
Setelah aksi gila' kaisar kemarin malam, kini Vanessa harus menutupi bagian lehernya yang sudah banyak bercak merah, bahkan dayang Fuu sampai terkaget-kaget.
"Dasar kaisar cabul! Awas saja nanti akan ku balas!" geram Vanessa yang sudah merasa kegerahan saking emosinya.
Vanessa memasuki ruangan sang ayah yang sudah di sediakan oleh Marquess, demi rencananya bersama sistem, bila misi ini berhasil Vanessa akan mendapatkan keuntungan besar dari bos si sistem.
"Salam Duke, apakah saya mengganggu waktu anda?" salam Vanessa.
"Tidak, ada apa?"
Vanessa gelisah sendiri takut masukannya tidak di dengarkan. "Begini ayah, aku mendengar ayah akan membangun sebuah parit besar untuk menampungnya air ..., apa itu tidak terlalu memakan waktu ayah, mengingat bulan depan musim kemarau akan segera melanda," ucap Vanessa menahan gugup, semoga di terima! Aku gak mau dapat hukum kentut satu bulan!
Mak ....!
"Jika dipikir-pikir memang akan memakan banyak waktu dan tenaga kerja, apalagi kita harus membuat saluran irigasi yang baru, karena yang lama sudah tidak mau di gunakan!" balas sang Duke memijit pelan pangkal hidungnya, merasa pusing.
Dari penjelasan sistem, Vanessa mendengar tak jauh dari sini ada waduk, itu sumber air untuk wilayah ini, tetapi setelah menyebarnya rumor aneh tentang naga pemakan manusia mereka tidak lagi berani menggunakan air di waduk tepi gunung itu.
"Jika aku boleh memberi saran, bisakah kita menggunakan waduk yang dahulu saja Duke?" tanya Vanessa.
"Hah, para warga di sini terlalu takut akan rumor naga pemakan manusia itu ...," lesu sang Duke.
"Bukankah pihak kerajaan mempunyai anak buahnya penyihir? Kenapa kita tidak menggunakan itu saja," sahut Vanessa.
"Entahlah, ayah rasa sang raja tidak akan setuju!" ucap sang Duke.
Huh, baiklah sepertinya Vanessa perlu bertindak sendiri, datang langsung untuk mengcek langsung ke lokasi. Vanessa akan berusaha keras untuk menyakini para warga untuk berani menggunakan air dari waduk tersebut.
"Baiklah, sepertinya ayah harus menyuruh para warga untuk bekerjasama, membersihkan dan memperbaiki jalur irigasi yang lama, dan aku mohon sama ayah izinkan aku untuk ikut dalam misi memberantas musim kemarau ini!" setelah bercakap panjang kali sungai kini Vanessa pamit undur diri.
. . .
Mereka berjalan menyusuri hutan sekitar dua menitan, dan sampailah mereka di waduk tepi gunung yang cukup besar. Vanessa berjongkok melihat air yang begitu bening dan jernih.
"Nyesel gue gak belajar IPA dengan giat!" batin Vanessa, untuk bisa mengetahui jenis air ini.
__ADS_1
"Menyesal tidak ada gunanya tuan!" malas sistem.
"Ck, kau ni ...," geram Vanessa, dengan tiba-tiba Vanessa berteriak sehingga membuat tiga prajurit yang ikut termasuk Jianli begitu terkejut atas teriakan Vanessa.
"Wahay naga yang jelek tidak ada tampan-tampannya keluarlah kau!" teriaknya dengan nada melengking.
"Putri!" panik mereka takut jika naga pemakan manusia itu muncul akibat tersinggung akan perkataan Vanessa barusan.
"Keluar gak Lo! Dasar naga jelek, kalo berani be one sini ma gue!" keluar sudah bahasa gaulnya, mereka semakin ketar-ketir.
"Ya Dewi tolong selamatkan lah kami!"
"Aku mohon padamu dewa, jaga bebek peliharaan ibuku aku tidak mau terkena marah!"
"Ya Dewi tolong sadarkan nona kami dari pengaruh sihir jahat!"
