
Aku sedang ikut sarapan dengan teman seapartemen Nayra, Bradley dan Anna karena lusa aku akan kembali ke Indonesia.
“congrats, for getting back together” kata Bradley menaruh teh dihadapanku, aku tersenyum menerimanya
Ternyata Bradley sedang mencoba peruntungan membuka restaurant, dimana Anna bekerja sebagai chef disana, sementara Nayra membantu dalam hal perencanaan dan pengembangan. Membuatnya jadi lebih masuk akal sekarang, karena dulu Nayra pernah bekerja ditempat yang sama dengan Bradley dan menjadi teman dekat. Hal tersebut yang membuat Bradley tahu bahwa kemampuan dan intuisi bisnisnya sangat bagus. Terbukti dari kecepatan recovery bisnisnya.
Meskipun Nayra membuka bisnisnya di Indonesia namun dengan cepat bisnis itu jadi hits karena Nayra punya perencanaan matang dalam mengelola bisnis ditambah dia pengalaman dia bekerja diluar negeri sehingga Bradley meminta Nayra untuk datang secara khusus untuk membantunya, terbukti dengan kemajuan restaurant yang sangat pesat hingga membuat restaurant tersebut jadi salah satu tempat yang punya daftar tunggu banyak customer dalam waktu hampir setahun.
Anna yang sudah mandi pun duduk menaruh bungkus rokoknya diatas meja membuat Bradley meliriknya tajam karena mereka punya aturan yang dibuat oleh Bradley, yaitu tidak boleh merokok didalam apartemen yang ikut membuatku tekejut saat mendengar Nayra memberitahu peraturan tersebut.
“hmm” aku berusaha membuka percakapan “do you mind if I invite you guys to Indonesia?” tanyaku yang sempat membuat Bradley dan Anna kebingungan namun setelah kujelaskan detailnya mereka malah ingin ikut ambil bagian dalam rencana yang kubuat.
Pintu kamar berderit saat Nayra yang sudah rapi itu tersenyum kepadaku, karena waktu di Melbourne sisa 2 hari lagi, Nayra ingin menemaniku membeli oleh – oleh untuk dibawa pulang.
Kami tiba di Queen Victoria market saat Nayra ingin membeli minuman yang ada disebuah café disana, kami ingin berkeliling mencari souvenir dan mencari beberapa barang yang dititip oleh keluargaku. Aku pamit mencari toilet saat Nayra mengantri untuk membeli minuman. langkahku terhenti saat melihat seorang pria tengah berbicara dengan Nayra yang ekspressi wajahnya nampak sinis sementara pria tersebut terus berbicara seolah memprovokasi membuatku perlahan mendekati mereka namun langkahku menjadi cepat saat tangan pria tersebut terlihat menangkap siku Nayra.
“Nay..!!” kataku saat tiba disamping Nayra yang terlihat lega melihat kedatanganku “can you let go of your hand?” pria tersebut terkejut saat aku menegur kelakuannya, ia kemudian melepaskan tangannya sementara Nayra memundurkan langkahnya hingga ia menjadi sangat dekat denganku.
“who’re you man?” tanya pria tersebut masih belum terima aku menegurnya
“rey.. kita pergi aja dari sini..” ajak Nayra yang berbalik menarik tanganku agar meniggalkan pria yang baru saja mengusiknya, aku mengikuti bujukan Nayra agar kami segera melakukan aktivitas kami.
“hey.. Nayra.. we’re not over yet!!!” pria tersebut menarik kembali menarik tangan Nayra yang seketika membuat emosiku naik, kutarik tangan pria tersebut kemudian kupelintir mengunci kebelakang tubuhnya membuat ia tersentak tak siap menerima seranganku “hey… hey… i.. I just need to talk to her” teriaknya berusaha melepaskan kuncianku.
“kamu masih perlu bicara dengan dia?” aku menoleh melihat Nayra yang juga terkejut dengan apa yang baru saja aku lakukan. “kalau ada masalah yang harus diselesaikan, make it clear” kataku yang membuat Nayra menggeleng
“tidak ada lagi yang perlu kami bicarakan” kata Nayra kepadaku kemudian beralih ke pria yang masih kupelintir tangannya ini.
