
Yuuta yang akan pergi seketika dihalangi oleh seorang laki-laki remaja yang seumuran dengannya ia mempunyai rambut berwarna merah delima dan mata berwarna oranye ia terlihat memakai pakaian yang kusut dan kotor
ia yang tidak mengetahui apa-apa kebingungan dengan kedatangan remaja itu menegurnya dengan tatapan tajam
" oi.. siapa kau?!.. " teriaknya
" emm? "
" aku tanya siapa kau dan kenapa kau bisa berada didalam situ? apa yang kau sudah lakukan pada lilie? " Ucapnya dengan nada kasar
" ano maaf.. apa kau sedang berbicara padaku? " Yuuta
" hah?!.. tentu saja kan kau.. memangnya siapa lagi yang ada disini? kau datang dari mana sebutkan namamu? " Ucapnya
" ah namaku ya.. aku yuuta, itsuki yuuta.. aku sedang melakukan perjalanan tapi kebetulan kota ini cukup dekat.. karena itu aku berniat untuk tinggal di kota ini untuk sementara waktu.." ucap yuuta dengan polosnya
" begitu kau datang dari luar ya.. asalkan kau tahu.. kota ini tidak seindah dengan seperti yang kau bayangkan.. kenapa kau dapat melewati dinding besar itu.. asal kau tahu tempat ini adalah neraka dan jika kau ingin bersenang-senang dibalik dinding itu lebih baik menurutku.." ucapnya
" iya aku tahu.. kota ini terbagi dalam dua tempat.. disana memiliki kekayaan alam dan kemakmuran dan sedangkan disini tanah yang tandus dan kemiskinan dimana-mana.. karena itulah yang membuatku tertarik datang kesini!.. " ucap yuuta yang bersemangat
" hah? apa sih yang kau katakan? bodoh sekali.. kau datang jauh-jauh hanya karena alasan itu saja? huh.. dasar aneh " ucapnya
" aku leiyn.. panggil saja aku lei.. senang bertemu denganmu itsuki yuuta.. " ucap Lei
" ya.. " ucap yuuta
" ngomong-ngomong kau masuk kesini dengan cara memanjat dinding itu ya? "
" iya memangnya kenapa? "
" hee.. kau dapat melewati dinding itu ya, berarti kau bukan orang biasa.. jika orang biasa tidak mungkin dapat melewati dinding itu.. " ucap Lei
" tangkap ini.. " ucap yuuta sambil melemparkan satu buah apel pada lei dengan sigap ia menangkan nya dan kebingungan dengan yuuta yang bersikap baik pada orang yang baru ia temui
" kau kenapa kau memberikan makananmu pada orang yang tidak kau kenali? " Ucap Lei
" tidak ada alasan khusus sih.. lagipula kau bukanlah orang jahat, ngomong-ngomong lei kenapa kau mencuri perhiasan dan makanan? " Ucap yuuta
" hmph! kau?! dari mana kau tahu hal itu!.. " ucap lei yang waspada terhadap yuuta
" tebakanku benar ya.. kaito pencuri ulung jika boleh aku tahu apa alasanmu melakukan hal itu.. bukankah kau bukan tipe orang yang suka mencuri?" Ucap yuuta yang menebak-nebak lei
" kalau tidak salah yuuta namamu ya? yuuta satu pertanyaan dariku.. dari mana kau dapat tahu semua itu?! " Ucap lei yang bersiap untuk menerkam yuuta kapanpun
" tidak.. aku hanya menebak-nebak saja, tidak ku sangka ternyata tebakanku tepat.." ucap yuuta
" kau sudah kuduga kau bukanlah orang sembarangan siapa dirimu sebenarnya? " Ucap lei yang cukup waspada terhadap yuuta
" kan aku sudah katakan.. aku ini bukan orang yang mengincarmu.. aku hanya sedikit tertarik padamu, lei yang melubangi tembok itu adalah kau kan?! " Ucap yuuta
" kalau benar memangnya kenapa?! " Ucap lei yang bersikap dingin
" hmm.. sudahku duga kau memang hebat! " Ucap yuuta
" hmm? apa maksudmu.. kalau tidak salah namamu yuuta bukan? "
" benar.."