Mereka semua berdoa kepada dewa-dewi untuk meminta perlindungan, sedangkan Vanessa malah berteriak seperti reog yang lepas kendali.
"Pengecut Lo naga jelek!" dengus Vanessa lalu mengambil parang dan membersihkan akar menjalar yang menutupi saluran irigasi. "Kalian jangan berdiam diri seperti tidak ada kerjaan, bantu aku cepat!" sentak Vanessa.
"Sudah diam lah, cepat bantu aku!" dengus Vanessa.
Mereka tak lupa juga membawa cangkul, Vanessa masa bodoh dengan para warga yang tak mau menerima air dari waduk ini, kolot sekali mati kekeringan mau, padahal waduk besar tinggal di kelola dengan baik apa susahnya, tetapi Vanessa tak mau heran ini zaman kekaisaran bukan modern!
. . .
Para warga desa sempat menolak keras usulan dari sang Duke, tetapi setelah di ancam mereka akhirnya mau menerima air yang akan mengaliri sawah-sawah mereka yang sudah sangat kekeringan.
Para warga desa menepi membiarkan keempat manusia yang berjalan dengan gaya anak Jaksel nya itu. Bagaimana tidak Vanessa membawa cangkul di pundaknya dan ketiga prajurit itu membawa pedang persis seperti anak gang motor yang hendak tawuran.
"Oura ...!" teriak Vanessa ala genjieh' mana ketiga prajurit itu ikut-ikutan lagi.
"Khem! Para warga yang terhormat dan sejahtera, saya di sini hanya mau menjelaskan bahwa air yang akan mengalir di saluran irigasi ini aman untuk di konsumsi!" jelas Vanessa.
"Tapi nona, bagaimana dengan siluman naga pemakan manusia itu? Kami sangat takut nona jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan di desa ini!" panik salah satu warga.
__ADS_1
"Ck, siluman naga itu gak ada! Bahkan aku sudah menantangnya secara langsung untuk mengajaknya be one! Tapi dia gak muncul tuh!" dengus Vanessa.
"Apa itu be one nona? Kenapa kata-kata nona sangat aneh!" delik mereka.
"Be one itu artinya duel satu lawan satu! Begitu, be one itu bahasa inggris, apa kalian tau?" tanya Vanessa.
"Bahasa inggris?"
Bingung mereka saling bisik satu sama lain. "Wah ..., itu bahasa kerajaan barat nona, bahasa itu sangat sulit!" seru seorang gadis.
"Iya kah?" lempeng Vanessa.
"Iya nona."
. . .
Malam harinya mereka berpesta akan keberhasilan mereka karena telah bisa mengatasi kekeringan, bahkan makanan enak dan segala macam sudah di sediakan, Vanessa asik makan karena dia sangat kelaparan.
"Gadisku memang sangat unik!" batin kaisar Zhao Lie menatap penuh bangga pada sang calon kekasih.
Dengan tidak ada rasa bersalahnya Vanessa menginjak kaki sang kaisar lalu tertawa jahat ala-ala penjahat padahal tidak cocok di wajahnya.
"Rasakan kau kaisar cabul!" dengus Vanessa, bahkan sang Duke sudah menahan nafas akan kelakuan putrinya itu, haduh, masalah baru lagi.
"Mau kemana?" tanya kaisar melilit pinggang Vanessa dengan tangan kekarnya.
"Lepas kaisar! Jangan peluk-peluk kamu bau kemenyan!" teriak Vanessa sehingga menarik perhatian para tamu bahkan mereka sudah melongo tak percaya dengan reaksi sang kaisar yang nampak tidak marah atas perlakuan Vanessa yang kurang sopan.
"Aku wangi, hidung kamu saja yang bermasalah!" dengus kaisar semakin memeluk Vanessa erat.
"Huaa .... Selamat tinggal ayah!" teriak Vanessa dengan nada dramatis lalu pingsan, mana lidahnya keluar lagi.
Duke Harlan menutup wajahnya. "Ada apa dengan anakku ya dewa!" pusing sang Duke.
. . .
__ADS_1
Stay Wak Wak Wak gaes 🥳