
Selama 3 hari penuh mereka berempat menyiapkan rencana mereka matang-matang dan bersiap untuk menjalani rencana nya dengan sempurna
beberapa hal telah mereka siapkan yuuta mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasa ia selalu pakai dengan jubah yang kini diganti berwarna merah dan beberapa sisi berwarna hitam
mereka berempat berada di nias bagian timur di tengah-tengah tembok besar yang memisahkan kedua nias dan melewati lubang yang ada ditembok
pada waktu yang sudah malam hari sekitar jam 4 malam mereka menjalani rencana mereka dan mulai berlari ditengah sekitar kota dengan bulan yang bersinar terang menyinari mereka berempat
" yuuta apa yang harus kita lakukan? " Ucap lei
" kalau itu tentu saka kan!.. kita jalani rencana kita.. pertama kita perlu mencari kunci sel para budak, lisetra-san.. apakah kau tahu dimana letak kunci itu berada? " Ucap yuuta
" kunci sel ya? kemungkinan besar ada bersama dengan ayahku.. ayah ku biasanya saat jam segini sudah tidur dikamar nya didalam istana
" baiklah di dalam istana ya.. yosh! kita berpencar lei liseltra lalu latifah.. kalian pergilah ke benteng di sana akan terdapat lorong jalan.. saat 2 persimpangan lorong kau perlu pergi ke arah kiri " ucap yuuta
" eh? menyelinap dalam benteng! itu mustahil untuk dilakukan.. lagipula bukannya kau yang lebih berpengalaman dalam hal ini " ucap lei yang terkejut dengan pernyataan yuuta
" tidak apa! aku percaya dengan kemampuan mu.. kalau begitu aku pergi dulu.." ucap yuuta
yuuta berlari ke arah istana dengan kecepatan tinggi sementara mereka bertiga berlari ke arah benteng berada mereka berpencar untuk melakukan tugasnya masing-masing
yuuta melompati gerbang istana dan hinggap di permukaan dengan aman ia kembali berlari didalam taman istana yang tidak terlihat ada nya penjaga seorang pun
sepanjang luasnya istana tidak terdapat penjaga yang membuat yuuta kebingungan karena nya namun ia tetap berlari ke arah istana
seketika ia telah berada disamping bagian istana dan memasuki sebuah jendela yang ada di 1 meter diatas nya yuuta berada dengan cepat yuuta melompat ke jendela itu dan meraih ujung jendela
" yosh!.." ujar yuuta dengan suara kecil
sementara itu ditempat yang berbeda
Terlihat mereka bertiga masih berada diluar gerbang benteng lei terlihat cukup kebingungan dengan cara yang harus ia lakukan untuk memasuki benteng
dimulai oleh lei yang melompat gerbang ia bertahan diatas gerbang dan mengulurkan tangannya ke mereka berdua
" baik cepat pegang tanganku.." ucap lei
" baiklah.." ucap liseltra
liseltra melompat ke gerbang dan meraih lengan lei dengan kuat lei menarik lisetra dan membawa turun di bagian dalam gerbang liseltra berhasil hinggap didalam gerbang karena bantuan lei yang menariknya
" yosh! selanjutnya kau latifah.. " ucap lei
__ADS_1
" i-iya.." ucap latifah
kini giliran latifah yang melompat dengan sekuat tenaga dan tanpa diduga ia melompat dengan sangat tinggi hingga dapat melewati gerbang itu tanpa bantuan lei
lei yang melihat lompatan latifah yang jauh lebih tinggi dari nya dan sedikit lebih rendah dibandingkan dengan yuuta yang dapat melompat setinggi 1.5 meter tingginya
' barusan itu apa? ' pikir lei
latifah hinggap di sisi dalam gerbang dengan selamat setelah itu lei kembali melompat ke arah mereka berdua berada
" yosh!.. ayo kita pergi!.." ucap lei dengan tatapan yang serius
" iya!.." ucap mereka berdua tanpa ragu mengatakannya
setelah itu mereka bertiga kembali berlari dengan sekuat kemampuan mereka lei dan yang lainnya pergi ke tempat yang pernah yuuta lewati untuk menyelinap ke dalam benteng
mereka berhenti ditempat itu dan memikirkan cara agar dapat masuk kedalam benteng itu jendela yang pernah di rusak oleh yuuta telah terlihat cahaya dari dalam benteng
' bagaimana caranya aku menaiki itu.. mungkin aku bisa melakukan nya tapi rasanya ini mustahil untuk mereka berdua, memang benar kemampuan melompat latifah luar biasa! tapi itu tidak cukup untuk melewati ini!.. yosh mungkin ini saat nya mengunakan itu ' pikir lei
" kalian berdua tunggu lah disini sebentar.. aku dulu ya masuk kedalam.." ucap lei
" eh? maksudmu kamu bertindak sendiri?! bukankah itu terlalu gegabah!.. " ucap liseltra yang menentang keputusan lei
" bukan kok.. aku dulu yang masuk kesana lalu aku akan menarik kalian dengan mengunakan tali.." ucap lei sambil tersenyum pahit
sesaat lei melompati dinding benteng ia melompat layaknya seorang penyelinap handal yang dapat berguna disaat-saat keadaan itu
lei melompat dengan cepat ia melemparkan tali yang telah diberikan besi pancing ukuran yang besar untuk menahan tali besi pancing itu menyangkut disebuah sisi di balik jendela yang membuatnya dapat digunakan oleh lei
" bagus!.."
