
Dipagi hari yang cerah langit terlihat sangat indah dengan matahari yang bersinar terang diruangan
penginapan yang yuuta sewa terlihat
lei berada dikamar nya mengganti pakaiannya yang telah rusak dan tidak layak untuk dipakai ia mengenakan pakaian biasa yang dipakai rakyat biasa
terlihat yuuta berada dikamar mandi dan berendam dibak mandi dengan air hangat tubuh yuuta yang telah tumbuh remaja membuat punggungnya semakin lebih besar dan tangan yang lebih keras dibandingkan saat ia kecil
" yosh!..." Ucap yuuta
yuuta langsung berdiri dengan tubuh yang telanjang ia mengambil sebuah kain dan menutupi bagian bawahnya sesaat ia mulai berjalan meninggalkan kamar mandi
ia telah berada diruangan dan mulai memakai pakaian yang sering ia pakai dan juga mengenakan jubah hitam setelah itu yuuta kembali memasang kain yang diberikan oleh fidia kepadanya untuk menutupi mata dewa nya
disaat yang bersamaan gadis elf itu telah terbangun dari tidurnya dan tanpa sengaja melihat mata dewa yuuta yang bersinar seperti emas
" emm? " yuuta menegok kearah gadis itu
sesaat yuuta mendekati gadis itu yang berada diatas kasur secara reflek dengan badan yang bergemetar hebat ia perlahan mundur ketakutan dengan kehadiran yuuta
" tidak!.. jangan mendekat!.." teriaknya dengan histeris dan mulai meneteskan air mata
gadis elf itu terlihat begitu ketakutan dengan yuuta dan melihat bayangan yang menyeramkan dari diri yuuta ia kembali mengingat masa lalunya
dimasa lalu gadis itu terlihat seseorang pria berusaha untuk menyentuhnya namun saat ia akan menyentuhnya seketika tangannya langsung terbakar karenanya dan terdapat tanda yang melingkar ditubuh gadis itu
" sakit!..." Teriak pria itu
" tidak!.. akkhh!!..." Jerit Gadis itu kesakitan dengan tubuhnya yang seakan seperti sedang dibakar
" sial!.. ada apa dengan wanita ini?!.. oi berikan aku cambuk! cepat!.." ucap pria itu yang marah karena tidak dapat menyentuh gadis itu
" tidak!.. jangan aku mohon!.."
(Splash! Splash! Splash!)
gadis elf itu dengan kejam dicambuk tanpa ampun oleh pria itu sesaat setelah itu api yang membakar tangan pria itu semakin membesar dan mulai membakar mereka semua hingga hangus
Seketika gadis elf kembali sadar dan yuuta secara perlahan mencoba menyentuh kepalanya
seketika gadis itu berteriak histeris masih ketakutan dengan yuuta
__ADS_1
" tidak!!.. jangan!!.. jangan sakiti aku! aku mohon jangan sakiti aku!.." jeritnya
sesaat yuuta menyentuh rambutnya dan berhasil menyentuhnya tanpa terbakar dan tidak membuatnya terbakar seperti sebelumnya dengan senyuman diwajahnya yuuta
" tenanglah.. kau akan baik-baik saja.. tidak ada orang yang akan menyakitimu lagi.. jadi tenanglah ya.." ucap yuuta dengan tersenyum dan kosah kata yang lembut
" eh?! ke-kenapa kamu tidak?!.." ucapnya yang mulai tenang dan kebingungan dengan yuuta yang tidak terluka saat menyentuhnya
" aku sudah menghapus kutukanmu.. jadi kau sudah tidak akan merasakan rasa sakit seperti itu lagi.. dan tidak ada yang terluka lagi saat menyentuhmu.." ucap yuuta
" kau sudah berada ditempat yang aman.. jadi jika ingin menangis.. menangislah jangan ditahan.." ucap yuuta
" eh? hiks... hiks..."
