
Setelah itu yuuta pergi menghadap raja dan tunduk kepadanya ia berlutut dihadapan raja dan memberinya hormat
" hamba menghadap baginda raja.. maaf jika hamba tidak sopan.. kalau boleh tahu kenapa hamba dipanggil kesini? " Ucap yuuta yang penuh berhati-hati dalam bercakap
" sikap yang bagus.. pertama aku ucapkan terima-kasih sebesar-besarnya karena dirimu telah menyelamatkan putri kecilku tercinta.. " ucap raja
" tidak.. hamba tidak melakukan apa-apa hamba hanya melakukan yang menurut hamba benar itu saja.. " yuuta
" ternyata yang dikatakan fidia memang benar.. bukan hanya sopan tapi kamu juga rendah hati pada orang lain.. " ucap raja dengan menyanjung yuuta dan memujinya
" sesuai permintaan putriku fidia.. aku akan menjadikanmu sebagai pengawal pribadinya dan bersekolah di akademi bersamanya.. dan selalu didekatnya.. apa aku bisa menyerahkan tugas ini padamu yuuta.. " ucap raja
" baik!.. " yuuta
" bagus.. katakan padaku apa permintaanmu, apapun permintaanmu akan aku kabulkan termasuk menjadikanmu sebagai calon suami dari fidia.. " ucap raja yang tertawa ringan
" i-iya? maaf tapi aku tidak mengerti maksud baginda raja? " ujar yuuta dengan polosnya menjawab pertanyaan raja
" hahaha... maaf aku hanya bercanda.. lagipula kalian berdua masih terlalu muda untuk itu.. mulai besok lusa kamu akan bersekolah di akademi yang sama dengan fidia dan di kelas yang sama pula.. tidak perlu khawatir tidak ada perbedaan sikap antara rakyat jelata maupun bangsawan.. jika ada orang yang melakukan hal itu maka akan berhadapan denganku " ucap raja
" baik terima kasih baginda raja.. jasamu ini aka selalu hamba ingat selalu.. anu sebenarnya baginda.." ucap yuuta
" ada apa yuuta? " Raja
__ADS_1
" sebenarnya aku berniat disini selama 4 tahun saja.. lalu aku akan melakukan perjalanan mengembara untuk menemukan kampung halaman orang tuaku.. " ucap yuuta
" begitu.. iya jika itu yang kamu inginkan maka aku izinkan.. tapi jika kamu ingin kembali maka kembalilah kapanpun itu.. pintu istana selalu terbuka untukmu.. yuuta " raja
" terima kasih baginda raja.. kalau begitu hamba mohon pamit dulu.. permisi "
setelah itu yuuta kembali ke kamar yang telah raja berikan khusus untuknya dan saat ia berbaring terlentang di kasur sambil menatap atap-atap langit
(Tok! Tok!)
" yuu.. ini aku fidia aku masuk ya.. " ucap fidia yang membuka pintu kamar
sesaat fidia membuka pintu kamar dan masuk kedalam dan melihat yuuta yang sedang melamun berbaring di kasur yang menatap atap langit-langit
" ah.. hime-sama, apa yang kau lakukan ke tempat seperti ini? ' ucap yuuta yang langsung duduk di kasur dan ditemani oleh fidia disampingnya
" nee.. yuu, kamu kan bisa mengunakan sihir kan? jika tidak keberatan maukah kamu mengajarkan beberapa sihir.. apa kau keberatan? " Ucap fidia dengan malu-malu
" eh? boleh saja sih.. tapi sejujurnya aku tidak terlalu mengerti cara mengunakan sihir.. aku belum paham dengan sistem kerjanya... " Yuuta
" begitu.. karena didunia ini sihir adalah salah satu elemen terpenting di dunia ini.. " ucap fidia
" he.. iya kalau itu aku paham... tapi? " Ujar yuuta yang ragu
__ADS_1
" benar aku punya ide.. disesuatu tempat dikota ini terdapat sebuah perpustakaan rahasia.. ayo ikut aku.. " ucap fidia dengan menarik tangan yuuta dan membawanya pergi keluar dari kerajaan
setelah fidia membawa yuuta kesesuatu tempat yang tersembunyi jauh dari permukiman kota dan terletak diluar kota disebuah goa yang tertutup oleh tembok besar
yuuta mulai kebingungan dengan hal yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri fidia tersenyum manis dan menatap yuuta sambil tersenyum
" hime-sama.. tempat apa ini? " Yuuta
" ini adalah tempat yang kuberitahu padamu
sebelumnya.. perpustakaan rahasia yang aku temukan 2 tahun yang lalu.. tempat ini banyak sekali buku-buku sejarah dan teknik-teknik sihir kuno dan juga terdapat sihir terlarang di dalamnya.. " ucap fidia
" tapi sayangnya buku-buku itu mengunakan bahasa kuno, dan aku tidak bisa membacanya.. " ucap fidia
" begitu.. mendengar hal itu saja membuatku semakin penampilan.. jika boleh bisakah hime-sama membawaku melihatnya.. " ucap yuuta
fidia mendekati tembok dinding yang dibuat dari bebatuan yang berasal dari bahan ilahi dan fidia menaruh telapak tangannya di dinding itu
dan tiba-tiba dinding itu bergetar dan mulai membuka terbuka membelah dua dengan sendirinya dan terlihat didalamnya terdapat sebuah lorong kecil dan sempit
" hime-sama apa benar ini tempatnya? " Yuuta
" tidak salah lagi ini tempatnya!.. "
__ADS_1
yuuta dan fidia memasuki goa itu dan berjalan melewati lorong-lorong kecil itu dan terdapat sebuah labirin yang berisi perpustakaan yang berisi buku-buku yang sudah kuno