
merasa begitu gugup saat jam menunjuk pukul 8.45, aku mulai mondar – mandir di basement menunggu kedatangan Nayra, dimana sudah banyak tamu yang hadir. Ah.. semoga semuanya berjalan lancar.
Nayra yang ternyata menyetir sendiri itu masuk kepelataran parkir, aku seharusnya menyuruh supir hotel menjemputnya jadi kelupaan karena terlalu sibuk tadi. Nayra yang mengenakan gaun berwarna lavender membuatku terpana tak sanggup mengalihkan perhatianku pada yang lain, wajah cantiknya dihiasi make up tipis, rambutnya dibiarkan tergerai dengan indah, terlihat seperti seorang dewi malam ini membuatku tak ingin memperlihatkannya kepada yang lain. Ingin aku menguncinya agar menjadi milikku sendiri. Ah.. sepertinya aku akan segera menjadi psikopat setelah malam ini.
“bisa tidak sih?” kataku menyambut tangan Nayra yang ia ulurkan padaku, ia memandangiku dengan heran tak mengerti dengan perkataanku
“bisa tidak sih, kamu jangan terlalu cantik? Aku jadi tidak ingin siapa pun melihat kamu, aku takut mereka jadi naksir sama kamu” Nayra jadi malu mendengar perkataan barusan, wajahnya yang kini memerah itu terlihat menggemaskan.
“are you ready?” tanyaku yang dijawab oleh anggukan Nayra. kami berdua bergandengan tangan menuju kelantai 4 dimana café yang bernama hideout itu berada.
“dimana cafenya?” tanya Nayra celingak celinguk mencari letak café disetiap hallway yang kami lewati. Aku tetap berjalan tanpa menjawabnya hingga kami tiba disebuah pintu yang terlihat tidak asing bagi kami berdua. “Ray.. ini kan?!” aku mengangguk mengiyakan Nayra yang masih nampak terkejut. Kami menyusuri tangga kecil menuju rooftop dengan pencahayaan yang sengaja aku matikan.
“why it’s so dark? Tamunya belum ada?” tanya Nayra yang tiba – tiba dikejutkan dengan cahaya lampu diikuti teriakan SURPRISE dari tamu yang ada. Nayra yang masih terkejut dengan tamu itu menerima bunga yang diberikan Alena yang membawanya pada tamu yang sedang berdiri menyambutnya, Nayra menatapku seolah tak percaya dengan para tamu yang datang seperti kedua orang tuanya, orang tuaku, kakaknya bahkan Bradley dan Anna yang seharusnya berada di Australia pun ikut hadir disini
“rey.. how..?!” tanya Nayra yang masih speechless dengan para tamu undangan yang hadir malam ini. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman seolah masih ada hal misterius lain yang aku sembunyikan.
Aku membawa Nayra menyapa para tamu undangan yang sudah hadir malam ini termasuk Bradley dan Anna yang segera memeluknya tak sabar karena sudah beberapa hari berada dikota ini namun belum bisa bertemu. Aku membawa gelas berisi champagne kepada Bradley dan Anna yang sedang berbicang dengan Nayra, memberikan kode kepada Bradley agar mengalihkan perhatian Nayra dariku. Alena yang menyadari kodeku pun segera bergerak mendekati mereka bertiga bersiap memulai pembicaraan yang seru. Sementara aku sedang berbicara dengan beberapa tamu yang lain agar tak terlihat mencurigakan.
Disaat Nayra sedang sibuk berbincang dengan sahabatnya aku memberikan isyarat kepada Diana agar menyruh MC untuk memulai acara pembukaan. Setelah melaui beberapa prosesi, MC pria tersebut memintaku naik kepanggung untuk memberi kata sambutan juga sedikit tanya jawab dengannya terkait café ini beberapa sambutan kepada para tamu.
“selamat malam semuanya... “salamku mengalihkan perhatian para tamu yang hadir demikian pun Nayra. “terima kasih sudah datang di acara grand opening café yang saya beri nama hideout ini…”aku mulai merasa gugup karena tak biasa berbicara didepan tamu sebanyak ini “saya harap kalian menyukai tempat dan juga menu yang kami sajikan” peryataanku disambut tepuk tangan dari para tamu yang hadir
“bisakah saya mengajukkan pertanyaan untuk pak Rayhan?” kata MC tersebut meminta izin yang kujawab dengan Ya “dari mana ide membuat café di tempat ini? maksud saya rooftop ini cukup tersembunyi yah seperti namanya” terdengar beberapa tamu tertawa tak menyangka dengan perkataan MC barusan
“untuk ide, sebenarnya bukan saya yang pertama kali menemukannya. Tapi setelah saya pikir – pikir lagi ide tersebut bagus karena tempat ini berada di rooftop hotel yang berarti yang bisa mengaksesnya hanya yang menginap disini, maka dari itu dengan adanya café ini, saya membuka akses kepada siapa saja meskipun tidak menginap di hotel ini. Namun, tetap ada keuntungan bagi mereka yang menginap disini seperti potongan harga, atau free drinks” jelasku membuat para tamu sekali lagi bertepuk tangan
__ADS_1
“untuk nama hideout sendiri, pak? Itu inspirasi dari mana?” aku sesaat tersenyum tak dapat menahan malu karena orang yang menginspirasi nama tersebut juga ikut hadir disini.
