
Lei terlihat begitu terpuruk dengan liseltra dan latifah yang di sandera oleh raja edward yang membuatnya tidak dapat melakukan apa-apa
raja edward yang merasa dirinya sudah menang dari ancaman lei ia terlihat begitu kegirangan dan telah mengira yuuta dikalahkan oleh wayne
" inilah akibat karena berani menentang kekuasaanku.. sudah tidak ada lagi yang dapat menghalangi ku.. temanmu sudah mati!.. " ucap raja edward
" hah!? apa maksudmu.. " ucap lei
" kalian telah termakan perangkap ku.. berkat kesatria suci wayne aku mendapatkan informasi yang berharga dari kalian, dan karena nya juga temanmu yang sedang ada di istana saat ini telah dikalahkan oleh nya!.." ucap raja edward
sesaat lei yang mendengar itu membuat amarahnya meluap-luap dengan tatapan tajam yang dipenuhi hasrat membunuh lei berusaha bangkit dari hempitan beberapa prajurit itu
" jangan berbohong!.. yuuta tidak mungkin mati! siap!.. lepaskan aku edward!.. aku bunun kau! edward! " Teriak lei dengan histeris
" percuma saja!.. apa yang kau bisa lakukan dikondisi seperti ini? kau hanyalah bocah yang tidak bisa apa-apa!.. bunuh anak itu!..." Ucap edward
edward menurunkan perintah pada anak buahnya
mereka hanya dapat menuruti perintah raja sesaat salah satu dari mereka mengambil pedangnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi
" hentikan!.. jangan lakukan itu!.. " teriak liseltra
seketika liseltra yang melihat lei akan dieksekusi ia langsung menjerit dengan histeris dengan air mata yang mengalir memohon kepada ayahnya sambil menangis
" ayah aku mohon jangan lakukan itu.." ucap liseltra sambil menagis
edward mencekik anaknya sendiri dan mengangkatnya keatas terlihat liseltra begitu kesakitan dengan perlakuan kasar ayahnya kepada dirinya
" diamlah!.. jangan pikir kau akan selamat liseltra! kau telah mengkhianatiku.. kau telah membuatku marah!.. kau akan membayarnya dengan tubuhmu!.." ujar edward
" a-ayah!.. jangan.."
liseltra dilempar dengan kuat oleh edward ke lantai dengan kondisi yang sudah lemas karena cengkraman edward yang mencekiknya liseltra tidak berdaya berbaring ditanah
" oi!.. apa yang kau ingin lakukan padanya?!.." ucap lei yang tidak berdaya
seketika edward merobek pakaian atas liseltra yang membuat belahan dadanya terlihat olehnya dengan penuh nafsu birahi edward berniat untuk melecehkan anaknya sendiri
__ADS_1
" tunggu.. ayah! apa yang ingin ayah lakukan?! jangan! tidak!.. aku ini putrimu!.. jangan aku mohon ayah.." ucap liseltra yang histeris
" diamlah!.. ini salahmu.. tubuhmu semakin bertumbuh dewasa yang membuatku selalu tidak tahan saat melihatmu!.. "
" tidak perlu kau putriku.. aku akan membuatmu merasakan kenikmatan yang sebenarnya!.." ucap edward
" tidak!.. ayah jangan!.. aku mohon!.. aku memohon kepadamu.. jangan! "
sekuat tenaga liseltra memohon pada ayahnya namun raja edward yang telah dipenuhi nafsu bejatnya yang membuatnya tidak ingat orang yang akan dia lecehkan adalah putri kandungnya sendiri
tangan raja edward hampir menyentuh dada liseltra yang cukup besar dan beberapa saat ia hampir menyentuhnya seketika
(Blarr!!)
