
Pagi-pagi sekali Vanessa dan kedua anak buahnya sudah berada di ruko dan kini mereka berdua tengah memasak untuk persiapan jualan.
"Permisi?" tanya seseorang membuka gorden plastik itu.
"Ya ada apa?" tanya dayang Fuu datang dari belakang.
"Saya datang ke sini untuk menemui lady Vanessa, saya mau meminta saran!" kasih tau wanita itu.
"Sebentar saya panggilkan," dayang Fuu kembali berlalu ke belakang.
"Putri, ada yang mau bertemu dengan putri di depan," ucap dayang Fuu.
"Em ..., baiklah, tolong ya dayang Fuu gantikan Vanessa sebentar," senyum Vanessa begitu manis, membuat dayang Fuu dan prajurit Jianli mimisan di tempat.
"Astaga putri, kenapa anda begitu cantik sekali!" batin mereka berdua menggigit bibir bawah mereka.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya Vanessa ikut duduk di samping wanita tersebut.
"Begini lady, saya datang ke sini mau meminta saran agar anak saya mau makan, saya begitu khawatir lady, dengan keadaan anak saya yang tidak mau makan dari kemarin," jelas wanita itu dengan raut wajah khawatir.
Vanessa yang mendengarnya mengetuk-ngetuk dagunya pelan. "Hem ..., begitu ya, aku sarankan kamu untuk membuat sayur bening, sebentar," Vanessa berlalu ke belakang untuk mengambil satu buah jagung dan satu wortel tak lupa satu ikat bayam.
"Ini, nyonya bisa masak ini, aku akan tuliskan caranya, semoga nyonya bisa,"
"Tetapi apakah anakku akan suka lady?"
Vanessa terdiam sebentar. "Em ..., kalo itu sih kurang tau, tetapi apa salahnya untuk mencoba, dulu aku pun begitu tidak suka, tetapi kakak ku memaksaku untuk memakan sayur bening buatannya, huh ..." Vanessa jadi teringat saat dia masih kecil dahulu, jadi rindu sang kakak.
Pada akhirnya si wanita itu setuju untuk mengikuti saran dari Vanessa, setelah di ajarkan caranya memasak sayur bening.
. . .
Pelanggan selalu datang tiap waktu di warung makan Vanessa selain rasanya yang enak di tambah pas di kantong, satu porsi lengkap Vanessa memberikan harga yakni enam perak saja tetapi perut kenyang.
__ADS_1
"Saya mau yang ini sama yang ini?" tunjuk seorang bapak-bapak pada oseng ceria dan ayam lodho, dengan telaten dayang Fuu mengambilkannya.
Prajurit Jianli dia sebagai kasir sekaligus pelayan sama seperti dayang Fuu, untuk Vanessa sendiri dia berada di dapur untuk menyiapkan bahan-bahan yang habis atau di butuhkan nanti.
"Aku dengar Minggu depan ada perayaan di ibu kota, aku ingin sekali datang untuk menonton, tetapi apalah dayaku!" lebaynya.
"Ngomong-ngomong perayaan apakah itu?" tanya Vanessa mengagetkan para pria yang tengah bergosip ria itu.
"Perayaan pemberkatan putra mahkota Haden lady, karena putra mahkota Haden resmi bertunangan dengan putri Reddit, anaknya Duke Harlan," jelas mereka.
Vanessa yang mendengar itu, membatin pelan. "Wah, kesempatan emas ini!" senyum Vanessa. "Oh ... begitu!" respon Vanessa.
Vanessa hendak berbalik tetapi di kejutkan oleh kedatangan si kakek yang tengah tersenyum. "Onde mande!" kaget Vanessa.
"Nak?" panggil si kakek kemarin sore itu.
"Kakek!" seru Vanessa. "Wah akhirnya kakek datang, ayo masuk, kek, nek," ajak Vanessa.
"Kenalkan nak, ini istri kakek," ucap si kakek mengenalkan istrinya, mereka berdua menyamar menjadi rakyat biasa.
"Apa nama makanan ini nak?" tanya si nenek, tersenyum lembut.
