
Setelah yuuta mengetahui sejarah kota nias terlihat yuuta berusaha untuk memahami situasi dan cerita lei dalam waktu yang bersamaan
yuuta memberikan buah apel yang tersisa pada lei dan mulai bangkit dari duduknya
" jadi begitu.. Edward von Livetto ya, baiklah sekarang ayo kita pergi lei.." ucap yuuta dengan tersenyum riang
" eh pergi kemana? " Ucap lei
" kalau itu tentu saja kan kita pergi ke kota nias barat mencari informasi tentang itu.." ucap yuuta
" hah?!.. sekarang juga yang benar? " Ucap lei yang dibuat kebingungan dengan ucapan yuuta
" sudah ikut saja denganku.. aku membutuhkanmu dalam hal ini kaitou-san.."
setelah lei yang terus dipaksa yuuta akhirnya ia mengalah dan mengikuti perkataannya mereka berdua pergi meninggalkan nias bagian timur melalui lubang kecil yang dilewati yuuta sebelumnya
dari balik tembok itu sudah terlihat kota nias bagian barat yang sangat ramai penduduk namun kebanyakan dari mereka adalah laki-laki
yuuta pergi ke sebuah toko baju ia membeli baju untuk menyamar agar tidak terlalu mencolok mereka mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang biasa dipakai oleh mayoritas penduduk nias bagian barat
" hei apa kita perlu melakukan hal ini yuuta? "
" hmm.. tentu saja perlu, jika pakaian seperti tadi akan menarik perhatian orang.. akan bahaya untuk penyamaran.." ucap yuuta
" ha!.. dasar kau ini yuuta! aku tidak mengerti dengan pikiranmu tapi terima kasih ya.. padahal kau lebih muda dariku tapi kau terlihat sudah berpengalaman.." ucap lei
" benarkah? aku tidak pernah berfikir begitu " ucap yuuta dengan polosnya
setelah selesai membeli dan mengganti pakaian mereka yuuta dan lei mencari sebuah penginapan untuk mereka tinggal untuk sementara waktu
mereka berdua terus mencari penginapan berkeliling keseluruhan penjuru kota dan setelah lama berkeliling mereka menemukan sebuah penginapan yang jaraknya tidak jauh dari kastil
" ini tempat nya.." ucap lei
" yosh mari kita masuk.. maaf permisi " yuuta
yuuta memasuki penginapan dan saat ia membuka pintu terlihat didalam ada seorang wanita tua berada ditempat pemberian kunci kamar
" selamat datang.. " ucap wanita tua itu
" begini kami ingin menyewa kamar nyonya.." ucap yuuta
" walah.. bisa saja kamu ini, memanggil aku dengan sebutan nyonya aku tidak muda lagi.. tuan "
" maaf kira-kira berapa biaya menginap semalam? "
" eto.. semalam berharga 20 perak.." ucap wanita tua itu
" mahalnya?!.." gumam lei
" 20 perak ya.. kalau begitu aku pesan 1 kamar 7 malam saja.." ucap yuuta
" baik terima kasih.. semuanya berjumlah 140 perak.."
__ADS_1
yuuta memberikan uang pada wanita tua itu dan setelah itu ia mendapatkan sebuah kunci kamar tidak menunggu lama mereka langsung masuk kedalam kamar yang telah yuuta pesan
" yuuta bolehkah aku bertanya sesuatu padamu? "
" apa itu.."
" kenapa kau begitu bersih keras untuk menyatukan kota ini? bukannya kau mempunyai tujuanmu sendiri bukannya lebih mudah jika kau mengabaikannya "
" kalau itu.. memang awalnya aku tidak perduli tentang kota ini tapi setelah aku melihat lilie dan orang-orang nias bagian barat, melihat itu mengingatku saat aku masih kecil.. entah kenapa aku mengerti perasaan mereka.. "
" yuuta.. hmph yosh baiklah aku terima tawaranmu itu.. tolong pinjamkan kekuatanmu bantu aku menyelamatkan kota ini!.." ucap lei dengan penuh semangat
" ya.. itulah yang aku tunggu-tunggu.." ucap yuuta
mereka berdua melakukan tos tangan mereka saling bersentuhan dengan senyuman penuh semangat diwajah mereka
kerjasama antara yuuta dan lei baru saja dimulai
setelah itu mereka berdua tidur mengistirahatkan tubuh mereka untuk mencari informasi dan menyusun rencana
waktu terus berjalan begitu cepat dalam waktu yang singkat matahari telah terbenam dsn hari mulai malam, terlihat mereka berdua masih tidur dengan pulasnya
# kemalaman harinya #
yuuta dan lei bangun pada tengah malam hari terlihat mereka sedang bersiap untuk mencari informasi menyusup kedalam kastil kerajaan
mereka berdua membuka jendela kamar mereka yang berada ditingkat kedua terlihat di pemukiman kota sangat sepi hampir tidak ada orang yang terlihat
yuuta mengunakan kesempatan itu secara bersamaan yuuta dan lei melompat keluar jendela meluncur jatuh dan hinggap dipermukaan
" tentu saja kan.. jalankan saja rencanaku ini lei-san.." ucap yuuta
" baiklah jika itu yang kau katakan aku akan berusaha mempercayaimu.. kalau begitu aku hanya perlu menjaga diluar kan.."
