
Mereka bertiga memasuki goa yang tampak sangat gelap itu, meskipun masih siang hari, semakin dalam mereka masuk semakin mencekam hawa dingin yang mereka rasakan.
Vanessa mengesampingkan ketakutannya, dia tidak mau menjadi lemah di dunia ini, setidaknya ada mana yang harus terhisap ke dalam tubuhnya demi memperlancar kultivasi nya.
Suara raungan begitu menyeramkan menyapa indra pendengaran mereka bertiga. "Putri sebaiknya kita keluar saja, ini sangat berbahaya!? bisik dayang Fuu begitu ketakutan.
"Jika kau takut kenapa ikut masuk? Aku tidak memaksa kalian untuk ikut masuk ke sini! Jika kalian takut pergilah keluar jangan mengganggu rencanaku!" tegas Vanessa tak bisa di ganggu gugat.
Dayang Fuu dan prajurit Jianli begitu terkejut atas perkataan putri mereka ini. "Saya akan tetap menemani anda putri, apapun yang terjadi saya akan selalu setia' kepada putri!" tegas prajurit Jianli mantap, tanpa keraguan.
Tiba-tiba Vanessa mengeluarkan samurainya lalu dengan cepat menusuk monster mengerikan yang merayap di belakang tubuh Jianli. Jianli begitu terkejut atas kesigapan sang putri.
"Hati-hati, sepertinya mereka sudah mulai bergerak!" bisik Vanessa pada anak buahnya.
"Tuan rumah anda harus segera pergi segera dari sini, karena jika batu bening itu di ambil maka goa ini akan runtuh!" beritahu sistem tak lupa alarm berbahaya berbunyi di otak Vanessa sehingga membuatnya pusing.
"Sial!" desis Vanessa saat mendengar perkataan sistem tadi.
Vanessa segera berlari dengan di ikuti oleh kedua dayang dan prajuritnya, Vanessa melihat batu bening yang bersinar di tengah gelapnya goa itu. Vanessa tak ingin gegabah untuk langsung mengambilnya karena tahan yang dia pijak seperti bergerak.
"Lompat!" teriak Vanessa saat tahan itu mulai bergerak menyerang mereka bertiga.
"Naga suci dari gunung Zuyi!" terkejut dayang Fuu saat melihat naga suci itu berdiri dengan mata kirinya yang buta.
"Mundur," titah Vanessa saat melihat naga besar itu, seumur hidupnya baru kali ini dia bisa melihat naga dengan jelas dan nyata.
"Naga suci dari gunung Zuyi dari daerah Utara. Naga suci ini begitu di buru untuk di bunuh, maka dari itu para rakyat bahwa gunung Zuyi hanya bisa mengambil sebelah matanya saja, naga suci ini begitu kuat, anda bisa menjadikannya hewan kontrak tuan rumah!" jelas sistem di tengah ketegangan yang melanda.
"Wahay anak manusia, apa tujuanmu memasuki rumahku?" tanya naga suci dengan suara yang menyeramkan.
Vanessa hanya bisa menelan salivanya kasar. "Saya datang ke sini untuk mengambil batu bening yang berada di belakang mu itu!" jawab Vanessa begitu takut, karena semua monster jelek sudah mengelilinginya, huh jika kabur nampaknya akan sangat sulit.
__ADS_1
Naga suci meneliti tubuh Vanessa dia begitu tidak asing. "Apakah itu kau putri?" batin naga suci merasa tak asing dengan aroma tubuh Vanessa seperti mendiang tuannya dahulu.
Tanpa sadar Vanessa mendapatkan goresan di lengannya lalu darahnya menetes mengenai ekor naga suci sehingga sebuah cahaya putih mengelilingi Vanessa, naga suci seperti merasa sengatan listrik yang mengalir di seluruh saraf tubuhnya.
"Apa yang terjadi sistem, kenapa tubuhku merasa ringan?" batin Vanessa sama seperti naga suci tubuh Vanessa pun merasakan hal yang sama.
"Selamat anda sudah berhasil mengontrak hewan legenda dari gunung Zuyi, misi mengambil batu bening anda juga telah berhasil, selamat tuan rumah menaiki level empat, misteri box akan di kirimkan 30 dari sekarang!"
"Ambillah, mulai sekarang anda adalah tuan saya, meskipun saya tidak mau!" dengus naga suci memberikan Vanessa batu bening.
"Dih, sok iye Lo dragon!" dengus Vanessa tak lagi merasa takut, karena tak mungkin juga si naga suci ini membunuh majikannya sendiri.
Pada akhirnya mereka bertiga selamat. Naga suci ikut keluar dengan tubuh besarnya mengekori Vanessa. Vanessa berpikir sebentar jika dia membawa naga suci ke rumahnya nanti yang ada tetangganya malah takut! Haduh.
