
Setelah beberapa Minggu di wilayah selatan kini Vanessa dan rombongan sang Duke berpamitan untuk pulang, bahkan masa hukuman Vanessa di kurang kan, dan tentunya si empu menjadi senang.
"Dengan begini aku bisa leluasa untuk mencari informasi lebih lengkap tentang si Vanessa ini!" batin Vanessa menyeringai jahat, misi kemarin Vanessa berhasil memasuki level enam, tinggal satu misi lagi dia akan bisa menguasai seluruh jenis bela diri.
"Nona apakah kau baik-baik saja?" tanya seorang prajurit yang kebetulan berjalan dekat dengan kereta kuda yang Vanessa tunggangi.
"Huh, tidak bro, hanya saja aku sedikit galau!" lesu Vanessa menyenderkan kepalanya di jendela kereta kuda itu.
"Em, saya tidak mengerti nona," ringis prajurit itu bingung.
"Hem, aku mengerti!" dengus Vanessa, niat hati mau curhat eh, si empunya tidak mengerti kan acu!
. . .
Mereka sampai di kediaman sang Duke, Vanessa langsung turun tak lupa dengan kucing Oren yang selalu dirinya bawa. "Gede juga nih kediaman si Duke tu!" gumam Vanessa terkagum.
"Salam untuk ayah anda, semoga di berkati oleh dewa-dewi yang agung!" bungkuk putri Reddit dengan hormat, tak lupa wajahnya yang sedikit terkejut atas kepulangan kakak tirinya itu.
"Terimakasih putriku," senyum sang Duke mengelus kepala sang anak begitu sayang.
Vanessa yang melihat itu mendelik sinis, sehingga orang yang melihat raut wajahnya itu pasti menembak bahwa Vanessa iri akan perlakuan sang Duke terhadap putri Reddit.
"Kenapa hama ini cepat sekali pulang, huh ..., kediaman sudah tidak setenang dulu lagi!" dengus seorang pemuda yang pastinya Vanessa tebak itu adalah kakak ketiganya yakni Herris Shamus.
"Selamat tinggal ketenangan!" dengus kakak kedua yakni Gracia Vanora Shamus.
"Seharusnya kalian menyambut kepulangan adik kalian, bukan malah seperti itu!" peringat ibu tiri mereka yakni Ganeta Alice Xaviela.
"Malas sekali ibu, past--" ucapan Gracia terpotong oleh sahutan Vanessa yang tengah merenggut kesal.
"Cocote anjir!" dengus Vanessa lalu pergi masuk menghiraukan mereka semua yang masih berada di depan yang entah membahas apa, yang pasti mereka tengah menjelek-jelekkan dirinya.
"Ck, dasar anak itu!" dengus sang Duke lalu ikut masuk, tak lupa mengajak istri dan ketiga anaknya.
. . .
__ADS_1
"Kamar seorang putri kok jelek begini sih! Yang bener aja," dengus Vanessa dia mengira kamar Vanessa asli akan sangat bagus seperti kamar seorang anak bangsawan pada umumnya.
Lah ini? Yang ada malah kek kandang bebek. "Udah lah gak adil, mana tempat tidur gak di bersihkan lagi! Pantes si Vanessa ni berbuat jahat, wong kelurganya kek anying semua!" dengus Vanessa.
"Tapi tenang ..., gue kan sekarang punya ruang dimensi, boleh lah gue hias nih kamar biar jadi aesthetic sedikit!" senyum Vanessa.
Dirinya mulai memindahkan barang-barang yang tak penting itu, mulai dari tembok yang mengelupas Vanessa tempel menggunakan kertas dinding, ranjangnya sudah dia ubah yang dulunya keras kini sudah sangat empuk, meja rias beserta peralatan makeup dan skincare nya. "******, gue gak tau ini dunia khayalan atau apa, tetapi ini benar-benar nyata!" pusing Vanessa.
Semua gaun mewah sudah Vanessa simpan dengan rapi di dalam lemarinya, tak lupa sepatu juga. "Kalo si Reddit liat ini, gue yakin dia bakalan kejang-kejang!" kikik Vanessa.
"Nona?" panggil salah satu pelayan, kenapa tidak dayang Fuu, saja? Karena dayang Fuu tengah izin pulang kampung, salah satu keluarganya terkena musibah.
"Ada apa?" tanya Vanessa membuka pintu.
"Nona di panggil untuk makan malam, oleh sang Duke," ucapannya menunduk takut, karena bagaimanapun Vanessa asli sangat bengis suka menindas para pelayan di kediaman, sehingga para pelayan selalu membandingkan Vanessa asli dan si putri Reddit.