“Mark, we’re over!!! All of the damage that you’ve done it’s all clear by me.. so please don’t disturb me.. or I call police” kata Nayra yang membuatku segera melepaskan kuncianku dan membawa Nayra menjauh dari pria tersebut. Sial… dia adalah Mark si bule bajingan itu.
***
Karena moodku jadi berantakan setelah tahu lelaki tadi adalah Mark mantan pacar Nayra yang ternyata masih berusaha menemuinya, dan menurutku itu bisa membuat Nayra menjadi dalam bahaya mengingat tindakan yang memperlakukan Nayra dengan kasar tadi. Waktu berbelanja kami menjadi lebih efiesien karena aku diam dan hanya bertanya hal yang penting kepada Nayra yang sepertinya tahu kalau aku marah.
Tak sampai sore hari kami selesai berbelanja, dengan alasan packing aku berniat kembali kehotel saat berpapasan dengan Bradley yang baru saja kembali dari urusannya dan memintaku masuk karena Anna sudah membuatkan kami makanan yang banyak katanya. Karena tak enak, aku pun ikut masuk kedalam apartemen dan masih tidak berbicara dengan Nayra. aku duduk disofa panjang satu – satunya di apartemen ini melihat layar tv yang dinyalakan Bradley saat masuk kedalam. Nayra pamit masuk kekamar untuk mandi katanya.
“are you guys fighting?” tanya Bradley sambil menaruh makanan kedalam microwave. aku menatap Bradley sesaat kemudian menggeleng
“more like upset”
“about what?”
“Mark!” aku terdiam sesaat mengamati ekspressi penasaran Bradley “we’ve met him.. no.. Nayra met him at the market when I was in toilet”
Aku tak menduga Bradley seolah terkejut namun tak mengeluarkan suara ia menutup mulutnya dengan tangan sesaat kemudian menggeleng
“do you know what happened before?” aku mengangguk
“about how he cheated on Nayra and leave her to married someone else?” Bradley mengangguk membenarkan perkataanku
“me and Anna also invested our money on them” kata Bradley pelan membuatku terkejut karena bukan Cuma Nayra, tetapi teman – teman Nayra juga tertipu oleh Mark. “it was when I’m still work and Nayra decide to resign for this chance and we support her, she need a finance manager to help her cause the bussines get big at that time, and some of my friend suggest Mark, he was a honest, smart and sexy at the same time” ah.. aku tak suka dengan kalimat terakhir Bradley tapi harus kuakui ia memang lebih tampan dan sexy dariku
“so.. when Nayra had a broken heart and hard to move on cause a certain someone” alis Bradley terangkat ketika menatapku yang sudah merasa tidak enak karena tahu yang dia maksud adalah aku “off course we don’t mind when Mark try to get close to Nayra, we even suggest Nayra to open her heart to him, what we don’t know that Mark is evil” aku mengebuskan nafasku yang terasa berat ini, mengigat ketika dulu membicarakan hal ini padaku sampai ia menangis.
“Mark is so manipulative, he accused me to hit on him?!” mulutku menganga mendengar perkataan Bradley barusan “me and Nay don’t talk each other for two years, it’s same with Anna” kata – kataku hilang, aku tak bisa berkata apapun “he used Nayra, he even let Nayra pay his rent!? Really… I’m so happy when they ended.. I prefer lose money than lose my friend” aku mengangguk mengerti karena sepertinya Bradley sudah rela kehilangan uang yang diinvestasikannya dulu.
Pintu kamar Nayra berbunyi saat ia keluar dari kamar dan kelihatan segar setelah mandi. Aku menatapnya tajam membuat ia seakan menciut dengan tatapanku. “duduk” kataku mempersilahkannya dengan nada perintah yang seketika diikuti Nayra. dia tahu bahwa aku butuh penjelasan. "Aku butuh penjelasan tentang kejadian tadi, mungkin Bradley juga” Nayra mengangguk mengerti kemudian berusaha mengatur nafasnya
__ADS_1
“I think he kind a shock saw me at the market, so he chased me” aku dan Bradley mengangguk mengerti berarti Nayra belum pernah bertemu dengan Mark kecuali hari ini.
