
Pintu cafe terbuka dengan lebar, Virly dan pegawai lainnya mengira itu adalah seorang pelanggan, mereka pun mulai melihat kearah pintu lalu dalam waktu hitungan detik wajah ketiganya mulai menegang.
Orang itu melangkah dan terlihat Leo sedang membersihkan lantai "ada apa ini?," tanya seseorang yang baru saja tiba, yang tak lain adalah Axel.
Mata semua orang yang semulanya menatap Leo kini beralih menoleh kearah sumber suara.
Leo yang sedang membersihkan lantai kini buru-buru bangkit dan membungkukkan tubuhnya untuk menghormati Axel, namun Leo tidak berani menjawab pertanyaan Axel karena dirinya sedikit takut Axel akan memecatnya jika Leo berkata jujur.
Bahkan para pengunjung juga ikut serta dengan membuat suasana menjadi hening.
Wajah Axel tampak sangat menyeramkan, ia begitu terkejut melihat adiknya membersihkan lantai dan pegawai yang lain hanya menonton saja.
Awalnya Axel mengernyit binggung karena para pegawai itu tampak tertunduk ketika melihatnya dan dirinya baru menyadari ketika melihat Leo, ternyata hal inilah yang membuat mereka tertunduk.
Axel berbalik dan menatap ketiga pegawainya "apa tidak ada yang ingin menjelaskannya padaku?." tanya Axel dengan tatapan tajam disertai suara dingin.
Ketiga orang itu tampak terdiam, mereka tampak takut untuk mengeluarkan suaranya.
Cafe yang di kelola Axel memiliki empat pegawai, di antara lain adalah Leo, Virly, Gilnan dan Nares.
Leo akan membuat pesanan dan sisanya mengantar ke pelanggan, Virly berada di kasir dan terkadang dirinya akan membantu Leo membuat pesanan. Sisanya sebagai pengantar pesanan ke pelanggan.
Karena Leo diangkat sebagai manager, maka Gilnan lah yang menggantikan pekerjaan Leo, dan Nares tetap akan mengantar pesanan ke pelanggan.
Tapi walau begitu, ketika cafe ramai di kunjungi oleh pelanggan, maka Leo tetap turun tangan untuk membantu mereka mengantar pesanan pelanggan.
__ADS_1
Dan saat ini Axel justru melihat adiknya tengah membersihkan makanan yang berserakan di lantai.
"Aku sebagai pemilik cafe yang baru tidak mengganti pegawai karena aku merasa tidak perlu mengganti pegawai, dan juga aku memperkejakan kalian bukan untuk menonton dan bersantai, dia ini atasan kalian, bukannya alih-alih menghormatinya, tapi kalian justru menyuruhnya membereskan kekacauan ini. Apa kalian menentang keputusanku?," tanya Axel dengan tatapan tajam sambil menunjuk pegawainya lalu tangan itu berpindah menunjuk lantai.
Para pelanggan yang merupakan pelanggan tetap sangat terkejut mendengar perkataan Axel, pasalnya mereka tau bahwa pemilik cafe akan berganti tapi tetap saja mereka tidak menyangka bahwa pemilik cafe sekarang begitu sangat tampan dan berwibawa.
Lalu mereka juga tidak mengetahui bahwa Leo sudah bukan waiters lagi, karena cara berpakaian Leo bukanlah seperti atasan, melainkan seperti waiters lainnya, sehingga membuat para pelanggan berpikir bahwa dia masih lah sebagai waiters.
Virly, Gilnan dan Nares begitu terkejut, mereka tidak menyangka bahwa pemilik cafe sekarang sangatlah tegas.
"Ma-maaf pak, saya tadi tidak sengaja membuat pak Leo jatuh," ucap Nares sambil menunduk dan mengepalkan kedua tangannya yang berada di belakang punggung.
Para pelanggan kini beralih menatap Nares dan mulai membicarakannya.
