
Para petinggi penting di kekaisaran Cain kini tengah berkumpul membahas sesuatu, begitu juga dengan kaisar Zhao Lie tetapi lebih di kenal dengan nama kebarat-baratan nya Aaron Chaiden Gregorius nama yang sangat apik.
Ingat Zhao Lie dan Aaron Chaiden Gregorius itu sama.
"Saya mendapatkan sebuah laporan dari pengawal saya bahwa terjadi ledakan di pelabuhan, apa itu benar kaisar Aaron?" tanya kaisar Cain yang bernama Matteo.
"Hem, saya sudah menyuruh pengawal pribadi saya untuk menyelidikinya!" jawab kaisar Aaron.
"Izin menyela yang mulia?" sahut seorang Count/Earl.
Kaisar Matteo mengangkat tangannya memberi perintah untuk berbicara.
"Salah satu warga saya melaporkan bahwa di wilayah kami juga terdapat ledakan yang sama seperti yang di alami di pelabuhan yang mulai Aaron," jelas seorang Count itu.
"Apa ada sudah mengerahkan para prajurit penyidik untuk menyelidikinya?" tanya kaisar Matteo.
"Sudah yang mulai, tetapi di area ledakan tidak ada apa-apa hanya mematikan hewan ternak saja, tetapi anehnya di tubuh para hewan-hewan itu tidak ada luka sedikitpun!" pungkasnya menatap sang kaisar Matteo.
"Ledakan ini begitu misterius," gumam para bangsawan yang lain.
"Apa solusi terbaik yang mulai, agar kita bisa berhati-hati kedepannya?" tanya seorang Viscount.
"Tenanglah ...," imbuh sang kaisar, "Kalian lebih baik berhati-hati, himbau para warga untuk melapor jika ada ledakan yang terjadi, tetap sediakan para prajurit untuk berpatroli di wilayah masing-masing!" tegas sang kaisar Matteo.
Kedatangan kaisar Zhao Lie atau Aaron ke kekaisaran Cain adalah untuk membahas sesuatu yang lebih penting bukan soal ledakan misterius itu, setelah para bangsawan itu pergi dari kediaman aula istana kaisar Zhao Lie dan kaisar Matteo langsung pergi ke ruang pribadi milik kaisar Matteo.
Penjaga bayangan berjaga di setiap sudut ruangan tak lupa kaisar Matteo mengeluarkan sihir penghalang miliknya untuk mencegah ada telinga lain yang menguping.
"Silahkan di minum kaisar Zhao Lie ...," tawar kaisar Matteo tersenyum menyebalkan.
"Ck, tidak usah basa-basi! Kedatanganku ke sini bukan untuk main-main tetapi ada sesuatu yang menggangu di wilayah perbatasan timur!" ucap kaisar Zhao Lie panjang lebar bahkan kaisar Matteo sampai ternganga mendengar kalimat panjang dari sang sahabat.
"Sialan, apa-apa wajah jelek mu itu!" kesal kaisar Zhao Lie meminum teh miliknya.
"Ck, aku hanya terkejut saja, bahwa sahabatku ini ternyata bisa berbicara panjang lebar!" dengusnya.
"Ck!"
"Sudah-sudah, apa bundaran aneh itu muncul lagi?" tanya sang kaisar kini terlihat serius.
__ADS_1
"Aku mendapatkan sebuah mimpi, jika bundaran itu terbuka maka sesuatu yang tidak terduga akan muncul!" jelas kaisar Zhao Lie.
"Kira-kira apa yang akan muncul?" gumamnya.
"Yang pasti ini akan sangat berbahaya, mengingat di dalam mimpiku bahwa ada seorang manusia yang muncul dengan pakaian aneh beserta alat-alat di belakangnya!" pungkas si kaisar.
"Sepertinya ini akan sangat sulit!"
Bisa di bilang mimpi sang kaisar Zhao Lie ini adalah 80% nyata dan 20% tidak mengingat mimpinya ada yang nyata ada yang tidak.
. . .
"Kakak kenapa tidak jadi membuka warung makan?" tanya putri Reddit membuka pembicaraan di tengah acara kumpul keluarga mereka semua berkumpul di ruang tamu kastil milik Duke Harlan.
"Aku tebak pasti dia bangkrut!" ejek putri Gracia.
Vanessa dia hanya diam melihat ketiga wanita yang duduk di depannya, pikirannya hanya tertuju tentang penyerangan kemarin, Vanessa menduga pasti pelakunya di antara mereka bertiga, tetapi dugaan Vanessa lebih menonjol ke arah putri Reddit karena putri Reddit terlihat ingin sekali menyingkirkannya.
"Apa modalmu sudah habis nak? Jika begitu ibu bisa membantumu," ujar Ganeta menyahut di antara obrolan sang anak yang sibuk mengejek Vanessa.