“dia bilang apa?”
“he ask me to erase name Lifetime Moment on Business Entity Registration, so he can used on his name”
“WHATTTT.. what the f*ck.. that bastard!!!” Bradley mengamuk mendengar apa yang Nayra bilang karena Mark tidak terlibat dalam usaha mendirikan perusahaan seperti yang kukira selama ini, dia datang sebagai finance manager disaat perusahaan tersebut sudah berkembang mulai besar ditangan Nayra sendiri.
“and I don’t think, he came here to see me” kata Nayra menatap Bradley “he want to start a business, so he need more money” Bradley menatap Nayra agak ragu, berpikir mana mungkin Mark akan menemuinya. “Brad.. you the only one person that he know can lend much of it”
Bradley terdiam sesaat kemudian tersenyum “I think we can trap him with that”
“what you mean?” dahi Nayra mengerut tidak mengerti dengan maksud Bradley demikian juga aku. Hingga kami dikagetkan dengan bunyi bel dipintu yang tidak mungkin Anna karena ia adalah penghuni apartemen ini. Mark segera berdiri melihat monitor seketika memaki saat mengetahui siapa yang datang
“Hollysh*t.. he already here!!” aku dan Nayra menatapnya bingung “Mark..” kami berdua menganga. Bradely segera mengambil handphonenya menghubungi seseorang yang ia kenal agar segera kesini, seorang bernama Jared. Kemudian Bradley menyuruh kami untuk diam
“who’s there?” kata Brad dengan nadanya yang biasa
“it’s me Mark.. Brad we need to talk”
“Mark.. Mark who?”
“Mark Wilson.. please there something important I need to talk to” Brad menyuruh kami bersembunyi dikamar agar bisa menguping pembicaraan mereka, Brad menyalakan perekam pada handphone Nayra kemudian menaruhnya dibalik sofa
“well come in” kata Brad mempersilahkan Mark masuk ke gedung apartement
***
“dari mana kamu tahu Mark akan mendatangi Bradley?” tanyaku saat aku sedang sembunyi dari balik pintu kamar Nayra
“seperti yang aku bilang, dia butuh modal cepat dan banyak, Brad satu – satunya kenalan yang bisa memberikan itu padanya"
“Rey.. “ Nayra menyelaku sambil tersenyum “Brad is a Winston” aku masih tidak mengerti dengan perkataan Nayra sampai ia mengoogle nama Winston menggunakan handphoneku, membawa pada hasil yang cukup mengejutkanku, Bradley ternyata anggota keluarga konglomerat paling kaya seAustralia itu. membuatku terkejut dan akhirnya tahu kenapa Bradley orang yang baru dibidang kuliner itu berani membuka restaurant mewah, kelas atas ternyata ini salah satu alasannya, dia memiliki modal yang banyak.
Aku baru akan mengatakan sesuatu ketika terdengar derit kursi yang ditarik, kami bergeser kesudut ruangan yang lebih dekat dengan sofa yang tadi kamu duduki.
“so…” suara Bradley terdengar cukup jelas dari sini
“do you have contact with Nayra?”
“you knew, we don’t talk anymore” kata Bradley memperjelas mengapa ia menyuruhku dan Nayra sembunyi
“i.. need you help.. I want to start again..”
Bradley terdengar tertawa dengan sinis “did you forget? You ran away with the money”
“yes.. I admit it.. but it’s mine also, I have rights”
“since when?! The company not registered in you’re name, the founder is Nayra, and I’m the co.founder”
“but.. my salary not enough, and Nayra so stingy” wajah Nayra yang mendegarnya seketika kesal whattt!!! Nayra sangat marah sekarang
“it’s not enough when you cheated on her, and Nayra not stingy but she out off money cause you damn sport car!?”
Aku menatap Nayra dengan mata terkejut, Nayra membayarkan cicilan sport car atau membelikannya? Aku menatap Nayra berusaha meminta jawaban, yang hanya ia jawab dengan gelengan kepala
“anyway… Nayra it’s not matter anymore, I need you.. Brad”
__ADS_1
“what… after what you’ve done? Noer..”