" dilihat dari sorot matamu kau tidak terlihat seperti orang jahat, lalu apa yang ingin kau ketahui yuuta? " Ucap lei yang mulai percaya terhadap yuuta
" terima kasih lei-san.. sebenarnya aku penasaran dengan kondisi kota ini, aku baru pertama kali melihat kota yang seperti ini, tadinya aku datang ke kota ini hanya untuk membeli beberapa perbekalan namun setelah melihat perlakuan mereka terhadap lilie.. aku mulai mengerti "
mendengar jawaban dari yuuta leinyn mulai dapat mempercayai yuuta, mereka berdua berjalan bersama dengan lei yang menuntun arah perjalanan mereka
yuuta menceritakan alasan dirinya datang ke kota nias dan tentang nya yang berniat untuk pergi ke isse mengunjungi kampung halaman orangtuanya
mendengar semua itu lei merasa bersalah terhadap yuuta atas menuduh yuuta yang tidak-tlidak " begitu jadi yuuta kau ingin mengunjungi kampung halaman orangtuamu untuk memenuhi janji yang dibuat oleh orang tuamu.."
" yuuta aku salah memandangmu.. ternyata kau itu orang baik, kau mempunyai hati yang sangat baik dan juga perduli pada orang lain.. maaf jika tadi aku menuduh yang tidak-tidak terhadapmu.." ucap lei sambil menunduk kepalanya
__ADS_1
" lei-san angkatlah kepalamu.. aku tidak apa-apa, lagipula aku tidak sebaik yang kau kira aku hanya melakukan yang ingin aku lakukan itu saja.."
disaat pembicaraan mereka sedang berlangsung seketika didepan mereka terdapat banyak perumahan dan terdapat banyak orang yang kurus-kurus dan ada juga tengkorak manusia tergeletak di tanah
tanah yang kering tanpa adanya air seluruh penduduk terlihat begitu kelaparan dan keharusan tangisan anak-anak kecil seorang wanita tua berniat untuk mengambil sebagian daging dirinya untuk diberikan pada anak-anak
" maaf yuuta ini bukanlah pemandangan yang bagus, hampir setiap hari semua nya seperti ini.. orang-orang dengan terpaksa menjadi kanibal memakan sesama nya karena kelaparan.."
" kedengaran itu buruk.. hei lei-san apa kau ingin mengubah kondisi ini untuk menjadi lebih baik lagi?"
ucap yuuta dengan tersenyum ringan
" hmph!.. kau tahu yuuta aku dari dulu selalu mendambakan hal itu aku memang ingin mengubahnya sangat ingin! tapi aku tidak bisa, aku tidak mempunyai kekuatan untuk melakukannya.."
" lei-san.. tapi menurutku hal itu tidak mustahil untuk digapai.. jika kau tidak keberatan lei-san bolehkah aku membantumu untuk mengubah kondisi kota ini? " Ucap yuuta
" aku hargai niat baikmu itu tapi hal yang seperti itu sangat mustahil, nias barat dan timur sudah berpecah sejak dari dulu kala.. selama dinding itu belum dirumuhkan mustahil untuk dilakukan " ucap lei dengan tatapan sedih melirik ke dinding besar yang memisahkan nias barat dan timur
" jadi aku hanya perlu menghancurkan dinding itu saja sudah cukup? " Ucap yuuta dengan polosnya menujuk ke arah dinding itu
" hanya perlu? kau asal kau tahu saja bukankah kau terlalu percaya diri, dinding itu dibuat langsung oleh ilahi, para dewa sendiri yang membuatnya.." ucap lei
" dewa? aku tidak yakin dengan itu, lei-san kurasa dewa yang kau sebut-sebut itu mungkin hanya manusia sama seperti kita semua.. jadi tidak menutup kemungkinan kita dapat menghancurkannya.. "
" kalau begitu aku mulai!.."
