Reinkarnasi Vanessa

Reinkarnasi Vanessa
Di Serang Bandit ⊙⁠.⁠


__ADS_3

"Sialan banget nih keluarga, anjim banget!" kesal Vanessa mendumel tak jelas.


"Tenanglah tuan rumah, sekarang ada misi yang harus anda kerjakan!" sahut sistem menenangkan Vanessa.


"Misi apa?" tanya Vanessa duduk sambil mengelus anak naga kecil yang dia kontrak sebulan lalu.


"Misi kali ini adalah, mempermalukan putri Reddit di acara minum teh para lady bangsawan," ucap sistem.


"Wah, ngeri kali! Tapi gak pa-pa,"


"Jika misi gagal anda akan mendapatkan hukuman sakit perut satu bulan dan diare sama kesetrum listrik!"


"Si anjir, gak main-main ngehukum nya!" delik Vanessa dengan mata sinisnya menatap tajam kucing Oren yang asik mendengkur itu. "Kucing pemalas!" gumam Vanessa mendengus malas.


"Terserah saya tuan rumah!"


.  .  .


Keesokan paginya Vanessa bersiap-siap untuk pergi ke toko warung makan miliknya, sama seperti dulu Vanessa akan melakukan promosi untuk penjualnya nanti, jika mereka suka Vanessa akan dengan senang hati membuka warung makannya.


"Jianli ayo kita berangkat?" ajak Vanessa memasukkan bumbu-bumbu dapur yang dia ambil dari ruang dimensi tadi malam.


"Baik tuan putri!" jawab Jianli lalu menaiki kereta kuda, begitu juga dengan Vanessa yang naik di belakang.


Kereta kuda itu berjalan dengan baik di sepanjang jalan perkotaan banyak para warga yang  melakukan aktivitas mereka. Vanessa yang melihat itu tersenyum cantik di balik kereta kuda yang tengah lewat.


Di tengah-tengah perjalanan, kereta kuda yang di tumpangi Vanessa dan Jianli di hadang oleh bandit ninja hitam. Vanessa yang melihat itu tentu saja panik sedikit, dia takut terjadi apa-apa terhadap prajuritnya yang berada di depan.


"Bandit?" gumam Vanessa. "Berani-beraninya mereka melakukan aksinya di tengah keramaian kota seperti ini?"


Vanessa turun dari kereta kuda yang dia tumpangi. "Jianli, kau tidak apa-apa kan?" tanya Vanessa saat melihat anak panah yang menancap di balik punggung tangan Jianli.


Tanpa berkata banyak para bandit ninja hitam itu langsung menyerang Vanessa dengan beruntun, tetapi dengan kecerdasannya Vanessa berhasil menghindar.


Dengan skill yang di perolehannya Vanessa langsung mengeluarkan shuriken miliknya di balik sihir yang di milikinya sehingga berhasil mengenai leher salah satu bandit ninja hitam itu.


"Mati kau bedebah!" geram Vanessa semakin terpojok saat melihat Jianli yang sudah terkapar lemas tak berdaya.


Sing!


Bandit ninja hitam itu berhasil menyabet pinggang Vanessa sehingga berhasil mengeluarkan darah segar. "Sial!" geram Vanessa menahan sakit di pinggangnya.

__ADS_1


Vanessa melirik sekitar warga yang hanya diam menatap dirinya di serang oleh para bandit ninja hitam ini, Vanessa jadi geram sendiri. "Ini tidak ada yang mau nolong gitu?" batin Vanessa, merasa dongkol.


Dengan terpaksa Vanessa mengeluarkan sihir miliknya sehingga berhasil membakar sebagian bandit ninja hitam itu. "Awas lu anjing, kalo ketemu gue sebet pala lo!" teriak Vanessa menyerang mereka beruntun dengan shuriken miliknya tak lupa dengan sihir api miliknya sehingga mereka mati terbakar.


Salah satu bandit berhasil lolos dengan luka shuriken miliknya yang berhasil mengenai paha si bandit ninja hitam itu.


"Hah, terlalu banyak menggunakan mana!" gumam Vanessa berkata lirih memegang pinggangnya yang sedikit nyeri.


"Jianli ...." Vanessa menangis berjongkok melihat keadaan Jianli yang sudah hampir sekarat akibat pendarahan di lehernya begitu banyak.