"Hem, pergilah!" usir Vanessa. "Aku tidak akan mengubah sifat ku di kediaman ini, biarlah mereka menilai ku sesuka hati mereka, karena jika menjelaskan mereka akan menganggap mu berdrama saja!" gumam Vanessa lalu pergi masuk untuk mengganti gaunnya.
Dua menit kemudian Vanessa turun dengan gaun coklat tak lupa dengan sendal bulunya, sehingga perhatian keluarga besar itu teralihkan oleh penampilan Vanessa.
"Cih!" decih Gracia menatap sinis ke arah adik perempuannya itu. Gracia nampak melihat perubahan Vanessa dari yang dulu selalu berdandan menor bak setan baru keluar dari neraka.
"Selamat malam kakak," sapa putri Reddit dengan suara yang tentunya sangat lembut bak telur goreng.
"Malam!" cetus Vanessa mulai memakan-makanannya.
"Dasar tidak tau sopan santun! Bahkan ayah saja belum memakan-makanannya!" sinis Herris.
"Loh, siapa suruh gak makan? Hey tuan Duke. Kenapa kau menunda acara makan-makan mu? Bukankah kalian selalu makan terlebih dahulu, tanpa memperdulikan ku! Lalu ini ...?" delik Vanessa merasa kesal. "Ck, menyebalkan!" dengus Vanessa lalu membawa pergi piringannya dia akan makan di luar.
"Dasar gadis itu! Semakin hari sifatnya semakin buruk!" dengus putri Gracia.
"Sudahlah kak, mungkin kak Vanessa lelah, makannya dia seperti itu," timpal putri Reddit sambil mengelus pundak kakak tirinya itu.
"Kamu memang sangat baik, bahkan kamu tidak pernah tersinggung dengan ucapan anak sialan itu!" sahut Harris memuji adik tirinya, berbeda dengan Samuel dia langsung pergi dari ruang makan, moodnya sangat hancur gegara perdebatan tidak bermutu itu.
__ADS_1
"Apa kakak pertama marah? Reddit minta maaf jika ada salah!" sedihnya saat melihat kakak tirinya itu pergi.
"Sudahlah jangan di pikirin, mungkin kakak tengah banyak pikiran." Ucap Gracia, menenangkan adik tirinya.
. . .
Sedangkan di taman samping rumah dengan banyak prajurit yang berjaga Vanessa malah bernyanyi sambil menggoyangkan kucing Oren nya.
Bahkan wajah kucing itu sudah sangat datar melihat kebobrokan sang tuan. "Langit bumi bersaksi derita kujalani!" nyanyi Vanessa tertawa sendiri. "Hahah, komuk wajah Lo kek nahen boker bubu!" ejek Vanessa tertawa sendiri yang tentunya di lihat oleh banyak prajurit yang menganggap bahwa nona mereka telah hilang akal.
Samuel tersenyum kecil melihat kesenangan adik bungsunya itu, ya ..., dirinya tidak membenci Vanessa hanya saja sedikit kecewa dengan kelakuan adiknya itu.
"Hahah, coba nyanyi Siva-Siva pake suara kucing Lo itu?" suruh Vanessa pada kucingnya itu.
"Tuan rumah, berhentilah anda tidak sadar kah bahwa anda sedang di perhatikan oleh banyak orang!" _- kesal si sistem.
"Aelah, bodo'amat Bu, gue mau senang-senang sumpek gue di kediaman besar ini! Coba aja ada gadget sama tv!" lesu Vanessa lalu kembali duduk.
"Sudahlah tuan rumah, saya membawa misi untuk anda,"
"Misi apa tuh!" sungut Vanessa.
"Kita harus berbicara lewat telepati tuan karena di sini banyak orang, misi yang akan anda lakukan adalah menjadi pusat perhatian di kota, dan mengalahkan kecantikan putri Reddit!"
"Bused! Kek mau ajang kecantikan aja, terus kalo aku berhasil dapat apa?" tanya Vanessa.
"Apakah anda lupa tuan rumah, jika anda naik level tujuh anda bisa mendapatkan kekuatan bela diri!" jelas sistem.
"Hem ..., tetapi ini akan sangat sulit, mengingat reputasi Vanessa asli sangat buruk di kerajaan ini!" dengus Vanessa. "Tetapi apa salahnya untuk mencoba, demi menguasai bela diri, mengingat dunia ini begitu berbahaya bagi orang lemah!" desis Vanessa menatap tajam ke arah depan.
Dari kejauhan Samuel melihat raut wajah sang adik yang berubah-ubah, membuat dirinya begitu bingung. "Sebenarnya ada apa dengan gadis itu? Semakin menarik saja!" senyum Samuel lalu berlalu pergi dari sana.
. . .
Stay Wak Wak Wak gaes 🥳
__ADS_1