Reinkarnasi Di Dunia Otome Sebagai Figuran C Penguasa Spirit Terkuat

Reinkarnasi Di Dunia Otome Sebagai Figuran C Penguasa Spirit Terkuat
Chapter 21: Sisi Sebenar Kota Nias


__ADS_3

" hmph, kota nias menarik juga.. sudah ku putuskan kota ini akan menjadi kota pertama yang ku kunjungi dalam perjalananku ini! " Gumam yuuta yang bersemangat


yuuta bersama anak perempuan yang bernama lilie pergi berjalan bersama dan membeli beberapa benda yang mereka butuhkan, madu semangka dan apel yuuta membeli itu semua untuk menyembuhkan adik lilie yang sedang sakit


dengan membeli jumlah yang cukup banyak yuuta memberikan sebuah apel ke lilie yang tergugah dengan aroma manis dari apel


" kamu mau lilie-chan? " Ucap yuuta yang menawarkan apel padanya


" eh? apa boleh?! " ucap lilie yang menatap apel dengan bersungguh-sungguh


" tentu saja boleh.. ini ambillah sesukamu jangan khawatir ini masih banyak kok.. " ucapnya


mendengar itu membuat mata lilie bersinar-sinar dan begitu senang dengan perasaan bahagia ia mengambil sebuah apel dan mulai memakannya dengan tersenyum riang


" emm!.. apel ini manis sekali! " Ucap lilie yang menyantap apel dengan suka riang


" lilie-chan.. apa kamu tahu jika apel di oleskan dengan madu.. maka rasanya akan bertambah


100X lipat lebih enak dari apel biasa " ucap yuuta


" benarkah?! " lilie


" itu benar, tunggu sebentar.. pertama ambil apel lalu olesi dengan madu lalu selesai! apel madu.. silahkan " yuuta


" ka-kalau begitu biar aku coba.. ham... emm! ini sangat manis.. rasa manis madunya meleleh di mulutku "


" benarkan.. kalau begitu ayo kita segera temui adikmu.. " ucap yuuta


setelah itu yuuta dengan lilie melanjutkan perjalanan dan beberapa saat mereka berjalan seketika mereka sudah berada dekat tembok besar itu dan terlihat sebuah lubang yang sangat kecil yang hanya mampu dilewati oleh anak-anak


retakan dinding yang membuat sebuah lubang kecil disisi pinggir bagian bawah yang mudah digunakan oleh anak-anak kecil seperti lilie


" lilie-chan.. bukannya ini jalan buntu? " yuuta


" itu tidak benar kok.. didalam sana rumahku berada.. " ucap lilie


" he.. " mendengar perkataan lilie yuuta membuka mata kirinya dan dengan mata kirinya ia mampu melihat dibalik dinding itu dan terlihat banyak pemukiman yang mempunyai kondisi yang sangat memprihatikan

__ADS_1


tanah yang kering dan tandus disekitar hanya terlihat pasir panas dimana-mana dan mata air yang mulai mengering orang-orang yang berada didalam terlihat memiliki tubuh yang kurus kelaparan


dengan kondisi yang terbalikan dari kota nias bagian barat yang memiliki tanah yang subur sedangkan nias bagian timur memiliki tanah yang tandus seperti gunung pasir


' jadi begitu ya.. aku mengerti.. alasan kenapa kota nias terbagi dua.. dinding ini terlihat sudah cukup tua.. mungkin ini sudah berada lebih dari 10 tahun manusia biasa tidak mungkin mampu membangun dinding sekokoh ini! pasti ini ada campur tangan yang lainnya?! ' pikir yuuta


" onii-san ikuti aku.. " ucap lilie yang tengkurap dan melewati lubang kecil itu


" bohongkan?! mana mungkin lubang sekecil itu dapat dimasuki oleh ku.. hah.. mungkin lebih baik aku menaiki dinding ini saja ' gumam yuuta yang menyentuh dinding dengan lengannya


sesaat kedua kaki yuuta dialiri oleh cahaya biru yang menyala dengan sigap yuuta melompat ke dinding dan berlari di dinding dan menuju ke ujung dinding


dengan kecepatan tinggi yuuta melesat dan meraih sisi dinding dan mengengamnya dengan kuat ia menariknya dengan kuat dan mengunakan sebagai lompatan, secara cepat ia terjun bebas dari ketinggian 28kaki dan meluncur seperti sebuah roket yang jatuh


secara cepat ia menancapkan pedangnya ke dinding dan dengan pedang yang menancap membuat jatuhnya semakin melambat dan terhenti sampai dipermukaan


setelah itu yuuta melepaskan pedangnya dan menariknya kembali dengan rasa terkagum-kagum lilie yang melihat itu tidak dapat memalingkan pandangannya dari yuuta


