Reinkarnasi Vanessa

Reinkarnasi Vanessa
Waktunya Untuk Serius


__ADS_3

Sehabis drama di kediaman sang Duke kini putri Reddit datang berkunjung ke istana dengan kereta kudanya, putri Reddit di sambut dengan baik oleh para pelayan bagaimanapun juga putri Reddit adalah calon putri mahkota.


"Selamat datang di kediaman istana putri!" sambut mereka dengan baik dan hormat.


Wajah yang selalu menampilkan keluguan dan kepolosan itu kini berubah menjadi wajah penuh keangkuhan, tanpa menjawab pertanyaan para pelayan putri Reddit langsung bergegas pergi ke keruangan putra mahkota Haden.


"Salam putra mahkota!"


Putra mahkota yang melihat kedatangan putri Reddit merasa malas dan tak ada niat sama sekali untuk melakukan apapun, karena moodnya rusak seketika.


"Salam, ada apa putri Reddit?" tanya putra mahkota berbasa-basi.


"Apa saya tidak boleh mengunjungi kediaman tunangan saya sendiri?" tanya balik putri Reddit, dirinya cukup kesal karena putra mahkota terkesan menghindarinya.


"Boleh saja, tetapi saya tengah sibuk sekarang!" jawab putra mahkota membolak-balikkan lembaran kertas coklat usang.


Putri Reddit merasa geram karena merasa di acuhkan, tetapi dirinya cepat-cepat membalikkan senyum manisnya. "Putra mahkota bagaimana jika kita pergi berjalan-jalan? Pasti anda merasa suntuk dengan berkas-berkas itu?" ucap putri Reddit mengajak putra mahkota.


"Apa kau tidak mengerti putri Reddit, bahwa aku tengah sibuk? Jadi aku tidak punya waktu untuk berjalan-jalan! Jika kau ingin mintalah pada dayang-dayang mu!" sentak putra mahkota merasa lelah.


"Baiklah jika putra mahkota tidak mau, saya pamit undur diri!" senyum putri Reddit lalu melenggang pergi.


Senyum yang sangat di paksakan Haden bisa melihat itu, sampai kapanpun dirinya tidak akan pernah menyukai wanita itu, hatinya hanya untuk Vanessa seorang ingat hanya VANESSA!


"Mengingatnya, aku jadi merindukan gadis itu!" gumam Haden lalu dengan cepat menutup semua berkas itu dan pergi berganti baju untuk pergi menemui Vanessa sang pujaan hati.


.


.


"Minggir!" sentak putri Reddit mendorong seorang pelayan yang menyambutnya hingga tersungkur.


Dirinya merasa panas seluruh tubuhnya merasa terbakar api amarah. "Putra mahkota, kau begitu meremehkan ku rupanya! Awas saja akan ku buat kau bertekuk lutut di hadapan ku!"


"Dayang Lue!" panggil putri Reddit.


"Iya putri?"


"Tambahkan ini ke makanan putri Gracia!" titahnya.


Dengan patuh dayang itu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk putri Gracia, dayang Lue adalah dayang pribadi Gracia tetapi bekerja untuk putri Reddit.

__ADS_1


Entah bubuk apa yang di masukan oleh dayang itu, tetapi yang pastinya itu sangat berbahaya. "Semua orang harus berada di dalam kendaliku!" gumam putri Reddit, sehingga kabut hitam mengelilingi tubuhnya.


.


.


Vanessa menghembuskan nafasnya kasar akan keadaan Jianli yang semakin memburuk bahkan kini bau busuk menyeruak keluar dari area lehernya, para tabib yang di suruh Vanessa tak sanggup untuk mengobati luka di leher Jianli.


"Itu adalah racun, bunga teratai hitam yang bersumber dari getahnya, racun jenis ini bisa menimbulkan bau busuk dan bengkak yang parah!" jelas sistem tiba-tiba menyahut setelah satu bab tidak berbicara.


"Tuan putri pergilah, tinggalkan aku ..., aku takut putri tertular oleh penyakit busuk di leherku ini," kata Jianli dengan susah payah, pita suaranya sedikit terganggu.


Vanessa mengambil lap di samping ranjang lusuh itu, prajuritnya seperti di asingkan akibat penyakitnya, dengan telaten Vanessa mengusap peluh di dahi dan leher Jianli. Vanessa merasa sedih bahkan hampir menangis.


"Aku tidak sejahat itu untuk membiarkanmu sakit sendirian seperti ini Jianli, ingat apa perkataan ku di pengasingan kita ini adalah keluarga jadi bagaimanapun keadaan mu aku akan dengan suka rela merawat mu!" Vanessa menitikkan air matanya sembari menyeka keringat di dahi Jianli.


