
Malam harinya Vanessa bergerak pergi ke daerah Utara istana kerajaan, Vanessa menumpang pada seorang pengantar barang yang bergerak di malam hari.
"Nona mau kemana?" tanya sang kusir, di tengah kegelapan malam, mereka berjalan hanya mengandalkan sinar bulan dan mata kucing mereka.
"Saya mau ke daerah Utara paman," jawab Vanessa seadanya.
"Wah ..., apa nona tidak takut keluar malam-malam seperti ini, daerah Utara masih terbilang rawan akan perampokan nona," ujar si kusir.
Vanessa menyerngit bingung. "Jika rawan perampokan lalu bagaimana dengan paman?" tanya balik Vanessa sedikit curiga.
"Hahaha!"
"Sistem, apa aku dalam bahaya?" tanya Vanessa.
"Benar tuan rumah, dia bukan kusir biasa, dari arah depan ada lapangan sedikit luas, jadi sebelum tuan rumah sampai di sana alangkah baiknya tuan rumah segera pergi dari sini!" seru sistem.
Dengan cepat Vanessa memutar otak. "Paman?" panggil Vanessa.
"Iya?"
"Bisakah aku turun di sini? Ada sesuatu yang jatuh, mungkin itu salah satu barang bawaanku!" ucap Vanessa dengan nada lemah.
Agar tak di curigai sang kusir itu pun terpaksa berhenti, dengan secepat kilat Vanessa pergi berlari ke dalam hutan, tidak menyusuri jalan setapak yang mereka lewati tadi. Vanessa sedang tak mood untuk bertarung.
"Sial wanita itu kabur!" geram sang kusir menendang gerobak kudanya.
.
.
Malam semakin dingin, bulan yang terang kini hanya menyisakan awan hitam yang mengepul dengan susah payah Vanessa menaiki tebing di temani oleh lentera kuning miliknya.
"Aku mohon dewi, semoga rumput bersinar ada di sini!" batin Vanessa berharap penuh, sesampai di atas tebing Vanessa berkeliaran mencari dan akhirnya ketemu.
"Akhirnya!" senyum Vanessa hendak mencabut rumput bersinar itu tetapi sebuah kunai menancap di sampingnya hampir mengenai dirinya.
"Apa yang kau lakukan di wilayah ku nona!?" sebuah suara muncul dengan geraman yang menyeramkan.
"Siapa kau?" tanya Vanessa mengeluarkan pisau lipatnya yang tentunya di ambil dari ruang dimensi.
"Dia adalah ghost ninja, yang hampir punah hanya sebagian orang tertentu yang bisa memilikinya, jika anda mampu mengalahkannya anda akan mendapatkan 2000 poin dan misteri box karena ini di luar misi!" sahut sistem memberitahukan Vanessa.
Pertarungan di mulai, ghost ninja mulai menyerang Vanessa dengan brutal dari berbagi sisi. Vanessa yang memang tidak terlalu pandai dengan taktik bertarung dia hanya bisa menghindar dan mengamati, karena ghost ninja menyerang tanpa terlihat.
"Dia menyerang ku dari arah berlawanan secara beruntun, lalu berpindah ke samping dan ..., kena!"
__ADS_1
Leher Vanessa berhasil tergores hingga darah mengalir deras di lehernya. "Shhh ..., sial dia menyerang ku dari belakang!" ringis Vanessa.
Vanessa mengambil pisaunya, dia melihat sekitar yang cukup hening, saat berpapasan tadi Vanessa bisa merasakan hawa yang cukup dingin dan lembab.
Pes!
Satu kunai berhasil Vanessa hindari hawa dingin itu kembali menerpanya dengan kecepatan kilat Vanessa mengayunkan pisaunya sehingga berhasil mengenai tengkuk ghost ninja itu sehingga berhasil memperlihatkan wujudnya yang serba hitam.
"Kena kau!" desis Vanessa menendang dan mengunci pergerakan ghost ninja itu.
Tanpa belas kasih Vanessa mencabut pisaunya dari tengkuk ghost ninja itu hingga darah berwarna hitam berhasil keluar bahkan muncrat mengenai tangannya.
"Ampun tuan!" ringis nya hingga tersungkur, ghost ninja mempunyai fisik sama seperti manusia pada umumnya yang berbeda hanya pikiran isi sel tubuh dan semacamnya, pemikirannya hanya di setting untuk satu tujuan, bisa di bilang seperti hewan.
Ding!
...Bonus poin 2000 cek poin anda sekarang di hologram....
Sebuah pesan sekelebat lewat di hadapan Vanessa.