" onii-san hebat.. tadi itu apa? onii-san barusan memanjakan dinding ini ya.. luar biasa! ternyata onii-san juga dapat melakukan? " Ucap lilie yang bersemangat


" itu benar.. dan aku mengenal orang itu " lilie


" jangan-jangan orang yang membuat lubang itu? "


" iya itu benar.. ah onii-san sebelah sini.. " ucap lilie yang berlari ke sebuah gubuk kecil yang hampir runtuh


sesaat yuuta langsung mengejar lilie dan ia seketika terdiam melihat kondisi tempat tinggal lilie yang tidak layak untuk dihuni


" nona kecil apa benar ini rumahmu? " Ucap yuuta yang prihatin


" iya.. memangnya ada apa? apa tempat ini terlihat buruk? " Ucap lilie


" bukan itu.. hanya saja tempat ini sudah tidak dapat ditinggal.. ngomong-ngomong apa kau tinggal bersama orangtuamu? " Ucap yuuta


" tidak.. ibu dan ayahku sudah meninggal sejak lama.. dan hanya aku dengan adik laki-laki disini..


onii-san apa benar onii-san dapat menyembuhkan adikku.. " ucap yuuta

__ADS_1


" hmm.. akan aku usahakan adikmu sembuh.. kau tahu, aku juga dulu sama sepertimu tinggal ditempat kumuh dan hanya seorang diri.. tapi lilie berbeda lilie masih mempunyai adik.." ucap yuuta dan mengelus rambut lilie dengan lembut dan tersenyum tipis


" aku memang tidak tahu kenapa kota nias sangat berbeda dengan yang dikatakan oleh orang-orang.. ya apapun itu aku akan mengubah kota ini! aku pasti itu!.. " gumam yuuta yang menatap tajam dinding besar itu


lilie menarik tangan yuuta dan membawanya masuk kedalam rumahnya dan didalamnya terdapat ruangan yang sangat sempit dan terlihat ada seorang anak laki-laki yang tertidur dengan raut wajah yang tidak nyaman


sesaat mereka berdua mendekati dan yuuta duduk disampingnya berada, terlihat anak itu seperti sangat menderita kesakitan dan wajahnya sedikit memerah


" lilie-chan apa ini adikmu itu? " Yuuta


" iya.. onii-san apa benar dia akan sembuh.. aku sangat takut, aku tidak mau hidup sendirian, aku tidak mau kehilangannya.. " sesaat lilie menagis melihat adiknya yang sakit


yuuta memengang keningnya terasa kepalanya panas dan ia mengecek suhu tubuh dengan memengang lengannya, " dari suhunya sekitar 41 derajat celsius tidak salah lagi.. dia demam tinggi.. ya ini hanya sakit alami saja.. " gumam yuuta


" tenanglah lilie-chan adikmu bisa disembuhkan.." ucap yuuta menyakinkan lilie agar tidak khawatir dengan kondisi adiknya


" ini hanya memakan waktu yang singkat.. " gumamnya


seketika lengan yuuta bercahaya hijau yang bersinar terang dan sesaat demamnya semakin menurun dan suhu tubuhnya yang semakin turun, setelah menurunkan demamnya yuuta memberikan obat kompres dan menaruhnya diatas keningnya


setelah itu ia membuat obat dari berbagai jenis daun herbal dan menyaringnya menjadi cairan ia mencampurinya dengan madu agar tidak terlalu pahit


" huh.. selesai " ucap yuuta yang mengambil nafas lega


" bagaimana onii-san? " lilie


" ya.. semuanya akan baik-baik saja, demamnya sudah mereda jika dia bangun nanti berikan obat herbal itu, ah dan ini ambillah.. gunakan ini untuk kebutuhannya.. "


yuuta membungkus 10 keping emas dan memberikan pada lilie, dengan polosnya lilie kebingungan dengan pemberian dari yuuta


" eh?! apa ini?!.. onii-san kenapa kamu memberikan ini padaku.. aku tidak usah terima kasih.. aku tidak mau merepotkan onii-san lebih dari ini.. " ucap lilie yang dengan polos menolak pemberian yuuta


" sudah tidak apa-apa ambil saja.. anggap ini hadiah kecil dariku.. dan juga lilie-chan bukannya kau sangat membutuhkan ini.. gunakan dan simpan uang ini baik-baik.." ucap yuuta


dan setelah itu yuuta keluar dari rumah lilie dan pergi meninggalkannya namun disaat ia akan pergi terlihat seorang laki-laki remaja yang seumuran dengan yuuta menghampirinya dengan raut wajah kesal


" oi! siapa kau?! kenapa kau bisa ada didalam rumah lilie?!.. " ucap laki-laki itu

__ADS_1


__ADS_2