Revenge of The Hidden Heir

Revenge of The Hidden Heir
Sadarnya Leo


__ADS_3

10 menit berlalu ~


Selia yang terus menitikkan air mata tengah merasakan pergerakan dari tangan Leo, ia tersentak kaget dan langsung melepas tangan Leo begitu saja, Selia bahkan dengan cepat menghapus air matanya agar Leo tidak merasa curiga sedikitpun.


Sekarang, mata berwarna biru yang indah itu terbuka secara perlahan, Leo mengerjabkan kedua matanya dan merasa kerongkongannya begitu kering.


Leo pun melirik kekanan, ia mendapati Selia sedang memandanginya "bibi," panggil Leo sambil mencoba bangun.


Namun Selia yang melihat tindakan Leo mencoba menghentikannya "tidak, tidak ... kamu tidak perlu bangun, lebih baik kamu beristirahat dulu." ujar Selia sambil memegang pundak Leo dan mendorong tubuhnya ke belakang secara perlahan.


Leo yang benar-benar merasa haus tidak segan-segan untuk meminta pertolongan dari Selia "Bibi, aku haus," keluh Leo dengan wajah yang sangat pucat.


Selia yang mendengar itu tersentak kaget, ia melihat di sofa tempat Layner duduk tadi terdapat sebuah meja, disana tersedia sebuah teko yang terisi penuh oleh air dan sebuah cangkir yang kosong.


Selia langsung berjalan dan meraih teko itu untuk mengisi cangkir kosong dengan penuh.


Selia pun kembali dengan sebuah cangkir yang terisi penuh di tangannya. "Minumlah," ucap Selia sambil membantu meminumkannya pada Leo.


Leo mengangkat sedikit kepalanya dan meneguk air itu sampai habis, setelah itu Leo kembali membaringkan kepalanya, "Maaf sudah merepotkan bibi," ucap Leo dengan terus mengedipkan matanya.


Selia yang melihat itu langsung menaruh gelas yang ada di tangannya di meja samping tempat tidur Leo "apa kamu merasa sakit lagi?," tanya Selia dengan penuh perhatian.


"Tidak ada bibi," jawab Leo berbohong. Padahal ia merasakan kepalanya begitu berdenyut dan membuat apa yang tengah dilihatnya seperti terus berputar.


Tiba-tiba, pintu kamar itu terbuka dengan lebar, muncul lah sosok Layner yang tengah membawa dua papperbag di tangannya.


Layner melihat Leo sedang menatapnya "Oh, hai ... kamu sudah bangun?, aku membawakan mu makanan dan juga buah-buahan, dan aku juga tidak lupa membelikan mu satu set pakaian" ucap Layner dengan santai.

__ADS_1


Leo yang mendengar itu sedikit terkejut, bagaimana mungkin orang yang baru di kenalnya kini begitu baik dan juga membelikan Leo berbagai makanan dan pakaian. "Maaf sudah merepotkan mu" ujar Leo sedikit tidak enak hati.


"Haha ... sudahlah, lebih baik sekarang kamu makan dulu, karena wajahmu sudah terlihat seperti zombie" ucap Layner yang menaruh dua paperbag di atas sofa.


Selia yang mendengar perkataan itu tertawa kecil, ia bisa mengerti bahwa Leo baru pertama kali mendapatkan seorang teman yang bisa akrab dengannya.


"Apa selama ini kamu tidak mempunyai teman?, sikapmu bahkan terlihat begitu canggung pada Layner, beruntung Layner bisa menanggapinya dengan sebuah candaan sehingga tidak terlihat canggung sama sekali" batin Selia


Layner mengeluarkan berbagai roti dan buah-buahan. setelah itu ia berjalan ke sudut ruangan untuk mengambil dua buah piring, satu sendok garpu, dan sebuah pisau.


Layner pun dengan cepat mengolesi selai di atas roti yang baru saja di belinya, ia melakukan itu sampai 4 kali. Setelah selesai dengan roti, Layner juga memotong buah apel dan menaruh nya di piring terpisah.


Layner bahkan mengukir buah apel itu dengan sangat cantik, sedangkan Selia menatapnya dengan tidak percaya.


