Reinkarnasi Vanessa

Reinkarnasi Vanessa
Kue Bantal


__ADS_3

Sepulang dari acara jalan-jalan dadakannya bersama sang kaisar kini Vanessa sudah berada di dalam kamarnya, dirinya tengah bersantai bersama si kucing bubu.


"Bubu kamu merasa gak, bahwa si kaisar itu terlalu cepat untuk mengungkapkan isi hatinya, aku jadi curiga!" gumam Vanessa mengetuk dagunya pelan.


"Entahlah tuan rumah, bukannya bagus anda mempunyai temeng yang kuat di belakang anda?" tanya sistem.


"Benar, tapi-- argh ..., sudahlah aku bingung!" geram Vanessa.


"Anda sangat aneh tuan rumah!" dengus sistem.


"Bubu, kira-kira kalo tubuhku di sana baik-baik aja, aku bisa pulang gak ya?" lesu Vanessa, dia jadi teringat kakaknya yang begitu cerewet.


"Tuan rumah, bukannya apa tetapi anda tau, bahwa tubuh anda yang di dunia lain telah lama mati dan di kremasi!" jelas sistem.


Vanessa semakin murung, jujur dirinya harus menekan rasa ketidaksukaannya di dunia ini, yang di mana dirinya harus bisa berbaur dengan orang-orang sekitar di tambah reputasi wanita yang dia tempati ini begitu jelek.


"Ck, jadi gak semangat! Pengen pulang!" rengek Vanessa berjalan keluar, dirinya akan pergi ke dapur untuk mencari beras ketan dan kelapa muda, beserta pisang.


Jam menunjukkan pukul sebelas malam, jadi di dapur ada sedikit orang. "Putri, apa tuan putri membutuhkan sesuatu?" tanya pelayan itu membungkuk hormat.


"Aku cari beras ketan, ada tidak?" tanya Vanessa.


"Ada putri, tetapi ada sedikit!" jawab mereka.


"Gapapa, cepat keluarkan, terus daun yang aku bawa tadi sore gak di buang kan?" tanya Vanessa sarkas sedikit.


"Tidak tuan putri, kami menaruhnya di sana?" tunjuk sang pelayan bergetar ketakutan, bagaimanapun Vanessa ini paling di takuti.


Vanessa mengangguk lalu menyuruh salah satu prajurit untuk mengupaskannya kelapa dan yang satunya Vanessa suruh membuat tali dari bambu yang sedikit agak muda, agar bambunya lemas jika di gunakan nanti.


"Kalo sudah selesai taruh sini!" ucap Vanessa, lalu mulai mencuci beras ketan itu, selesai mencuci Vanessa mulai mengupas pisang yang sudah agak kekuningan setelah semuanya beres Vanessa mulai membuat wadah kue bantalnya.


Kini jam menunjukkan pukul dua belas Vanessa baru bisa menyelesaikan kue bantalnya yang dia dapatkan total lima belas buah, Vanessa mulai mengambil kendi untuk dia merebusnya.


Vanessa duduk di depan tungku angin malam berhembus kencang menerpa kulitnya yang terekspos selain hawa panas ada hawa dingin yang menerpanya secara bersamaan.


.


.


.


Sedangkan di tengah hutan bawah gunung Yang Lie rombongan putra mahkota Haden telah berjalan pulang, mereka berhasil menaklukkan para pemberontak timur, kini keadaan sudah sedikit kondusif untuk para rakyat di perbatasan.


"Putra mahkota apa perlu kita mendirikan tenda di sini? Mengingat perjalanan menuju istana tinggal dua jam lagi, alangkah baiknya kita beristirahat di sini saja?" kata sang jendral yang mendampingi putra mahkota.

__ADS_1


"Hah, baiklah mengingat kondisi kita tidak terlalu stabil, umumkan kita bermalam di sini!" titah putra mahkota.


Pada akhirnya mereka bermalam di bawah kaki gunung Yang Lie tempat desa Vanessa di asingkan, tetapi wilayah itu besar jadi tempat hutan mereka bermalam sedikit jauh dengan desa tempat Vanessa di asingkan.


Haden sang putra mahkota meneguk kasar arak yang di minumnya, dirinya begitu frustasi akan keadaannya yang sekarang di tambah sang tunangan yang begitu obsesif terhadap dirinya.


"Vanessa tunggu aku, aku akan pulang!" gumam sang putra mahkota yang sudah teler.


.


.


.


Ini yang tak di sukai Samuel tidak bisa tidur sehingga dirinya harus termenung duduk di balkon kamarnya menampilkan bintang-bintang yang bersinar begitu terang.


"Ibu, apa ibu ada di sana, apa ibu merindukan Samuel?" ucap Samuel berkata lirih mendongak melihat begitu banyaknya bintang. "Ibu, mereka sudah tubuh dengan baik, tubuh tanpa kasih sayang ibu, mereka terlihat seperti pemberontak, mereka seperti tak terkendali ibu ..." lirih Samuel.


Samuel mengadu akan keadaan para adik-adiknya itu yang terlihat pecah belah, apalagi adik bungsunya yang terlihat sangat mencari perhatian para saudaranya termasuk dirinya, tetapi mereka malah membenci adik bungsunya itu.


Puas dengan acara melamun nya Samuel turun pergi ke arah barak prajurit untuk berjalan-jalan di tengah malam yang sudah menunjukkan pukul satu dini hari, saat akan melewati dapur mata Samuel tak sengaja melihat sang adik bungsu yang tertidur dengan salah satu tangan yang menopang dagunya.