“Brad.. you know, I’ve been like you for long time”
“everyone loves me”
“no…no.. in romantic way” aku dan nayra seketika menggeleng tak percaya Mark akan memakai trick murahan itu untuk membujuk Bradley, bahkan mereka berdua nampak diam sesaat namun terdengar bunyi gesekan – gesekan disofa yang sepertinya mereka sedang melakukan sesuatu yang berusaha kami tebak namun segera terjawab saat suara Bradley mendesah dan mengerang. Sial… apa mereka sedang bermesraan? Mudah – mudahan Bradley tidak termakan bualan Mark.
“okay.. I will consider you’re wish, in a condition” Mark terdengar menyetujui syarat yang diajukan oleh Bradley, syarat simple yaitu bermain jawab cepat.
“ why did you take the money away?”
“cause I need it”
“for what?”
“I need a luxurios life, so I spend it few, more and become much cause it so tempting”
“how much you took from Company?”
“errrr…about one hundred and fifty dollars” aku menatap Nayra tak percaya mengapa ia rela uang sebesar itu di bawa kabur lelaki bejat sialan ini dan tak melaporkannya kepada polisi.
“is there any left? It’s not a small amount of money”
“yes.. I kept it, for open my new bussines”
“how about Claudia?”
“we’re not together anymore”
“one word for Nayra?”
“you deserved it b*tch” aku menarik Nayra kedalam pelukanku berusaha menenangkannya yang sedikit terkejut itu.
“you still want to goin?” Bradley sedang flirt dengan Mark, tak lama terdengar suara – suara ciuman kemudian ******* suara Mark yang sepertinya sudah dikalahkan nafsunya.
Ketukan pada pintu depan membuat mereka terhenti, Bradley pamit membuka pintu.
“Mark Wilson?” terdengar suara pria bersuara berat dan beberapa langkah kaki memasuki apartement, membuat Mark yang sadar sedang dijebak oleh Bradley itu melompat dari sofa berusaha lari dari kepungan polisi dengan mengambil pisau yang ada dimeja makan mengancam akan menusuk mereka
“don’t come any closer!!” teriak Mark yang nampak sudah terpojok itu, aku berusaha mengintip dari balik pintu dan ternyata posisi Mark sedang membelakangiku, aku sedang berusaha mencari cara untuk melumpuhkannya ketika mataku tertuju pada pemukul baseball, dengan berjalan perlahan, aku membuka pintu kamar dan memukul betisnya hingga ia terjatuh karena hilang keseimbangan membuat polisi bergegas meringkusnya. Aku membuka pintu dan memperbolehkan Nayra untuk keluar.
“you’ve been aressted on suspicion of embezzlement, fraud and money laundry” kata detective tersebut sambil menunjukkan surat penangkapan.
“what.. wait” tanpa banyak kata lagi para detective tersebut sudah memborgol Mark dan menggiringnya keluar, Bradley menyerahkan bukti – bukti yang mendukung kepada Jared yang dihubunginya tadi, ternyata seorang detective. Sebelumnya Jared mengungkapkan akan sulit menangkap Bradley karena dia tidak mengakui dan bukti kurang kuat, kini Bradley sudah memberikan bukti tambahan yang memberatkan Mark.
Dan salah satu alasan Nayra tinggal hampir setahun di Melbourne adalah sekalian mengumpulkan bukti – bukti kejahatan yang bisa menyeret mark, termasuk pengakuan tadi. Setelah selesai, Jared yang ternyata pacar Bradley itu segera pamit, Brad berniat menciumnya namun ditolak Jared dengan alasan ia baru saja mencium Mark membuat Bradley seketika merengek dan menyusul Jared keluar.
Aku memeluk Nayra dari belakang
“aku minta maaf karena sudah marah sama kamu tadi” Nayra berbalik menyambut pelukanku
“it’s okay.. aku senang kamu bisa ada disini mengetahui segalanya, sekarang terasa lebih ringan setelah Mark
tertangkap” kucium keningnya agak lama
“I love you.. Giana Nayra Sudirman”
__ADS_1
###