
Dari kejauhan, Leo mendapati mahasiswa yang sudah menolongnya sedang berdiri membelakangi pintu ruangan ICU "hei, bagaimana keadaan pak Axel?" tanya Leo dengan nafas tersengal-sengal.
Mahasiswa itu langsung menoleh dan ia sedikit merasa kasihan melihat Leo tengah menghirup udara dengan rakus "kamu duduk lalu bernafas dengan pelan. Aku belum mengetahui kondisi pak Axel," ucap mahasiswa itu.
Mendengar penuturan itu Leo menuruti perkataannya, ia duduk di kursi dan mencoba mengatur nafas.
Tapi, sebelum mendengar kondisi Axel, Leo terlihat sangat gelisah "hei, apa dokter memang belum keluar juga?," tanya Leo sambil menoleh kearah mahasiswa itu
Layner sudah menduga bahwa Leo tidak mengingat namanya, karena sejak tadi Leo terus memanggilnya dengan hei.
"Kamu bisa memanggilku Layner. Dan sejak tadi dokter berada didalam dan belum keluar sama sekali."
"Ah maafkan aku, Layner. Dan terimakasih sudah membantuku." ucap Leo sambil berdiri dan membungkukkan tubuhnya sedikit.
__ADS_1
Layner sedikit terkejut karena Leo yang terkenal dingin kini meminta maaf serta berterimakasih padanya.
Ia mendengar rumor bahwa Leo juga orang yang sombong dan angkuh, walau dalam kelas yang sama namun Leo terlihat sangat jarang berinteraksi dengan orang-orang yang ada di kelasnya, bahkan ketika jam kosong, Leo lebih memilih membaca buku daripada berbicara pada teman yang ada di sampingnya.
"Dia berbeda dari rumor yang beredar itu" batin Layner.
"Tidak perlu seperti itu, pak Axel juga dosenku, sudah kewajiban ku untuk membantunya juga" ucap Layner sambil tersenyum pada Leo.
"Bagaimana sekarang?, apa kak Axel memiliki keluarga?," batin Leo.
Leo orang yang suka menyibukkan diri dengan buku, ia tidak terlalu perduli dengan urusan orang lain, tapi ketika ia memasuki sekolah atau kampus, maka Leo pasti akan mencari tau siapa-siapa saja orang-orang yang berkaitan dengan sekolah atau kampus itu.
Bahkan ia sendiri tidak mengetahui siapa Rain, namun, Leo selalu mendengar nama Rain dimana-mana, bahkan ketika Leo berada di dalam toilet, Leo mendengar bahwa Rain selalu mengganggu anak yang selalu membuat masalah padanya, bahkan ia juga suka menindas orang miskin yang memasuki kampus Standziler.
__ADS_1
Walau kita cuek atau mencoba tidak memperdulikan gosip-gosip itu, tapi jika nama orang yang sama selalu disebut-sebut maka kita juga pasti akan mengenalnya walau kita sendiri tidak mengetahui wajah mereka.
Seperti itulah Leo, ia mengenal Rain hanya dari rumor saja, sedangkan para petinggi kampus memang harus wajib untuk di ketahuinya, namun tidak dengan nama anak-anak mereka, karena menurut Leo, anak mereka semua tidaklah penting untuk diingat.
Tiba-tiba saja dokter keluar dari balik pintu ruangan ICU. Leo dan Layner tersentak kaget dan mereka secara spontan mendekati dokter secara bersamaan.
Dokter yang melihat itupun mengetahui kekhawatiran keduanya "maaf, apa kalian keluarganya?," tanya dokter pada Leo dan Layner.
Keduanya saling bertatap dan tidak menjawab, lalu tanpa pikir panjang Leo langsung memperkenalkan diri "saya adiknya dok, apa ada hal serius dengan kondisi kakak saya?," tanya Leo dengan wajah yang sulit dijelaskan.
Layner yang mengetahui identitas dosennya itu justru terkejut karena Leo memperkenalkan diri sebagai adik Axel.
"Adik?, bukankah pak Axel anak tunggal, lalu sejak kapan Leo menjadi adiknya?," batin Layner sambil mengernyit bingung.
__ADS_1
Bersambung ...