"Biar Vanessa jelaskan ini namanya ayam rica-rica, terus yang ini namanya ayam lodho sama oseng ceria, nenek sama kakek cobain gih, tes rasa!" ucap Vanessa.
Si nenek mulai mencoba satu persatu, dirinya begitu kagum dengan masakan gadis cantik di depannya, dia sangat bersyukur sang suami bisa bertemu dengan gadis cantik dan baik hati ini.
"Kalo begitu aku pamit, aku harus melayani para pelanggan, jadi kakek sama nenek nikmati saja hidangannya." Vanessa berlalu pergi melayani para pelanggan yang semakin banyak, bahkan ada yang di bungkus karena tempat duduk sudah tidak muat.
"Sepertinya gadis itu sangat cocok untuk cucu kita suamiku!" gumam si nenek tak pernah lepas menatap gerak-gerik Vanessa yang begitu cantik dan anggun di matanya.
"Hem, aku pun begitu istriku, gadis itu memang sangat unik tidak seperti gadis pada umumnya!" timpal si kakek, kalian tau lah para gadis bangsawan di masa ini?
. . .
__ADS_1
Berbeda dengan di kecamatan kini di ibu kota tepatnya di dalam kerajaan besar tengah berlangsung acara jamuan para bangsawan tinggi, yang awalnya hanya membahas pemberontakan di kerajaan timur kini malah merayakan pertunangan putra mahkota Haden dengan putri Reddit anak dari Duke Harlan.
Sedangkan kaisar Zhao Lie dia hanya terdiam bosan mendengar pembicaraan para Mentri dan pejabat yang tidak ada habisnya, karena pikirannya hanya tertuju pada gadis yang tak sengaja dia temui di penginapan tempo hari itu.
"Bagaimana hidangannya kaisar?" tanya Mentri Hang.
"Hem, lumayan!" jawab kaisar Zhao Lie dengan nada khasnya yaitu dingin tak ada ekspresi. Karena pikirannya hanya tertuju pada Vanessa gadis cantik dengan sejuta pesona yang sangat membuatnya panas dingin.
Setelah satu jam lebih kini perkumpulan membosankan itu selesai, kaisar langsung pergi begitu saja, sesampainya di dalam kamar kaisar Zhao Lie langsung membuka portal untuk berpindah tempat. "Jangan ada yang menggangguku sampai satu jam kedepan!"
. . .
Setelah menutup warungnya kini Vanessa dan kedua anak buahnya tengah berkelana di hutan dekat desa. Vanessa memaksa untuk kehutanan untuk mencari sesuatu atas perintah sistem.
"Goa nya, yang mana tem?" tanya Vanessa tentunya di dalam hati.
"Tuan rumah harus bisa melewati sungai kecil itu, dan di sanalah letak goa nya!" arah si sistem.
Vanessa harus bisa mengambil batu bening untuk memperkuat kultivasi nya. Untuk mengambil batu bening itu tidak mudah di dalam sana sudah ada monster yang sudah menanti mereka, tetapi dengan tekad kuat Vanessa dia tidak mau menyerah.
"Ini, kalian bawalah tunggu aku di sini, jika tidak selamat kalian bisa menggunakan ini untuk melanjutkan hidup kalian kedepannya!" pesan Vanessa memberikan setumpuk koin perak hasil berjualannya tadi.
"Putri ...," tangis dayang Fuu. "Jangan lakukan itu putri!" ucap dayang Fuu mencoba mencegah.
"Jika putri pergi, aku juga akan ikut, aku tidak mau putri kenapa-kenapa!" tegas prajurit Jianli bersikeras untuk ikut masuk.
"Benar, jika putri tidak selamat seenggaknya kami juga ikut membantu, tidak hanya berdiam diri di luar sini!" tegas dayang Fuu mengusap air matanya.
Vanessa menghembuskan nafasnya lelah. "Oke-oke, tapi kalian harus tetap berada di belakangku jangan berpencar oke?"
"Oke nona!" serempak mereka berdua, kata oke sudah tidak asing bagi kedua orang ini karena Vanessa sudah sering mengajarinya bahasa gaul.
. . .
__ADS_1
Stay Wak Wak Wak gaes 🥳🤭