikan sekitarnya dan ia berdiri tepat disebelah guru itu


" eto.. kamu murid baru itu ya.. yang direkomendasikan oleh raja... baiklah.. sekarang coba hancurkan papan dengan sihir yang bisa kau lakukan.. apapun itu.. " ucap guru itu


" apapun? bagaimana kalau petir.. aku cukup bisa mengunakan sihir petir.. " ucap yuuta dengan polosnya


" petir? emm.. aku tidak menyangka kau dapat mengunakan petir.. apa kau tahu elemen petir itu salah satu yang terkuat di dunia ini.. dan hanya sedikit orang yang dapat mengunakan sihir petir di akademi ini.. " ucap guru itu


" hmm.. begitu ya aku tidak mengerti tentang hal itu.. sensei bolehkah aku mulai? " Ucap yuuta


" ah.. iya maaf-maaf.. silahkan " ucap guru itu


" eto.. pertama imajinasikan bentuk dari sihir yang ingin kita lancarkan.." gumam yuuta


seketika dikedua tangan yuuta muncul aliran listrik dan sesaat muncul sebuah gelombang petir yang membentuk sebuah shuriken berukuran besar


" Thunder Shuriken!.. " teriak yuuta


seluruh anak-anak bangsawan terkaget-kaget dengan kemunculan shuriken berukuran besar itu secara tiba-tiba dan berada dikedua tangan yuuta


" ho... kamu bukan hanya pandai menggunakan sihir petir tapi juga pandai membentuk kannya sesukamu.. bagus.. kamu mempunyai bakat yang hebat pilihan raja memang hebat.. " ucap guru itu yang menilai kepandaiannya yuuta


(Slash!)


yuuta dengan cepat melemparkan shuriken petir itu dan melontarkannya ke arah papan itu berada dan dengan cepat shuriken itu membelah tanah disekitaran papan itu dan menghancurkan


papan itu dalam sekejap


" t-tidak mungkin.. ini tidak mungkin.. bagaimana bisa anak rendahan itu dan mengunakan sihir sehebat itu.." gumam Georgia yang berkeringat dingin melihat kekuatan yuuta


" ano.. sensei apa aku gagal.. aku gagal mengenai target... " Ucap yuuta


" gagal? tentu saja tidak.. kamu lulus.. bahkan kemampuanmu sudah melebihi ksatria.. yuuta-kun apa kau ingin menjadi ksatria sihir.. " ucap guru itu


" sensei.. terima kasih atas tawarannya tapi.. aku tidak berminat untuk menjadi ksatria.. "

__ADS_1


" begitu.. sayang sekali.. padahal kamu memiliki potensi menjadi ksatria.." ucap guru itu


" kalau begitu aku permisi dulu sensei.. " yuuta pergi meninggalkan guru sihir dan berjalan menuju guru pelatih pedang


__ADS_2