yuuta melayang diudara sesaat seluruh yang ada disekitarnya tercengang dengan pemandangan yang tidak biasa itu yuuta mengambang terbang melayang semakin tinggi " yu-yuuta kau terbang? " Ujar lei dengan senyuman pahit
" lei ada yang ingin aku coba lakukan.. bisakah kau menunggu disini? masih ada hal yang ingin aku tanyakan padamu? " Ucap yuuta
" hal yang ingin kau coba apa itu? " Ucap lei
" ya lihat saja dari sini.." ucap yuuta tersenyum tipis
yuuta melesat kencang ke arah tembok besar yang menutupi kedua bagian wilayah nias, ia mengambil pedang pemberian kerajaan dan mengalirinya dengan petir biru
hentakan pedang yuuta hanya dapat melubangi sedikit sebagian tembok itu seketika orang-orang kota nias dari kedua sisi kota nias begitu terkejut dengan secara tiba-tiba tembok dapat dilubangi orang manusia
" jadi begitu.. ini cukup keras merepotkan.." gumam yuuta
" whoh!.. apa-apa? apa itu? " Ucap para penduduk
" oi lihatlah itu!.. ada seseorang diatas tembok "
yuuta berada diatas tembok berdiri dengan gagah diatasnya runtuhan bebatuan dari tembok yang retak terjatuh dari ketinggian ke arah nias bagian barat
dan terlihat dipermukaan banyak orang dan bangunan-bangunan disekitarnya, yuuta dengan cepat menghancurkan runtuhan yang akan jatuh pada penduduk yang tidak bersalah
" Ekh!.. hampir saja aku melukai penduduk kota "
sementara itu disebuah tempat kota nias bagian barat terletak sebuah kastil yang cukup besar berdiri memimpin kota nias barat
disebuah jendela kastil terlihat seorang gadis remaja yang memiliki paras yang cantik dan manis gadis berambut biru langit dan mata berwarna hijau emerald
" hmm.. "
gadis itu melihat hal yang telah terjadi pada tembok besar yang memisahkan kedua sisi nias dan ia juga melihat yuuta dengan jelas berdiri dengan gagah diatas tembok
gadis itu berpenampilan layaknya seorang putri kerajaan ia 2 tahun lebih tua dibandingkan yuuta setelah itu gadis itu mulai berjalan meninggalkan tempat itu
" orang itu cukup menarik.. aku harap lain kali aku dapat bertemu dengannya.. tuan pengembara berambut hitam.." ucap gadis itu sambil tersenyum tipis
# Kota Nias Bagian Timur #
yuuta telah turun dari ketinggian lei membawanya ke tempat tinggalnya sambil berjalan yuuta menceritakan tujuannya kemari dan menjelaskan yang telah ia perbuat tadi
" hmm.. yuuta jadi kau lebih muda dariku, dan aku tidak menyangka alasanmu kesini hanya itu? " Ucap lei sambil tersenyum
" ya begitu kira-kira, tadinya aku hanya berniat untuk membeli perbekalan namun setelah melihat kondisi kota ini.. aku membuat keputusan.." ucap yuuta yang tersenyum
__ADS_1
" keputusan apa itu? " lei
" lei aku akan membantumu menyatukan kedua kota nias.." ucap yuuta dengan entengnya
" hah?!.. kau mengatakan hal itu dengan entengnya,
maaf yuuta jika aku menghancurkan keinginanmu, tapi tidak cara untuk menyatukan kedua kota ini.." ucap lei dengan raut wajah kecewa
" itu tidak benar kok.. setiap masalah pasti memiliki solusi karena itu kau tidak boleh menyerah, lei dengarkan aku jika bukan kita lalu siapa yang dapat melakukannya? "
" kalau itu aku sudah mengerti.. aku telah mengerti itu sejak lama, justru karena aku mengerti hal itu untuk melakukan nya hal yang mustahil.." ucap lei
" aku menghargai niat baikmu yuuta terima kasih tapi, hal yang mustahil tetap mustahil.. yang bisa aku lakukan hanyalah mencuri makanan dan memberikannya pada orang-orang yang kelaparan.."
