
Setelah itu yuuta berjalan dan menghadap guru yang melatihnya dalam gunakan pedang, yuuta diberikan pedang replika dan memegangnya dengan satu tangan
" begini sensei.. aku tidak pandai dalam mengunakan pedang.. " ucap yuuta
" pada awalnya semua orang memang begitu.. tapi aku yakin kamu mempunyai potensi untuk menjadi seorang pendekar pedang yang hebat!.. " ucap guru pedang
" iya.. "
" kalau begitu mari kita mulai.. " ucap guru itu
secara reflex yuuta mengerakan kakinya dan membentuk kuda-kuda menyerang yuuta mengayunkan pedangnya dan melontarkan serangan dengan kecepatan tinggi
(Tak! Tak! Tak! Tak! Tak! Krek!)
" Cepat sekali?!.. " gumam guru itu yang berusaha menahan setiap serangan yang dilancarkan oleh yuuta
" kalau begitu bagaimana dengan ini!.. kecepatan bayangan!!.. "
sesaat pria itu bergerak dengan cukup cepat dan seperti muncul bayangan dirinya dan mengayunkan pedangnya dari segala sudut
yuuta fokus memerhatikan seluruh sudut pandangnya dan mencoba untuk menyerangnya
__ADS_1
semua orang yang ada terkagum-kagum dengan kecepatan guru itu yang tidak dapat dilihat oleh mata mereka
(Traaak! stak!)
ia mengarahkan pedangnya ke bawah dan berputar sambil mengengam pedangnya dengan kuat dan dengan kecepatan yuuta ia berhasil memukul kaki guru itu dengan pedang replikanya
" kesempatan!.. " gumam yuuta
dan membuatnya terjatuh dan dengan sigap yuuta langsung menghempaskan pedang milik pria itu hingga terpental jauh dari arena
(Krak!)
sesaat pedang yang digenggam yuuta hancur berkeping-keping menjadi butiran debu disebabkan gerakan yuuta yang terlalu kasar
" yuuta kamu mampu mengalahkanku di usiamu yang terbilang masih sangat muda.. teruslah asah kemampuan dan bakatmu.. " ucap pria itu
" terima kasih sensei.. aku masih belum ada apa-apanya dibandingkan sensei.. aku hanya kebetulan saja memang.. " ucap yuuta dengan rendah hati
" jangan merendahkan diri seperti itu.. kamu harus percaya pada dirimu sendiri.. itulah yang paling terpenting yang harus kamu ingat selalu.. " ucap pria itu
setelah itu pelajaran pelatihan selesai dan berlanjut pelajaran tulis dan yang lain-lainnya
__ADS_1
sudah hampir 1 minggu yuuta berada di akademi sihir dan ia semakin dibenci oleh georgie dan terus-terusan memandangnya rendah dan membully nya namun yuuta hanya diam membiarkan ia melakukannya
karena sikap yuuta yang begitu cuek dan seakan tidak menganggap keberadaan georgie hal itu semakin membuat kesal yang merasa yuuta selalu berada didepan dirinya
saat pelajaran berlangsung ditengah-tengah arena georgie menarik kera yuuta dan menatapnya dengan penuh amarah
" oi! bocah kumuh!.. apa kau pikir kau itu sudah bebas.. kau selalu membuatku kesal! karena kau selalu berada jauh melangkah didepanku.. " ucap georgie dengan nada kasar
semua murid yang ada terdiam dan hanya melihat mereka dari jarak yang tidak jauh dan terlihat fidia yang sedang tidak berada diarena tidak mengetahui hal yang sedang terjadi
" pangeran georgie apa kau punya ada denganku? " Ucap yuuta dengan wajah datarnya
" iya tentu saja ada!.. yuuta aku menantangmu! kita duel! satu lawan 1.. kau dan aku.. sekarang!.. " ujar georgie yang tersenyum licik dengan penuh percaya diri akan menang
" duel? jika itu maumu.. aku terima duel itu pangeran.. " ucap yuuta dengan polosnya menerima duel georgie tanpa berfikir panjang
" bagaimana sensei apa kalian mengizinkan? " Ucap yuuta
" emm.. duel ya.. mungkin dengan duel itu akan membuat mereka semakin berkembang.. " gumam pria itu
" baiklah aku izinkan.. " teriak pria itu
__ADS_1
setelah itu semua murid-murid duduk dibangku arena dan melihat yuuta dan georgie yang berada ditengah-tengah arena pertandingan dan terlihat banyak sekali orang yang menonton mereka bertanding
" persiapan dirimu bocah kumuh.. georgie fram-sama akan menujukan siapa aku sebenarnya!.." gumam georgie