"Apa yang di lakukan gadis itu?" gumam Samuel, pergi mendekat. "Vanessa?" panggil Samuel mencoba membangunkan sang adik.


"Kenapa tidur di sini?" tanya Samuel.


Vanessa menguap lebar, tidak ada anggun-anggunnya sama sekali. "Ketiduran kak, kue bantalku pasti sudah matang!" gumam Vanessa beranjak melihat kendi itu.


Samuel hanya berdiri melihat kelakuan adiknya itu. "Apa yang kau masak itu, Vanessa?" tanya Samuel penasaran.


"Kue bantal, ini di makan pas sudah dingin, pasti akan terasa sangat enak, kakak kenapa belum tidur?" tanya Vanessa memastikan bara api itu.


"Hem, nama yang cukup aneh ..., boleh tidak sisihkan untukku satu?" pinta Samuel dengan malu-malu.


"Haha, boleh-boleh, kakak pergi tidur gih, ini sudah sangat larut tidak baik bagi kesehatan kakak!" suruh Vanessa, lalu membungkuk berpamitan untuk tidur.


.


.


.


Kabar kepulangan rombongan putra mahkota kini tersebar luas, bahkan para rakyat ikut menyambut dengan berbaris rapi sepanjang jalan demi menyambut kepulangan putra mahkota yang telah berhasil menjalankan misi untuk memberantas para pemberontak di perbatasan timur.


Bahkan putri Reddit sudah dandan secantik mungkin, dia sudah berangkat bersama kedua dayangnya untuk pergi ke kediaman istana demi menyambut sang tunangan.

__ADS_1


Vanessa hanya menatap tanpa minat sembari memakan kue bantal buatannya di arah gazebo yang mengarah langsung ke depan gerbang besar kediaman Duke Harlan.


"Tuan putri, mari bersiap-siap anda harus ikut menyambut kepulangan putra mahkota, ketiga saudara anda sudah berangkat tadi," ucap sang pelayan itu membungkuk sopan.


"Apa!" pekik Vanessa. "Masa ikut sih ..., males banget!" rengek Vanessa berjalan menghentak-hentakan kakinya kesal.


"Mari tuan putri, saya bantu anda bersiap-siap?"


"Tak usah, aku bersiap-siap sendiri, kalian pergilah jika ada kerjaan, kerjakan jangan di tunda!" tolak Vanessa sembari memberi peringatan sedikit.


Dengan rasa malas yang membuncah Vanessa tak mandi, dia hanya menggunakan makeup tipis yang dia ambil dari ruang dimensi tanpa mandi pun Vanessa sudah wangi, sebab bonus misteri box pewangi tubuh permanen sudah melekat di dirinya.


Tapi tetap saja jorok! Yang namanya Vanessa mah bodo'amat gak peduli, gaun warna kuning kotak-kotak yang nampak sangat cantik di tubuh langsingnya menambah daya tarik bagi seorang Vanessa, bahkan rambut coklatnya kini hanya di sanggul acak sehingga anak rambutnya berterbangan.


Oh ya lord, Vanessa sungguh cantik bahkan para prajurit yang berjaga hendak pingsan. "Tuan putri, saya mau pingsan!"


"Eh!" pekik Vanessa merasa bersalah. "Aduh ...," ringis Vanessa yang melihat para prajurit itu pingsan bahkan mimisan. "Tau gini gue minta gak cantik-cantik amat, tapi kalo gue jelek yang ada malah hidupku malah makin melarat! Jadi serba salah gue!" dengus Vanessa sepanjang jalan, bahkan para warga di sana begitu pangling dengan kecantikan Vanessa.


"Sudahlah tuan rumah terima saja, ini juga permintaan anda sendiri!" sahut sistem.


Vanessa yang mendengar itu semakin di buat tak semangat, bahkan kini para rombongan putra mahkota sudah memasuki wilayah istana Vanessa ikut berjalan di belakang prajurit yang hendak masuk ke istana, di dalam sana Vanessa bisa melihat keluarga kerjaan tengah menyambut putra mahkota Haden dengan senang, bahkan putri Reddit sudah melancarkan aksinya untuk carmuk di depan putra mahkota.


"Kasihan gue lihatnya!" dengus Vanessa berdiri di antara banyaknya para warga, mata Vanessa tak sengaja bertubrukan dengan mata sang kaisar yang tengah menatapnya juga.


"Sebuah kehormatan bagi saya bisa di sambut langsung oleh yang mulai kaisar!" bungkuk putra mahkota pada sang kaisar.


"Hem!" matanya hanya menatap sang kekasih yang berdiri di banyaknya warga yang ikut menonton.


"Salam putra mahkota, semoga di berkati!" suara lembut putri Reddit menyambut sang tunangan membuat para warga yang melihat begitu tersentuh.


Tetapi berbeda di pendengaran putra mahkota dia merasa suara itu seperti di paksakan penuh akan kepura-puraan, dirinya hanya berdeham sebagai respon, karena matanya hanya mencari wanita pujaan hatinya seorang.


"Aku berharap kau datang putri Vanessa." batin putra mahkota, lalu matanya berhasil menemukan Vanessa di banyaknya para warga.


Putri Reddit mengikuti arah pandang putra mahkota dirinya sangat marah saat tau bahwa sang tunangan malah menatap kakak tiri sialannya itu. "Vanessa! Dasar wanita pengganggu, tunggu saja balasanku!" geram batin putri Reddit yang sudah tidak enak di pandang.


.


.


.


Stay Wak Wak Wak gaes 🥳


carmuk\= cari muka

__ADS_1


__ADS_2