ia melompat kembali dan meraih tali yang ia lempar lei mulai menarik dirinya dengan tali yang membuatnya semakin tertarik ke atas sesaat setelah beberapa saat penjuangan lei ia berhasil sampai ke tepi jendela dan hinggap didalamnya
terlihat didalam sangatlah sepi dan tidak ada seorang pun berbeda dengan saat yuuta menyelinap sebelumnya melihat hal itu lei terdiam sejenak melihat kearah dalam benteng
' ini aneh.. kenapa tidak ada satu pun penjaga apa yang telah terjadi disini?! jangan-jangan ini sudah mereka rencanakan? ' pikir lei yang berkeringat dingin
perasaan buruk menghantui pikiran lei dan ia merasakan sebuah kejanggalan dalam setiap jalan yang ia melewati seketika
seketika dari belakang mereka berdua muncul 2 orang prajurit dan menyekapnya dengan kain yang telah diberikan gas tidur
" Hmmm!!!..." teriak mereka berdua
__ADS_1
' Lei!... Tolong aku!..' pikir liseltra
liseltra dan latifah mencoba memanggil lei namun lei tenggelam dalam pikirannya dan tidak menyadari hal itu seketika lei kembali sadar dan saat ia tersadar mereka berdua sudah menghilang dalam sekejap
" baiklah kalian berdua..." Ucap lei
seketika lei begitu kebingungan dengan menghilangnya mereka berdua dalam sekejap dan tidak menyadari sesuatu yang telah terjadi pada mereka berdua
" liseltra? latifah? kemana kalian berdua!.. sial! ternyata ini memang benar jebakan.. mereka sudah merencanakan ini!.." ucap lei yang begitu kesal
tatapan lei berubah menjadi sangat serius amarah nya terlihat begitu meluap dari dirinya dengan cepat lei mengambil besi pancing itu dan menaruhnya didalam tasnya
" sial!.. jika sudah begini! tidak ada cara lain.. aku harus membebaskan para budak.. dan juga mereka berdua!.. sial! sial! sial!.." ucap lei dengan emosi
lei berlari dengan sangat cepat ia mengambil sebuah tongkat besi yang ia bawa dan taruh dipunggung dengan penuh amarah lei berlari ke tempat yang diberi tahu oleh yuuta
setelah lei berhasil berlari sejauh setengah jalan muncul sekelompok prajurit yang menghadangnya dengan penuh amarah lei menerobos mereka tanpa rasa takut
" berhenti disitu!..." Ucap mereka
" minggir!!...." Teriak lei dengan keras
lei sambil berlari kencang melompat di kerumunan prajurit ia menghantamkan tongkatnya dengan kuat ke arah tameng salah satu prajurit itu
(Dump!)
lei memukul pria itu dengan tongkatnya dan segera mengambil tamengnya ia bertarung mengunakan tongkat dan tameng besi
mereka melancarkan puluhan anak panah pada lei namun lei dengan mudah menangkisnya dengan tameng miliknya ia kembali menyerah kerumunan prajurit yang sekitar berjumlah 30 orang
" hakkhh!!..." lei
(Bruuk!!)
lei memukul kepala salah satu dari mereka dengan tameng besi nya dalam sekali serangan pria itu terjatuh lei segera mengambil pedang pria itu dan menaruh tongkatnya di punggungnya
mereka menyerang lei dengan bersamaan dan menyerang dari berbagai arah yang membuat lei kesulitan untuk melawan mereka yang kemampuan mereka berada diatas lei
seseorang pria menyerang lei dengan ayunan pedangnya namun lei menghindari nya dan menebas badan secara horizontal
sesaat mereka kembali menyerang lei dengan serius ia meluapkan amarahnya dalam serangannya sesaat pedangnya diselimuti cahaya putih aura
" terima ini!..."
__ADS_1
lei berputar dengan kecepatan tinggi seketika ia menghantamkan pedangnya ke arah mereka semua dan seketika dalam satu serangan lei mampu menghempaskan mereka semua dan mengalahkan mereka dalam serangan itu
" sebenarnya apa yang terjadi tadi.." ucap lei yang kebingungan dengan hal hebat yang telah ia lakukan