...Permintaan sedang di proses ......
Rintik hujan mulai turun dengan cepat Vanessa mengambil rumput bersinar yang nampak bergoyang-goyang yang ingin di petik.
"Biar saya yang urus tuan rumah, anda turun saja saya takut terjadi longsor karena hujan akan semakin besar!" suruh sistem sedikit khawatir.
.
.
.
Acara minum teh antara para lady bangsawan yang sudah berkumpul di dalam ruangan, kali ini mereka mengadakannya di kediaman seorang anak count bernama Liana.
"Silahkan di nikmati, saya sangat berterimakasih karena para lady sudah mau mampir di kediaman ku!" ucap lady Liana berbasa-basi.
"Hahaha, iya kami juga sangat senang atas undangan anda lady Liana jaminannya sangat enak!" sahut seorang lady anak dari seorang Viscount.
Pertemanan dari para lady bangsawan tidak ada yang tulus justru mereka saling menjelek-jelekkan satu sama lain di belakang, mereka berkumpul untuk membangun visi dan keberuntungan masing-masing.
Yang paling menonjol di sana tentunya putri Reddit karena dia adalah tunangan putra mahkota jadi banyak sekali para lady bangsawan yang ingin berteman dengannya dan tentunya mereka ingin naik panggung lewat jalur berteman dengan sang putri.
Vanessa menatap bosan perkumpulan itu, mereka hanya membahas gelar dan kekayaan dan tentunya saling merendahkan secara halus pada musuh yang samar.
"Ck, membosankan!" dengus Vanessa memulai memakan kue di depannya itu.
__ADS_1
"Kakak, bukankah tidak sopan mendahului tuan rumah makan?" tanya putri Reddit secara tiba-tiba sehingga membuat atensi mereka teralihkan untuk Vanessa seorang.
Vanessa berhenti mengunyah bahkan dia menelan secara kasar makanan itu.
"Ck, sipat saudari mu itu memang tidak pernah berubah ya putri, tidak punya sopan santun selalu mau berbuat seenaknya!" celetuk salah satu lady anak Viscount yang menyudutkan Vanessa.
"Lalu apa masalahnya? Oh atau kamu pura-pura ya?" tanya Vanessa, dia sedikit kesal.
"Apa maksudmu putri Vanessa?"
"Ck, tadi yang makan paling dulu siapa? Kok giliran gue makan malah sewot giliran yang lain makan malah anteng aja diem! Niat banget emang mau bikin gue malu!" ketus Vanessa menatap sinis putri Reddit yang menunduk.
Mereka sedikit tidak mengerti dengan kata-kata Vanessa yang sedikit asing di telinga. "Tapi itu tetap tidak sopan kak," kekeuh putri Reddit.
"Hey lady Liana yang cantik dan badhol, hidangan di atas meja ini untuk apa?" tanya Vanessa.
Lady Liana yang di puji cantik tersenyum malu. "Untuk di makan tentunya putri Vanessa!" jawab lady Liana.
"Lalu apa kau keberatan jika aku memakan hidangan ini?" tanya Vanessa lagi.
"Tentu tidak, ini di sediakan memang khusus untuk kalian," jawabnya.
"Terus apakah anda pernah menulis sebuah peraturan 'tamu tidak boleh makan sebelum tuan rumah?"
"Peraturan macam apa itu putri Vanessa, makanan ini memang untuk kalian jadi silahkan di nikmati sepuas kalian!" tegas lady Liana merasa tersinggung. "Dan kau putri Reddit, lain kali jangan seperti itu bagaimana pun putri Vanessa ini adalah kakak anda!"
"Lady Liana berani sekali anda berbicara seperti itu terhadap tunangan putra mahkota!" sahut para lady yang lainnya.
"Aku hanya memperingatinya, bukan menghinanya apa yang salah? Jika putra mahkota menghukum ku hanya karena ini? Itu benar-benar keterlaluan!"
Skakmat.
Mereka semua terdiam. "Lagian adik ku ini terlalu melebih-lebihkan sesuatu, perkara makan saja jadi separah ini, kakak tau niatmu baik untuk mengingatku adik, tetapi lain kali lihat situasi dulu ya adik!" senyum Vanessa tetapi jika di lihat lagi senyum itu seperti ejekan.
Putri Reddit mengepalkan tangannya, lagi dan lagi Vanessa bisa lolos dari tuduhannya itu, putri Reddit amat sangat membenci Vanessa sampai ke tulang-belulang nya.
"Sialan kau Vanessa!"
.
.
.
Stay Wak Wak Wak gaes 🥳
__ADS_1