Reinkarnasi Vanessa

Reinkarnasi Vanessa
Gelut Bang!


__ADS_3

Kediaman Duke Harlan kini nampak sangat sunyi dari biasanya, sang kepala keluarga kini nampak murung di dalam ruang kerjanya.


"Salam Duke, maaf mengganggu waktu anda!" salam seorang jendral yang tiba-tiba masuk.


"Salam, ada apa Carol?"


"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa wilayah di perbatasan selatan dan barat tengah mengalami kekeringan, para gubenur dan pengurus setempat meminta anda untuk datang melakukan perundingan ...,"


"Hem ..., aku baru ingat sebentar lagi akan memasuki kemarau panjang, besok kita pergi ke istana untuk membicarakan masalah ini pada yang mulia raja, sekarang kamu boleh pergi!" titah Duke Harlan.


"Baik Duke, saya pamit undur diri!" jendral Carol membungkuk lalu pergi.


Duke Harlan mengambil jubahnya lalu pergi ke ruangan samping untuk beristirahat, belakangan ini dia jarang tidur bersama istrinya itu, karena perasannya mulai tak menentu.


.  .  .


Putri Reddit memeluk putra mahkota dengan wajah sedih karena sang tunangan akan pergi ke medan peperangan untuk memusnahkan para pemberontak dari kerajaan timur yang kini sudah mulai masuk ke wilayah kerajaan tengah.


"Aku berdoa kepada dewa langit semoga kamu selamat dalam peperangan ini putra mahkota," sedih putri Reddit melepaskan pelukannya.


Putra mahkota hanya menatap datar gadis cantik yang menangis di depannya ini tak ada getaran sedikitpun di hatinya atas perhatian kecil putri Reddit.


"Kami berangkat dulu yang mulai, mari putra mahkota?" bimbing jenderal Nic pada putra mahkota untuk menaiki kuda yang sudah di siapkan.


Para rombongan itu kini sudah berjalan keluar dari area kerajaan, para warga melihat rombongan prajurit itu hanya bisa berdoa semoga mereka bisa kembali dengan keadaan selamat. Putri Reddit mengepalkan tangannya menahan gejolak marah dalam dirinya.


"Putra mahkota, ku pastikan kau akan tunduk kepadaku!" batin putri Reddit menghunus tajam punggung putra mahkota yang mulai mengecil tertelan oleh kejauhan.


"Sudah jangan bersedih tunanganmu pasti kembali dengan selamat!" bujuk ibu ratu menenangkan calon menantunya. "Mari masuk, kita akan minum teh bersama?" ajak ibu ratu membawa putri Reddit masuk.


.  .  .

__ADS_1


Sedangkan di tengah keramaian pasar Vanessa justru tengah bergelut dengan para bandit di pasar. "Balikin gak ouy!" teriak Vanessa karena kantong koinnya di ambil.


"Tidak bisa nona manis, ini sudah menjadi milik kami, atau nona juga mau ikut sama kami?" ucapnya dengan nada menggoda menatap tubuh molek Vanessa yang menggunakan gaun putih yang sangat cantik di tambah rambut pirangnya yang di sanggul.


"Bacot! Balikin gak? Atau gue hajar Lo pada, hah!" teriak Vanessa mencoba melawan karena prajurit Jianli sudah lemas di hajar habis-habisan oleh ketiga bandit kurang ajar ini.


Vanessa yang sudah berang mengangkat gaunnya hingga menampakkan kaki mulusnya, dayang Fuu yang melihat aksi putrinya berteriak jangan melakukan itu.


"Hiaa ...!" Vanessa menendang perut bandit yang di tengah hingga tersungkur, lalu dengan gesit Vanessa menghindar dari kedua bandit yang hendak memukulinya.


Suara tulang patah sangat terasa renyah di telinga Vanessa setelah mematahkan pergelangan tangan si bandit, para pembeli dan pedagang di pasar begitu kagum dengan aksi Vanessa yang bisa menghajar si bandit yang begitu meresahkan di pasar ini.


"Serahkan kantong koinku, atau kepalamu putus!?" ancam Vanessa menginjak dada si bandit tak lupa pedang yang di todonginya.


Napas Vanessa begitu tak teratur tenaganya seolah terkuras habis. "Ini ambilah nona, kami mohon jangan bunuh kami!" gemetar tiga bandit itu langsung berlari terbirit-birit setelah melempar kantong koin milik Vanessa.