Setelah selesai, Layner mendatangi Leo dan memberikan kedua piring itu padanya. "Makanlah, tubuhmu membutuhkan asupan, sekarang ini wajah tampan itu bahkan sudah hilang entah kemana" ucap Layner dengan mengejek Leo.


Leo mengangkat tubuhnya dan di bantu oleh Selia, ia pun menyandarkan tubuhnya dan mulai mengambil dua buah piring itu dari tangan Layner.


Sejak berada di kelas yang sama, baru pertama kali ini Layner melihat Leo tersenyum, walau senyum itu hanya bisa dilihat sekilas, tapi mampu membuat Layner terkejut.


Leo orang yang memiliki sikap dingin, dia tidak pernah sekalipun tersenyum di kelas, dia juga sangat suka menyendiri. Ketika tidak memiliki kelas maka Leo akan berada di perpustakaan.


Layner yang juga tipe penyendiri, juga melakukan hal yang sama, makanya dia sangat mengenal Leo, perbedaannya adalah, Leo yang berasal dari kalangan bawah selalu mendapat gangguan. Sedangkan Layner yang berasal dari kalangan atas sama sekali tidak mendapat gangguan dari teman-temannya.


Bagi Layner, mereka semua orang yang tidak bisa di percaya, ia yang tidak ingin terlibat dengan apapun dan lebih memilih untuk sendirian.


"Ini pertama kalinya aku melihat dia tersenyum, biasanya, setiap kali aku bertemu dengannya, dia tidak pernah memperdulikan yang ada di sekitarnya, jelas-jelas orang yang ada di sekelilingnya saat itu tengah membuat lelucon yang bisa membuat orang sakit perut, tapi dia bahkan tidak terpengaruh dengan mereka." batin Layner.

__ADS_1


Kini Layner tengah memperhatikan Leo yang sedang menyantap roti yang dia buatnya.


Layner mengernyitkan dahinya ketika 4 roti yang di buatnya habis seketika. ini pertama kalinya juga ia melihat Leo makan dengan sangat lahap.


Biasanya, saat di kantin kampus, Layner melihat Leo membeli sebuah roti dan memakannya secara perlahan.


Tapi sekarang?, seperti image itu telah hilang dan di gantikan dengan orang yang seperti sedang kelaparan.


Seketika Layner memiliki sebuah ide yang cemerlang, "Hei anak rakus ... tidak ada yang akan merebut makanan mu, jadi makanlah dengan perlahan." ejek Layner sedikit tersenyum tipis.


"Uhukk Uhukkk"


Seketika Leo terbatuk dan dengan cepat Selia mengambil segelas air dan memberikannya pada Leo.


"Terimakasih bibi." ucap Leo sambil mengelus dadanya.


"Bisakah kamu membiarkan Leo makan dengan tenang?, kenapa kamu harus mengejek seperti itu," ucap Selia dengan menoleh kebelakang dan melototi Layner dengan tajam.


Layner menelan saliva nya, ia terkejut karena Selia tengah menatapnya dengan tajam. Layne bahkan terlihat binggung untuk memberikan Selia penjelasan.


"Ah ... itu bibi, saat di kampus, aku selalu melihat Leo membeli sebuah roti dan dia juga memakannya dengan perlahan, tapi sekarang lihat lah, dia seperti orang yang tidak diberi makan selama satu minggu." ucap Layner sambil menunjuk kearah Leo.


Selia tersentak kaget, ia yang mendengar penjelasan Layner kini merasakan perih di hatinya "Sebuah roti?, kamu hanya makan sebuah roti?," tanya Selia yang kini tengah menoleh kearah Leo.


Leo tidak menyangka bahwa Layner yang baru saja di kenalnya justru mengetahui kebiasaan yang dilakukan oleh Leo saat berada di kampus.


Leo juga melihat kearah Selia, ia bisa melihat bahwa Selia tengah menatapnya dengan tatapan sedih. "Aku hanya mempunyai uang sedikit bibi, jadi aku memakan roti itu secara perlahan agar aku bisa menikmatinya" ucap Leo dengan santai.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2