" ya.. ada yang ingin aku selidiki didalam kastil itu.."
mereka berdua berlari ditengah-tengah malam menuju kastil kerajaan didepan gerbang kastil sangat sepi tidak ada seorang pun yang menjaga gerbang kastil
terlihat 2 bangunan besar salah satunya seperti benteng dan bangunan utama kastil kerajaan kedua bangunan itu saling terhubung
" yosh.. aku serahkan disini padamu lei.."
benteng kastil terlihat seperti penjara banyak jendela jeruji besi yang menutupi sela-sela bagian benteng kastil melihat cela kecil pada benteng yuuta segera melompati gerbang kastil dan berlari menuju benteng itu
yuuta melompat tinggi hampir setengah meter dan meraih jendela dengan tangannya ia mengunakan tangan kirinya untuk mengambil pedang dan segera memotong jendela besi itu
" yosh berhasil.. " gumam yuuta
ia memasukkan sebagian kepala bagian atasnya dan melihat kondisi dalam benteng dan didalam terdapat beberapa prajurit yang berada disekitar jendela tempat yuuta berada
" bahaya nih!.. cukup banyak yang menjaga, setelah sekian lama aku coba lakukan itu saja.. thunder jarum pelumpuh.."
sesaat muncul beberapa petir kecil yang berbentuk jarum mereka muncul tepat dibelakang pundak mereka dan seketika jarum-jarum itu menusuk leher mereka satu-persatu
__ADS_1
dan menyetrum mereka sesaat mereka perlahan terjatuh terkapar kaku ditanah menjadi lumpuh untuk sementara waktu
" maaf tapi aku tidak bisa membiarkan kalian melihatku, untuk setengah jam tetaplah seperti itu.."
yuuta mulai masuk kedalam benteng dan melewati para prajurit yang telah dilumpuhkan ia menyusup berjalan secara mengendap-endap
setelah beberapa saat berjalan terlihat sebuah lorong terdapat banyak obor yang menyala dan diterjangnya cahaya api obor terlihat sebuah bayangan manusia yang bergerak
" bayangan.. itu berarti ada seseorang disana? "
sesaat bayangan manusia itu semakin mendekat dan seketika muncul seseorang pria bertubuh gemuk dan berpakaian seperti seorang raja dengan mantel tebal dipundak
yuuta berada diantara 3 lorong jalan dan pria itu berjalan dari lorong arah kanan sedangkan yuuta bersembunyi dibalik gelapnya malam diarah kiri
namun pria berjalan ke arah yang berlawanan dengan tempat yuuta bersembunyi setelah jejak kaki nya yang semakin menjauh yuuta segera berlari kearah lorong yang dilewati oleh pria itu sebelumnya
" siapa orang tadi.." ucap yuuta yang penasaran
sesaat setelah beberapa langkah kaki yuuta melihat bayangan perempuan yang sedang duduk dan terdengar suara tangisan gadis
" hiks!.. hiks!.. hiks!.."
" apa ada orang disana.." yuuta
karena penasaran yuuta segera menghampirinya
dan terlihat seorang gadis menangis dengan pakaian yang robek setengah telanjang dimalam hari
gadis itu menangis histeris seperti ketakutan seakan telah terjadi sesuatu kepadanya sesaat ia mendatangi gadis itu dan mengalurkan tangannya pada gadis itu
" anu apa kau baik-baik saja.." ucap yuuta
" eh?!.. laki-laki!.. tidak jangan mendekat.."
(Plak!)
" tidak!.. aku mohon jangan apakan aku.. tolong lepaskan aku.." ucap gadis itu sambil menagis histeris
setelah melihat yuuta gadis itu dengan perasaan takut segera menampar tangannya dengan tangan yang bergetar ketakutan
" tangannya gemetaran.."
" o-oi kau kenapa? apa yang terjadi padamu? " Ucap yuuta yang kebingungan dengan tingkah gadis itu yang seperti ketakutan
" baiklah aku tidak akan menyentuhmu jadi aku mohon tenanglah aku tidak mempunyai niatan jahat padamu..." Ucap yuuta dengan tersenyum riang
" aku tidak bisa mempercayaimu.." ucap gadis itu
" haha.. sudah kuduga kau akan bilang begitu, untuk sekarang gunakan ini tutupi tubuhmu.. tidak baik jika terkena angin malam.." ucap yuuta
yuuta segera mengambil segera mengambil pakaian tebal yang telah di beli oleh yuuta saat siang hari
dan memberinya selimut
__ADS_1
" kamu.. siapa kamu sebenarnya.." ucap gadis itu yang kebingungan dengan yuuta yang bersikap begitu baik padanya
Bersambung....