Vanessa menggeleng pelan menghalau rasa pusing di kepalanya, hingga dia ambruk pingsan. "Putri!" histeris dayang Fuu melihat putrinya terbaring pingsan. "Jianli cepat bantu aku!" pinta dayang Fuu.


Seorang Marquess berdiri dari kejauhan melihat semua aksi Vanessa dia sangat terkagum baru kali ini dia melihat seorang gadis bisa belajar bela diri dan mengalahkan tiga bandit sekaligus.


"Jack, kira-kira siapakah gadis itu?" tanyanya sambil berbisik pada pengawalnya.


"Saya kurang tau Marquess, tetapi saya sedikit mendengar tentang nona itu bahwa dia adalah pedagang makanan yang sering di bicarakan oleh para pelayan istana," beritahu Jack pada tuannya ini.


Marquess tersenyum, namun senyum itu tak bisa di artikan intinya dia hanya tersenyum sudah itu saja.


.  .  .


Vanessa menggambar sesuatu menggunakan kuas ajaibnya. Vanessa iseng menggambar sebuah gaun polos berwarna biru gelap. "Anjir hebat juga gue gambarnya, andai aja ini bisa jadi nyata!" molongnya.


Si sistem mendengus pelan akan kebodohan tuan rumahnya tanpa mau ribut, dia langsung meneruskan tidurnya di atas kasur milik Vanessa yang tidak seberapa empuknya, malah yang ada kerasnya doang.

__ADS_1


"Kyaa ...!" teriak Vanessa begitu senang dia baru ingat bahwa kuas ini ajaib bisa menggambar apa saja dan bisa menjadi nyata. "Astaga bodohnya diriku ini!" kekeh Vanessa menertawakan kebodohannya.


"Baru sadar kan anda tuan rumah!" batin sistem julid.


"Bubu, aku mau tanya deh, tadi di pasar kok aku bisa bela diri padahal kan keahlian ku yang itu akan terbuka di level tujuh, tapi ini kok ...?" tanya Vanessa.


"Tuan rumah di kendalikan oleh hewan kontrak anda tuan, dan sekarang hewan kontrak anda tengah mengalami sakit akibat menghabiskan banyak mana yang harus di keluarkan, jika keahlian anda sudah terbuka anda harus bersiap-siap untuk melakukan perjalanan jauh, untuk mencari tau sesuatu!" jelas sistem panjang lebar.


"Huh, jadi aku gak bisa buka warung lagi dong?" lesu Vanessa, dirinya ingin sekali sukses di dunia ini, karena di dunianya dulu ia, hanya bisa menjadi beban saja!


"Misteri di dunia ini begitu banyak tuan rumah, kita tidak bisa stuck di satu tempat saja, satu lagi anda mendapatkan misi untuk menemui Marquess di jembatan dekat desa!"


Layar hologram muncul menampilkan data seseorang yang akan Vanessa targetkan, karena sistem sudah di upgrade kini bisa menampilkan data seseorang.


"Terus kalo gue ketemu si Marquess itu mau gue apain?" tanya Vanessa, masa iya cuma ketemu random doang gak ngapa-ngapain.


"Liontin, berikan Marquess liontin yang anda dapatkan dari misteri box, karena di dalam liontin itu ada sebuah jiwa yang terkurung, dan yang bisa membukanya hanya Marquess seorang!" beritahu sistem.


"Begitu ya ...," lirih Vanessa. "Kira-kira jiwa siapa yang terkurung itu bubu? Aku sangat penasaran!" tanya Vanessa.


"Entahlah aku pun tak tau tuan rumah!" dengus sistem lalu kembali tertidur, semenjak dia menjadi kucing si sistem ini menjadi kucing pemalas.


"Putri mari makan, aku sudah membuatkan mu bubur," ucap dayang Fuu menyerahkan satu nampan bubur dan air minum.


"Terimakasih dayang Fuu, apa kalian berdua sudah makan? Lalu bagaimana keadaannya prajurit Jianli?" cecar Vanessa.


"Sudah putri, dan Jianli juga sudah lumayan membaik," jawab dayang Fuu.


"Baguslah kalo begitu, aku makan dulu?" ucap Vanessa mulai menyantap buburnya.


.  .  .

__ADS_1


Stay Wak Wak Wak gaes 🥳


__ADS_2