setelah itu gadis itu menangis meluapnya semua rasa sakit yang telah ia pendam sejak lama dalam tangisan, yuuta pergi meninggalkan gadis itu seorang diri dan membiarkan menenangkan dirinya
yuuta berjalan menemui lei dengan wajah lega dan tersenyum ringan
" bagaimana dengan keadaan gadis itu.." ucap lei
" ya.. aku rasa dia akan baik-baik saja.. aku yakin itu, lei apa kau sudah melihat keadaan diluar? " Ucap yuuta
" begitu.. walaupun mereka mengetahui penyusupan itu namun mereka tidak belum menyadari identitasku.. " ucap yuuta
" tapi... jangan karena itu, kau sudah aman.. kau harus tetap berwaspada perhatian sekitarmu.. lalu kita harus lebih berhati-hati lagi dalam bertindak.." ucap lei dengan tatapan serius
sesaat secara tiba-tiba gadis elf itu muncul dari sebalik pintu dan bersembunyi dipintu dan hanya memperlihatkan sedikit wajahnya
" a-anu...." Ucap gadis itu dengan suara yang lembut
gadis elf itu memiliki tubuh yang kurus dan juga ramping yang ideal bagi seorang gadis remaja
" ah iya.. ada apa? " Ucap yuuta
gadis elf itu memberanikan dirinya untuk berjalan mendekati yuuta secara perlahan ia berusaha dengan sungguh-sungguh dan ia telah berhasil berada didekatnya
" a-anu.. untuk sikapku yang sebelumnya.. tolong maafkan aku.. aku tidak bermaksud bersikap buruk padamu.. maafkan aku " ucap gadis itu sambil menundukkan kepalanya pada yuuta
" tidak.. jangan seperti itu.. angkatlah kepalamu, lagipula aku mengerti kenapa kau bersikap seperti itu, entah apa yang terjadi pasti semua itu sangat menyakitkan bagimu.." ucap yuuta
__ADS_1
" i-iya? begini.. jika tidak kebetulan bolehkah aku tahu siapa namamu? " Ucap gadis itu yang memberanikan diri untuk mengatakannya
" aku? aku yuuta senang bertemu denganmu.. eto.. siapa namamu? " Ucap yuuta
" La-latifah.. nama aku Latifah..." Ucap Latifah
" latifah ya.. oh iya latifah sebenarnya kau berasal dari mana? " ucap yuuta
sesaat setelah yuuta mengatakan itu latifah terdiam sejenak dan menundukkan kepalanya menatap lantai sesaat ia langsung kembali menatap yuuta dengan tersenyum tipis
" ka-kalau itu.. aku juga tidak tahu.. aku tidak ingat siapa aku dan aku tidak tahu darimana aku berasal, tapi aku hanya mengingat namaku saja.." ucapnya
" begitu ya kau hilang ingatan.." ucap yuuta
" iya.. aku sudah kehilangan ingatan semenjak aku kecil.."
yuuta memasuki kedalam pikiran diri nya sendiri dan mencari informasi melalui ingatannya yang akan berguna dalam hal yang harus ia lakukan sekarang
" elf ya.. hei lei apa kau mengetahui dimana para elf biasa tinggal.." ucap yuuta
" eh? elf ya.. aku tidak tahu banyak soal itu tapi aku pernah dengar dari liseltra bahwa mereka tinggal didalam hutan, yang disebut hutan gaia.." ucap lei
" hutan gaia.. dimana itu? " Ucap yuuta
" aku juga tidak tahu.. kemungkinan liseltra mengetahui tentang itu.. lebih baik kau tanyakan saja padanya.." ucap lei
" begitu.. yosh ayo kita temui dia.." ucap yuuta
" hah?! tunggu.. yuuta apa kau tahu siapa itu liseltra.."
" eh? dia temanmu kan.. memangnya kenapa jika teman tidak akan jadi masalah.."
" hah... bukannya kau semalam sudah melihat.. dia itu putri satu-satunya raja edward von livetto.. liseltra von livetto.." ucap lei
" eh? eh?!!!...." Teriaknya dengan kuat
seketika yuuta begitu terkejut dengan kebenaran tersebut dan kembali mengingat kejadian semalam saat liseltra masuk kedalam istana dengan mudahnya
" begitu.. aku mengerti, baik pertama-tama latifah kita perlu membelikanmu pakaian.. dan tutupi telinga mu itu dengan kain ini.." ucap yuuta
yuuta memberikan sebuah kain hitam pada latifah sesaat ia mengikat kain itu dirambutnya dan mengunakan seperti layaknya pita dan berhasil menutupinya telinga elf latifah
__ADS_1