Reinkarnasi Vanessa

Reinkarnasi Vanessa
Vanessa Memang menyebalkan!


__ADS_3

"Salam ayahanda, semoga di berkati 1000 tahun kehidupan!" ucap putra mahkota Haden membungkuk pada sang raja Luke yakni ayahnya sendiri.


Raja Luke mengangguk, menjawab salam sang anak. "Langsung saja, ayah akan mengirim mu ke perbatasan timur, karena para pemberontak itu sudah mulai masuk ke kawasan tengah, ayah mengirim mu ke sana untuk memandu para prajurit yang ayah kerahkan!" 


Putra mahkota Haden hanya bisa mengangguk, lebih baik dia pergi ke perbatasan untuk mencegah para pemberontak di kerajaan timur yang kini tengah masuk ke wilayah kerajaan tengah. Haden lebih memilih pergi karena dia bisa menghindari putri Reddit yakni tunangannya sendiri.


Mereka berdua bertunangan tentunya karena alasan politik tetapi berbeda dengan Reddit yang memang mencintai putra mahkota Haden, tapi tidak sebaliknya karena Haden hanya mencintai putri Vanessa!


"Saya setuju ayahanda, kapan saya akan berangkat?" tanya putra mahkota Haden.


"Besok, kamu akan berangkat bareng jendral Nic, jika misi mu ini berhasil, ayah akan memberikanmu satu daerah untuk kau urus!" tukas raja Luke.


Haden yang mendengar itu menjadi semangat, jika dia berhasil dia akan meminta daerah tempat Vanessa di asingkan, maka dia bisa bertemu dengan Vanessa kapanpun dia mau.


"Baiklah ..., aku pegang janji ayah!" senyum putra mahkota Haden lalu membungkuk setelah itu berlalu pergi dari hadapan sang ayahanda.


"Dasar anak itu!" dengus raja Luke ikutan pergi untuk bertemu salah satu selirnya.


.  .  .


Pinggang Vanessa kini lumayan membaik setelah di obati oleh kaisar Zhao Lie, entah kenapa kaisar Zhao Lie itu bisa nyasar ke sana. Vanessa jadi bingung.


"Sistem coba lihat data diriku?" pinta Vanessa, yang tentunya di dalam hati, mumpung orang lagi sepi.


"Baik tuan rumah!"


...Loading .......


...1...% 29% 38% 45% 70% 78% 95% 99 ....% 100%...


...Nama: Vanessa Queenli...


...Umur: 17 tahun...


...Kepintaran: 80 ...%...


...Kesaktian: 30 ...%...


...Kecantikan: 65 ...%...


...Kelicikan: 78 ...%...


...Keahlian--...


...Memasak, berbahasa asing, menari, bermain musik--...

__ADS_1


...Poin: 2,100...


...Level 4: skin sistem....


...Bonus misteri box level 2: pengharum badan, 100 poin....


...Bonus misteri box level 3: liontin ajaib, 100 poin....


...Bonus misteri box level 4: upgrade skin hewan kontrak, 100 poin....


"Wah ..., ada kemajuan sedikit, sistem, aku akan membelikan mu skin baru, kamu mau kan?" tanya Vanessa dia sangat ingin sistemnya ini bisa ada wujud.


"Apa tidak masalah tuan rumah?" tanya sistem merasa tak enakan.


"Selagi bisa aku akan berusaha, coba lihat kau cocok jadi apa? Anjing? No. Aku tidak suka anjing! Lebih baik aku minta kucing saja karena pasti sangat lembut dan imut!" molong Vanessa begitu semangat.


"Coba lihat, harga upgrade skin kucing, bused mahal amat!" dengus Vanessa melihat harga skin kucing yang begitu mahal. "Tem, yang ini mau tidak?" tanya Vanessa pada skin kucing Oren seharga 1,200 poin.


"Apa itu tidak kemahalan tuan rumah?"


"Mahel sih, tapi demi kamu sistem sayang!" dramatis Vanessa.


"Sangat manis! Secepatnya kau akan menjadi milikku!" seringai seseorang di balik pintu menatap wajah cantik Vanessa yang tengah molong tak jelas.