"Tuan putri, anda begitu baik, semoga dewa-dewi membalas semua kebaikan tuan putri!"


"Bubu, apakah ada penawar dari racun teratai hitam itu?" tanya Vanessa tentunya mereka berbicara lewat telepati.


"Rumput bersinar, rumput bersinar mampu menyerap energi negatif dari kandungan racun, dan tahap penyembuhannya selanjutnya tuan rumah hanya perlu membasuh luka bengkak itu dengan air hangat karena itu mampu mematikan bakteri yang menempel pada luka," tutur sistem menjelaskan dengan baik.


"Di sebelah Utara kerjaan, anda cuma membutuhkan waktu sampai di sana sekitar 45 menit, jadi agak cukup jauh!"


"Baiklah, aku akan pergi malam ini, semoga aku bisa mendapatkan rumput bersinar itu."


Mereka semua tidak ada yang mau merawat Jianli jadi mau tak mau Vanessa harus turun tangan. Vanessa mengambil bubur yang sudah jadi lalu menyuapi Jianli dengan telaten. "Semua kebutuhanmu sudah aku persiapkan Jianli, ingat kan apa yang sudah ku ajari?" tanya Vanessa memastikan.


"Ingat tuan putri!" jawab Jianli mantap.


Yap. Vanessa menyiapkan tisu kering dan tisu basah untuk Jianli, kalian tau lah untuk apa. "Jaga dirimu baik-baik, aku akan pergi malam ini untuk mencari obat untuk lehermu!"


Setelah kepergian Vanessa Jianli menatap sedu pintu kayu yang sudah tertutup rapat itu. "Aku tidak menyangka putri akan sebaik itu, betapa beruntungnya aku mendapatkan majikan seperti putri, semoga putri selalu selamat di manapun putri berada!" batin Jianli, karena dia tak mampu berbicara.


.


.


Ganeta menatap nyalang perubahan sang anak. "Apa anak itu mau memberontak?" gumam Ganeta menatap tajam putrinya.


"Ingat kau berada di posisi ini karena usahaku sialan! Jadi jangan macam-macam kau!" Ganeta menghempaskan dagu lancip itu hingga menoleh ke samping.

__ADS_1


"Maafkan aku ibu, ak-aku tidak akan menghianati ibu!" tangisnya memohon ampu, bagaimanapun dirinya sangat takut dengan kemarahan Ganeta.


"Bagus, memangnya harus seperti itu!"


Ganeta pergi meninggalkan gadis yang tertunduk menangis itu, dirinya merasa lemah karena ancaman Ganeta. "Ck, kapan aku bisa kuat? Aku ingin sekali menghancurkan nenek tua sialan itu!" batinnya tak mungkin mengumpat secara nyata karena sihir pendengar sudah melekat rapi di tengkuknya.


.


.


Malam harinya Vanessa di panggil ke ruangan sang Duke. "Salam ayahanda!" tunduk Vanessa.


"Langsung saja, Minggu depan ayah akan mengirim mu ke perbatasan timur untuk menjadi relawan para bangsawan lain juga mengirim putri mereka untuk ikut serta!" jelas langsung sang Duke.


"Hanya aku?" tanya Vanessa menunjuk dirinya.


"Iya, karena kedua saudari perempuan mu tidak bisa ikut,"


Vanessa berdecak males. "Terserah, permisi!"


Brak!


Vanessa menutup pintu dengan cukup kencang sehingga mengangetkan mereka yang berjaga di depan.


"Sial jika begini rencana kabur ku akan gagal!" desis Vanessa mendudukkan dirinya di atas kasur.


"Justru itu bagus tuan rumah, anda bisa kabur saat sudah tiba di perbatasan timur, di sana ada air terjun yang sangat bagus untuk melakukan kultivasi banyak energi positif, jadi anda akan cepat mendapatkan kekuatan sihir anda tuan rumah!" sahut sistem.


"Hem ..., jika di pikir-pikir bagus juga, kita bisa membuat data palsu jika Vanessa mati terbunuh oleh para pemberontak timur dan jasadnya di temukan di tepi hutan, ck! Kenapa aku tidak kepikiran!" senyum Vanessa akan rencana gilanya itu.


"Anda memang pinter tuan rumah!"


"Dengan begitu juga aku masih ada waktu untuk menyembuhkan Jianli!"


.


.


.


Stay Wak Wak Wak gaes 🥳

__ADS_1


__ADS_2