" ya untuk saat ini aku membutuhkanmu mencari informasi.. lei bisakah kau ceritakan pada tentang situasi dikota ini? " Ucap yuuta
" situasi kota ini? " lei
" itu benar! aku ingin tahu apa yang telah terjadi dikota ini dan kenapa kota ini menjadi surga dan neraka disaat yang bersamaan.."
" surga ya? yuuta aku rasa kau salah paham.. sejak awal tidak ada yang namanya surga di kota nias ini timur maupun barat keduanya sama-sama neraka"
" baiklah aku akan menceritakannya padamu.. biang semua ini dimulai 20 tahun yang lalu "
# 21 tahun yang lalu #
Dahulu kota nias dipimpin oleh raja yang baik hati dan dermawan saat itu kota hidup dengan tenang dan damai tanpa adanya perpecahan belah dan rasisme
namun semua itu hancur setelah seorang pangeran diangkat menjadi seorang raja penerus raja itu dan disana awal dari sebuah bencana
raja itu sangatlah rasisme dan radikal ia mengubah semua peraturan pemerintah membuat penduduk kota nias saling bermusuhan hingga menciptakan perpecahan menjadi 2 kubu
kubu pertama mendukung sistem pemerintah raja yang baru sedangkan kubu ke-dua menolak keras sistem baru itu hingga membuat raja sangat marah
setelah itu raja memerintahkan para prajurit untuk membuat benteng besar membagi nias menjadi 2 wilayah nias barat dengan sistem pemerintah baru sedangkan nias timur diasingkan dari kerajaan
dan mulai dari ini raja itu melaksanakan niatnya yang sebenarnya raja mulai menyebar fitnah ke para penduduk hingga bermusuhan
Mulai dari ini kehancuran terjadi pada kota nias
raja memisahkan penduduk nias timur ke bagian tanah yang tandus dan sungai yang mulai kering
sementara itu nias barat hidup damai untuk sementara waktu dan setelah itu raja menunjuk sifatnya yang sebenar
ia memaksa penduduk untuk membayar upeti dalam jumlah yang besar namun karena ketidak sanggupan mereka untuk membayar upeti, raja memanfaatkan dan memaksa para penduduk untuk menyerah 10 gadis tercantik setiap bulannya sebagai pengganti upeti
setiap orang yang menolak perintahnya akan segera dibunuh para prajurit menangkap gadis-gadis yang dipaksa dijadikan hadiah untuk raja mereka
setelah itu banyak gadis-gadis remaja yang sangat menderita dengan hal tersebut mereka yang diserahkan pada raja, mereka dijadikan budak pemuas raja
dan ditaruh dikurungan mereka hanya mendapatkan 1 roti setiap harinya banyak dari mereka menjadi gila dan depresi dan juga banyak hamil juga banyak gadis yang mati karena tertekan semua itu
walaupun banyak gadis-gadis yang mengandung namun setelah ia melahirkan anaknya akan segera dibunuh bersama dengannya
raja bajingan yang cabul itu hingga sekarang masih berkuasa dikota nias bagian barat
# Masa Sekarang #
" hmm.. jadi begitu yang terjadi, lalu dimana raja itu sekarang? " Yuuta
" raja itu sekarang masih berkuasa.. yuuta apa kau pernah melihat kastil besar di nias bagian barat? "
" ah.. iya aku sempat melihat saat aku berjalan menuju kemari.."
" raja itu berada didalam kastil itu dan raja yang bejat itu mempunyai seorang putri.. bahkan sampai sekarang pemerintah itu masih saja ada.. tidak ada orang yang bisa menentangnya" ucap lei sambil tersenyum tipis dengan raut wajah yang Seid
" Raja Nias Generasi Ke 12 Edward von Livetto " ucap lei
Bersambung....
__ADS_1