"Jika dia tidak sengaja menabrak atasannya, lalu kenapa dia tidak berinisiatif membantu?, bukankah tidak layak atasan yang membersihkan lantai?,"
"Aku juga melihatnya, bahkan aku melihat kedua temannya juga hanya menonton saja,"
Nares yang mendengar gunjingan pelanggan mulai menggeretakkan giginya, kali ini ia sangat marah karena para pelanggan justru berbalik menatap kearahnya.
Leo yang memiliki hati yang baik merasa tidak tega melihat Nares di marahi oleh Axel "maaf pak Axel, semua ini adalah kesalahan saya, karena itu saya akan segera membersihkannya sendiri," jawab Leo sambil membungkukkan tubuhnya.
Mendengar perkataan Leo membuat Axel tidak mudah mempercayainya begitu saja, ia pun melihat kearah pegawai lainnya secara menyelidik.
Axel bisa melihat Nares tengah tersenyum melihat Leo mengakui perbuatannya"apa jangan-jangan dia sengaja mempermalukan Leo?, baiklah, aku akan membuatmu membayar semuanya" batin Axel sambil melirik kearah Nares.
__ADS_1
Walau sedang menunduk, Nares diam-diam tersenyum tipis, Axel yang sudah bertahun- tahun berkecimpung di dunia bisnis sangat mengerti arti pergerakan tubuh Nares.
"Tidak Leo!, ingatlah bahwa kamu seorang manager di cafe ini, kamu tidak boleh membantu bawahan mu meski pelanggan cafe ini tengah ramai, karena pekerjaan manager bukan untuk melayani pelanggan, melainkan mengatur bawahan yang suka membuat onar" jelas Axel dengan suara yang lantang sambil melirik kearah Nares.
Kehilangan sedikit pelanggan bukanlah masalah yang besar untuk Axel, ia tidak takut dengan kehilangan pelanggan, baginya untuk menarik pelanggan adalah hal yang sangat mudah.
Sedangkan Nares yang mendengar itu tersentak kaget, ia tidak menyangka di tengah-tengah para pengunjung, Axel justru memperjelas jabatannya dengan jabatan Leo.
Di dalam dunia kerja, Jabatan adalah hal yang mampu membuat hati seseorang berubah, ketika dua orang yang berbeda waktu dalam pekerjaan memasuki tempat yang sama, lalu salah satu dari mereka memiliki waktu singkat justru akan di tunjuk untuk menaiki jabatan, maka yang telah lama bekerja akan merasa iri dan memiliki kebencian yang dalam.
Sama seperti Leo, ia yang bekerja selama 2 tahun kini bisa naik jabatan, tapi Nares, Virly, dan Gilnan yang sudah lebih lama dari Leo, kini masih tetap di jabatan mereka.
Gilnan dan Nares memang sangat tidak menyukai Leo, tapi ketika masih menjadi pegawai mereka tidak pernah mempersulit Leo karena mereka sadar bahwa posisi mereka adalah sama.
Tapi kali ini sungguh berbeda, bagaimana bisa orang yang sudah 4 tahun bekerja kalah dengan orang yang baru 2 tahun, hal itulah yang membuat Nares dan Gilnan semakin tidak menyukai Leo.
Nares menggenggam tangannya dengan sangat kuat, kuku yang di peliharanya bahkan sudah menembus kulit tangannya "maafkan saya pak, saya akan membersihkan kekacauan ini." ucap Nares sambil membungkukkan tubuhnya.
Sedangkan Leo sedikit binggung dengan sikap Axel, pasalnya, Leo telah mencari tau soal jabatannya dan tidak ada satupun perkataan Axel dalam pengertian manager cafe, tapi kenapa Axel mengatakan itu?.
Pertanyaan itu terus berputar di kepala Leo. tapi ia tidak ingin memperkeruh suasana, jadi Leo lebih memilih diam dan menuruti semua perintah Axel.
Axel tersenyum tipis, ia sangat puas melihat penindas adiknya mendapat ganjaran yang setimpal.
"Baiklah, kali ini saya akan memaafkan kalian, segera bersihkan lantai itu ...." perkataan Axel menjeda lalu ia menatap kearah Leo "dan kamu Leo, kembali kedalam ruangan mu." lanjut Axel dengan wajah serius.
__ADS_1
Bersambung ...