Miaong!


"Emm, bulu kamu halus banget tem!" gemes Vanessa menggesekkan pipinya pada pipi kucing Oren yang tampak sangat menggemaskan.


"Oh, jelas tuan rumah!" sombong sistem.


"Satu lagi, aku akan memberimu nama yang bagus, em ..., siapa ya?" bingung Vanessa. "Aha! Bubu, hehe ..., bagus kan? Bubu," senyum Vanessa.


"Bagus tuan rumah!" senyum si kucing. "Aku ingin bernama Xavier leonder!" teriak batin sistem mengamuk tak jelas.


.  .  .


"Gendong, gak mau tau! Pokonya kamu harus gendong aku!" kesal Vanessa pasalnya dia sangat mager untuk berjalan pulang, andai prajurit Jianli di sini, dia akan meminta prajurit Jianli saja untuk menggendongnya membawanya pulang.


"Berani sekali seorang rakyat jelata ini meminta di gendong oleh seorang kaisar!" sinis kaisar Zhao Lie menyindir.


"Bodo'amat, siapa suruh buat aku jatuh!" dengus Vanessa mulai menaiki punggung kekar sang kaisar Zhao Lie.


"Turun!" dingin kaisar mencoba melepaskan lilitan tangan Vanessa di lehernya.


"Gak mau, ayo jalan, pasti dayang Fuu sama prajurit Jianli tengah khawatir!" Vanessa melilitkan kakinya di pinggang kaisar Zhao Lie.

__ADS_1


Dengan terpaksa kaisar Zhao Lie berjalan membawa Vanessa yang sudah menemplok di punggungnya seperti tokek, kaisar tak mau menggunakan sihir teleportasi nya.


Sedangkan sistem yang sudah berubah menjadi kucing kini harus ikut terpaksa berjalan di belakang langkah pelan sang kaisar.


"Kaisar udah punya bini belom?" tanya Vanessa iseng.


"Bini? Apa itu?" bingung kaisar.


"Maksudnya tuh istri, atau permaisuri," jelas Vanessa menyenderkan kepalanya di pundak lebar sang kaisar.


"Tidak!" singkatnya.


"Huh, kenapa? Pasti kaisar gak laku, makanya kaisar ..., jangan dingin-dingin jadi orang, makanya para gadis takut sama kaisar!" tukas Vanessa.


Huh .... Tidak tau saja Vanessa ini bahwa pria yang tengah menggendongnya ini adalah manusia terdingin sedunia, bahkan para wanita lebih dulu mundur saat melihat wajah dingin sang kaisar yang tidak ada ekspresinya, sangat dingin ouy ....


"Tetapi kamu tidak tuh, takut sama aku?" dengus kaisar.


Tanpa sadar Vanessa malah mencubit pipi kaisar. "Buat apa takut? Aku kan gak ada salah!"


"Turunkan tanganmu!" geram kaisar.


"A--"


"Putri!" teriak dayang Fuu, dengan derai air mata menghampiri Vanessa.


"Dayang Fuu!" teriak Vanessa dramatis tepat di samping telinga sang kaisar.


"Gadis ini memiliki suara yang menyebalkan!" batin kaisar merasakan kupingnya pengang.


"Turun," berontak Vanessa. "Dayang Fuu!" tangis Vanessa memeluk dayang Fuu.


"Putri kemana aja?" tanya dayang Fuu.


"Ceritanya panjang. Vanessa ngantuk, Jianli ayo gendong!" pinta Vanessa karena kali ini entah kenapa dia sangat malas sekali.


"Kaisar!" terkejut dayang Fuu membungkuk hormat.


"Hayo Jianli!" kesal Vanessa menghentakkan kakinya sebel.


"Iya putri," baru saja hendak menggendong Vanessa tetapi sudah di dahului oleh seseorang yang tak lain kaisar Zhao Lie.


Dengan secepat kilat kaisar telah pergi membawa Vanessa dengan sihir teleportasi nya, kedua manusia itu hanya mengelus dada sabar.


"Huh, dasar tuan rumah!" dengus sistem lalu ikut menghilang.

__ADS_1


.  .  .  


__ADS_2