"Sial kenapa di saat genting seperti ini, tubuhku malah melemah!" geram Vanessa memaki dirinya sendiri, sehingga para prajurit yang berpatroli berhasil menolong Jianli yang sudah lemas tak sadarkan diri.


"Sistem cari tau siapa dalang dari penyerangan bandit ninja hitam sialan itu!" batin Vanessa merasa geram.


.


.


.


"Ampuni saya taun, saya gagal membunuhnya!" sujud lelaki itu bahkan hampir mencium kaki wanita yang berdiri di depannya ini.


"Tak apa, kali ini saya mengampuni mu tetapi tidak lain kali!" sentak wanita itu sembari menendang kepala pria yang bersujud di kakinya itu.


Si wanita itu, mengepalkan kedua tangannya menahan gejolak amarahnya. "Vanessa, dasar wanita lemah itu kenapa bisa jadi kuat?" geramnya.  "Akan ku bunuh kau Vanessa, berani-beraninya merusak dunia yang sudah ku tata dengan rapi ini!"


.


.


.


Vanessa tak tanggung-tanggung memanggil sepuluh tabib untuk mengobati prajuritnya kesayangannya itu, dia tidak rela jika Jianli harus pergi dari sisinya, dayang Fuu yang pulang kampung saja Vanessa sudah merasa rindu setengah mati, apalagi jika beneran di tinggal mati oleh Jianli.


Vanessa duduk di dalam ruangan kosong sembari menghela nafasnya yang tak teratur, bila habis menggunakan sihir tubuh Vanessa akan melemah seperti tak memiliki tenaga. "Sistem, tampilkan semua data-data ku, sepertinya ada yang harus aku tingkatkan?" suruh Vanessa.


"Baik tuan rumah,"


"Satu lagi, apa kamu sudah menemukan dalang dari penyerangan tadi?" tanya Vanessa.


"Masih belum tuan rumah, pencarian masih di proses, mohon tunggu jika agak lama!"

__ADS_1


...1% 2% 45% 67% 80% 90% 99% 100%...


...Nama: Vanessa Queenli ...


...Umur: 17 tahun ...


...Kepintaran: 80...%...


...Kesaktian: 30...%...


...Kecantikan: 65...%...


...Kelicikan: 78...%...


...Poin: 3, 200...


"Kenapa kesaktian tidak begitu meningkat pesat sistem?" tanya Vanessa.


"Itu karena anda belum melakukan kultivasi, tuan rumah!" jawab sistem sedikit jengkel dengan tuan rumahnya yang sangat plin-plan.


"Ck!" decak Vanessa memalingkan wajahnya, apa dia harus pergi dari kerajaan ini untuk pergi berpetualang untuk melakukan kultivasi dan mencari hewan legenda untuk menambah hewan kontraknya?


Di sisi lain Vanessa ingin menikmati hidupnya dengan normal tetapi lingkungannya yang tidak normal banyak mara bahaya yang mengincar, seperti tadi. "Apa mungkin ini ulah putri Reddit dan ibunya?" gumam Vanessa sangat kecil. "Jika iya, aku akan benar-benar membalas kalian malam ini!" dengan mata tajam yang penuh amarah Vanessa beranjak pergi melupakan rasa sakit di pinggangnya.


"Tuan, bisakah saya membantu anda untuk mengobati luka di pinggang anda?" tanya seseorang yang tiba-tiba mengejutkan Vanessa.


"Naga suci?" tanya Vanessa memastikan.


"Iya tuan, saya bisa menyembuhkan luka di pinggang anda?"


Tanpa pikir panjang Vanessa langsung menyuruhnya. "Lakukan!" desis Vanessa.


Sebuah mana berwarna hijau muda timbul di area luka Vanessa dan kini bekas luka sebetan pedang itu telah hilang hanya menyisakan gaun robek dan bercak darah yang kering.


"Dua hari lagi acara minum teh antara lady bangsawan, setelah misi itu selesai kita pergi dari sini!"


Vanessa tak ingin egois dia akan mengesampingkan pembalasannya terhadap keluarga Duke Harlan terutama putri Reddit, dan juga jika dirinya pergi meninggalkan kediaman Duke Harlan ada manfaatnya dia bisa selamat dari ritual sesat itu.


.


.

__ADS_1


.


Stay Wak Wak Wak gaes 🥳


__ADS_2