"Tidak, bahkan modalku lebih dari cukup untuk menghidupi mu!" sindir Vanessa tersenyum mengejek.
"Maksud mu apa kakak, kenapa berbicara seperti itu?" tanya putri Reddit dengan tampang sedih menunduk takut.
"Cih, begitu saja sudah menangis, dasar cengeng!" cibir Vanessa.
"Apa maksudmu putri Vanessa? Kenapa makin hari sopan santun mu tidak ada, bahkan kau berani melawan ibumu sendiri!" tukas sang Duke.
"Dia hanya ibu tiri bukan kandung, sukur-sukur aku bisa menghormatinya, lalu aku harus bersifat bagaimana lagi ayahanda!?" tanya Vanessa menekan kalimatnya di akhir.
"Anak ini makin hari makin kurang ajar! Jika ada kesempatan aku mohon sama ayahanda untuk membuangnya saja, aku sungguh tidak sudi mempunyai saudara sepertinya ayahanda!" cerocos putri Gracia menatap rendah Vanessa.
Samuel menatap adik keduanya itu dengan pandangan rumit. "Apa maksudmu berbicara seperti itu putri Gracia?" nada dingin milik Samuel mengejutkan mereka semua.
"Kenapa kakak?" tanya putri Reddit berbalik. "Kakak pertama juga tidak menyukainya kan? Lalu untuk apa kita memelihara hama sepertinya, lagi pula kita sudah mempunyai penggantinya yaitu putri Reddit!"
"Tutup mulutmu putri Gracia, bagaimana pun putri Vanessa adalah adik kandung mu tidak sepantasnya kamu berbicara seperti itu!" bentak sang Duke menatap nyalang putri keduanya itu.
"Kenapa ayah anda membelanya? Dia pembunuh ayahanda, dia sudah membunuh sang duchess!" teriak putri Gracia menahan amarah.
__ADS_1
"Apa yang di katakan kakak Gracia itu benar ayahanda, dia sudah membunuh duchess, kelahirannya saja sudah pembawa sial!" tajam Herris menatap Vanessa yang hanya diam menatap pertengkaran yang memuakkan itu.
"Pembunuh!"
"Heh, aku jadi ragu ...," papar Vanessa mengelus dagunya. "Tidak heran jika kediaman Duke Harlan ini akan hancur, karena isinya orang bodoh semua, kecuali aku!" senyum Vanessa.
"Aku bahkan lebih tidak sudi mempunyai saudara sepertimu yang begitu bodoh dan mudah terpedaya, kenapa sang duchess melahirkan seorang putri dan putra yang begitu bodoh seperti kalian ini!" kelit Vanessa menatap remeh mereka.
Putri Reddit mengepalkan tangannya menatap tajam punggung Vanessa yang sudah menjauh. "Sial kenapa anak itu bisa berubah? Ck rencanaku bisa gagal jika seperti ini!" batin putri Reddit.
"Vanessa sialan kau sudah berani melawanku ya!"
. . .
Vanessa berjalan keluar untuk menikmati pemandangan dirinya cukup panas berada di kediaman Duke Harlan apalagi dengan para raksasa ganas itu, ck .... Sangat menggangu mata Vanessa.
Grep!
Sebuah tangan kekar melilit mesra pinggang ramping milik Vanessa, wangi buah yang begitu manis menyeruak masuk di indra penciumannya rambut Vanessa yang di cepol asal dengan anak rambutnya yang keluar menambah kesan cantik dan seksi secara bersamaan.
"Siapa kau? Lepaskan!" gertak Vanessa hendak menyikut perut pria lancar yang berani memeluknya seperti ini.
"Tangan kecil ini tidak cocok untuk memukul sesuatu," gumam pria itu mengelus lembut tangan manis Vanessa yang hendak menghajarnya.
"Sistem bantu aku?" panik Vanessa, entah kenapa sihirnya tidak bekerja.
Tak kehabisan akal Vanessa menendang ************ pria itu hingga mengaduh kesakitan memanfaatkan itu Vanessa langsung berbalik memukul tengkuk pria itu hingga berjongkok.
"Sia--"
Vanessa tersungkur dan terkejut secara bersamaan saat pria yang dia peluk lehernya agar tidak kabur tetapi tadi? Apa-apaan coba, si pria itu malah berubah menjadi gagak lalu pergi entah kemana.
"Anjing, udah lah ngelakuin pelecehan, lah sekarang main kabur-kabur aja! Awas kalo ketemu ku potong ***** nya!" geram Vanessa mengusap gaun milo miliknya yang terkena debu.
"Dia sangat manis!" gumam pria itu di atas pohon melihat kekesalan Vanessa tetapi dia juga tidak mengerti dengan nada bicara Vanessa yang agak aneh.
.
.
__ADS_1
.
Stay Wak Wak Wak gaes 🥳