" hah?! apa yang terjadi!?
seketika tembok benteng dengan sendirinya hancur dalam sekejap mata dan asap runtuhannya tembok itu memperlihatkan bayangan seseorang pria
" siapa itu?!.." teriak edward yang kebingungan
(Whooooosh!!)
dalam waktu yang bersamaan hembusan angin yang begitu kuat terhembus menghempaskan mereka semua termasuk para prajurit yang menahan lei
seketika bayangan itu menghilang dari gumpalan asap tebal yang menutupi nya dalam waktu singkat pria itu telah berada dibelakang edward dan segera memukulnya dengan sangat kuat
" haakkhh!!...." Teriak yuuta
dan sosok yang menghancurkan tembok benteng tidak lain adalah yuuta yang telah berhasil mengalahkan wayne dengan penuh amarah yuuta memukul edward dengan kuat
(Dump! Blarr!)
pukulan yuuta menghempaskan edward hingga menghantam tembok benteng dengan sangat kuat sesaat ia memutarkan darah bersamaan dengan wajahnya yang telah hancur karena pukulan yuuta
" seorang ayah seharusnya tidak akan melakukan hal seperti itu pada putrinya sendiri.. edward berkatmu!.. aku tidak akan menahan diri!.." ucap yuuta dengan senyuman mengerikan
seketika aura mengerikan menyelimuti yuuta mata dewa nya berubah menjadi berwarna merah darah yang meneteskan darah dari matanya
__ADS_1
" yu-yuuta.. kau? " Lei
amarah yuuta mengendalikan dirinya sehingga membuatnya kehilangan kendali atas dirinya sendiri karena masa lalunya yang kelam membuat amarahnya semakin membara
yuuta mengingat kembali masa lalu nya tepat pada hari dimana seseorang membunuh ibunya dengan cara menusuknya dengan pisau dan meminumkannya racun mematikan
' ibu!....' teriakan yuuta kecil yang masih terdengar hingga sekarang
yuuta melesat dengan kecantikan tinggi dalam sekejap ia telah berada didepan edward ber dengan cepat yuuta menarik jubah edward dan seketika ia kembali menghantamkan edward ke tembok
dalam waktu singkat tembok itu hancur karena hantaman kuat yang yuuta lakukan yuuta membawa edward mendorongnya hingga menembus luar istana
yuuta melemparkan edward ke arah tembok besar yang memisahkan kedua sisi nias setelah melemparkan agak jauh dari dirinya yuuta segera menendangnya hingga terhempasn dan menghantam tembok nias yang memberikan retakan besar pada tembok
(Buk! Buk! Buk! Buk! Buk! Buk!)
ia kembali memukul edward dan terus memukulinya dengan sangat kuat pukulan beruntun yuuta perlahan merobohkan tembok besar nias dan seketika tembok itu sepenuhnya hancur karena yuuta
" oi-oi.. bisakah kau memberikan sedikit istirahat padaku.. " ucap wayne
disaat yang bersamaan wayne yang telah terbangun dari pingsannya langsung menyadari tembok yang telah runtuh karena pukulan yuuta
dengan menggunakan kekuatan spirit nya secara penuh wayne mengangkat retakan bongkahan-bongkahan tembok yang mulai terjatuh ke permukaan
seketika bongkahan-bongkahan itu mengapung layaknya seperti gelembung udara wayne mampu mengunakan kekuatan nya yang membuatnya terlihat seperti gravitasi
sesaat wayne meledakkan semua bongkahan itu diangkasa yang membuatnya terlihat seperti kembang api di hari yang mulai pagi seketika setelah mengancur tembok itu yuuta kembali tersadar
saat ia tersadar ia telah membunuh edward tanpa belas kasihan
" loh?! apa yang sudah terjadi padaku? " Ucap yuuta yang kebingungan
" tampaknya kau kehilangan kesadaranmu.. yuuta-kun, kau masih belum dapat mengontrol emosi dan perasaanmu.. " ucap Wayne
" Loh? wayne kau masihkah hidup ternyata.." ucap yuuta dengan polosnya
" ya.. berkatmu aku hampir saja kehilangan nyawaku.. yuuta-kun " ucap wayne sambil tersenyum tipis
__ADS_1