"Kamu dragon! Diem dulu di dalam goa, nanti kalo aku sudah mendapatkan rumah yang pas aku akan datang ke sini untuk mengambil mu," tukas Vanessa.
"Tapi kenapa aku tidak boleh ikut?" tanya naga suci dengan mimik wajah sedih.
"Siapa itu you tuan? Saya ini naga suci bukan you!" bantah naga suci menatap Vanessa penuh permusuhan.
"You itu artinya kamu, you now?" tanya Vanessa lagi sehingga membuat naga dan kedua anak buahnya ikut menggeleng.
"You now apa Lagi putri, kata-kata anda begitu sangat memusingkan!" geleng dayang Fuu.
Wajah Vanessa sudah masam tak jelas, sistem malah tertawa paling kencang. "Argh ...! Anjir Lo pada! Ih .... Kesel ******!" teriak Vanessa lalu pergi meninggalkan ketiga mahluk hidup itu.
"Pusing, bahasa putri semakin aneh, kira-kira putri mendapatkan kata-kata itu dari mana ya?" tanya dayang Fuu.
"Entahlah aku pun tak tau!"
. . .
__ADS_1
Vanessa berlari pulang dengan kekuatan jurus badak sakit hati sehingga dia menabrak seseorang begitu kencang, tetapi anehnya hanya tubuhnya saja yang terhempas jatuh.
"Aduh Mak, kena sial Mulu dah dari tadi!" kesal Vanessa hendak menangis pasalnya p*ntatnya begitu sakit cuy, dia takut tulang ekornya patah terus lumpuh! Aaa .... Vanessa gak mau itu terjadi.
Pria tinggi itu hanya menatap Vanessa tanpa mau membantu, tetapi setelah melihat Vanessa menangis dia dengan cepat menggendong Vanessa lalu membawanya entah kemana.
"Aduh sakit!" ringis Vanessa memegangi pinggangnya yang nyeri karena benturan keras di bebatuan kecil tadi saat jatuh.
Entah di bawa kemana Vanessa di baringkan lalu si pria tadi mulai menjulurkan tangannya untuk mengeluarkan kekuatan penyembuhan. Sedangkan Vanessa malah pingsan menahan nyeri di pinggangnya yang sangat sakit, seperti ada yang patah.
Sedangkan di alam bawah sadarnya Vanessa tengah jungkir balik tak jelas di rerumputan. "Hay Vanessa?" sapa seorang dengan senyum lembut di bibir manisnya.
"Siapa?" tanya balik Vanessa melihat sosok lain di depannya.
"Aku Vanessa Queenli, raga yang kamu masuki, lebih tepatnya raga saudara kembar' kamu!" beritahu Queenli.
"Saudara kembar? Helo ..., gue tuh gak punya saudara kembar' asal Lo tau, gue emang punya saudara tapi bukan kembar!" dengus Vanessa menatap sinis Queenli.
"Baiklah, aku mendatangimu hanya ingin memberitahukan sesuatu saja, bahwa malam bulan sabit akan di adakan acara ritual Dewi bulan--"
"Lalu, urusannya denganku apa?" ketus Vanessa memotong ucapan Queenli.
"Ya makanya ucapanku jangan di potong begitu aja kak Vanessa!" kesal gadis cantik itu merenggut kesal. "Di malam bulan sabit, ritual Dewi bulan akan di adakan satu tahun sekali, tetapi ritual kali ini akan sangat berbeda yang di mana salah satu anak bangsawan harus di tumbal kan, mulai dari Duke Harlan yang di mana putri Reddit yang akan menjadi tumbal tetapi sang Duke menolak keras, dan malah di alihkan ke--"
"Ke siapa?" geram Vanessa tak bisa menahan gejolak amarahnya, benar-benar Duke sialan! Dia bahkan rela mengorbankan anak kandungnya demi anak tiri sialan itu! Vanessa benci kelurga seperti ini.
"Kita! Vanessa Queenli!" jawab Queenli menitikkan air matanya. "Aku tidak terima jika diriku harus menjadi tumbal ritual tak jelas itu, Dewi bulan tidak akan suka, karena Dewi bulan tidak pernah meminta tumbal pada umatnya!" tangis Queenli.
Hug
Vanessa menarik tubuh ringkih Queenli yang tengah menangis. "Sudah, berhentilah menangis, kakak akan membalas semua kejahatan si Duke bajingan itu, Duke itu tidak cocok untuk di sebut ayah, karena mulai sekarang aku sudah memutuskan ikatan keluarga pada Duke Harlan!" tegas Vanessa. Vanessa tak habis pikir, kenapa ada seorang ayah yang tega menumbalkan anak kandungnya sendiri demi anak orang lain? Sungguh di mana letak hati nurani seorang ayah itu?
__ADS_1
. . .