“hideout dalam bahasa Indonesia berarti sembunyi, sebenarnya ini dulu tempat sembunyi saya kalau lagi stress atau ingin menyendiri tanpa seorang yang pun yang tahu. Tapi suatu hari saya mengajak seseorang kesini yang akhirnya membuat saya takut kesini lagi” kataku menggelak tawa para tamu serta membuat mereka makin penasaran dengan ceritaku
“lalu, bagaimana bapak bisa berani lagi kesini? Aduh.. maaf nih jadi penasaran” kata MC tersebut yang kubalas dengan it’s okay
“jadi, ada seorang perempuan yang sangat ingin saya lupakan karena saya terlalu cinta sama dia” Nayra terlihat mematung mendengar penyataanku “waktu itu saya meminta dia untuk jadi kekasih saya tapi ditolak, karena patah hati saya takut ketempat – tempat yang buat saya jadi mengingat dia termasuk tempat ini bahkan rumah saya sendiri” Nayra nampak tertawa bersama dengan tamu lainnya “sadar bahwa saya tidak bisa terus – terusan lari lagi, akhirnya saya berusaha menyibukkan diri membangun café ini sebagai tempat terakhir saya akan mencurahkan semua perasaan yang saya punya hingga nantinya dia menghilang” sebagian tamu mulai terharu mendengar kisahku termasuk MC yang tak menyangka aku seromantis ini “tapi… perasaan itu tidak hilang juga”
Hadirin yang ada kembali tertawa “dia hanya bersembunyi disini” aku menunjuk dadaku sambil melangkah menuruni tangga panggung kecil itu menuju kearah Nayra yang begitu terlihat cantik malam ini “di setiap detak jantung yang selalu berdegup kencang ketika melihat dia, didalam lubuk hati yang selalu sakit ketika melihat dia, di setiap hembusan nafas yang selalu tak menentu melihat dia. Perempuan yang pertama kali memberikan ide tentang café ini” aku mengambil tangan Nayra membawa kebibirku mengecupnya lembut “perempuan yang pertama kali membuat saya jatuh cinta, perempuan yang pertama kali membuat saya patah hati, perempuan yang pertama
kali memperjuangkan saya dengan cintanya, dan sebaliknya perempuan pertama yang membuat saya berjuang meraih apa yang saya impikan, terima kasih. Sedari awal, saya ingin memiliki kamu” kataku kemudian berlutut sambil merogoh saku celanaku.
Mengeluarkan kotak kecil berisi cincin dihadapan Nayra dan para hadirin yang kini akan menjadi saksi “Giana Nayra Sudirman, will you marry me?” Nayra yang terkejut menutup mulutnya seolah tak percaya dengan apa yang kukatakan barusan. Aku masih berlutut menatapnya penuh harap.
“i will” jawab Nayra yang seketika membanjiriku dengan perasaan lega dan bahagia disaat bersamaan. Aku kembali berdiri memasangkan cincin tersebut dijari manisnya kemudian memeluk Nayra seerat yang aku bisa.
Bunyi alarm di handponeku membuatku teringat bahwa masih ada acara selanjutnya, aku meraih tangan Nayra dan
mengajak para tamu untuk keluar di area outdoor café. Nayra yang masih kebingungan seketika terkejut tatkala suara boom disertai ledakan kembang api memecah ditengah gelap malam membuat semua yang ada terkesima sesaat kemudian mulai mengabadikan momen tersebut dengan handphone masing – masing.
“rey.. it’s so beautifull” kata Nayra yang masih menggengam tanganku.
Aku mengangguk pertanda setuju “but it’s nothing compare to you” bisikku membuat tawa kecilnya ikut pecah diredam suara kembang api. Aku memeluknya dari belakang samba berbisik I love you.
Ah.. aku ingin menikmati momen ini lebih lama lagi, dengan Nayra yang berada dipelukanku melenyapkan semua risau yang datang saat tak bersamanya, menghapus rindu yang menumpuk karena cukup lama berpisah.
__ADS_1
Aku tahu ini bukan akhir dari segalanya, akan ada banyak cobaan yang akan terus menerpa kami, tapi aku merasa lebih siap menerimanya sekarang karena aku memiliki Nayra disisiku mencintaiku dengan apa adanya diriku, menerima kekurangan serta kelebihanku. Demikianpun aku, yang berjanji dalam hatiku akan terus mencintainya karena aku tahu perasaan yang aku punya untuknya adalah perasaan yang tak mudah dihapuskan sebab perasaan ini akan selalu kembali tak peduli seberapa kuat aku coba melepaskannya, tak peduli sekeras aku memaksanya. Ini adalah perasaan nyata yang tak pernah berubah sejak pertama kali aku menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya
_end_
Epilog
“tunggu.. bagaimana Bradley dan Anna bisa berada disini?” pertanyaan Nayra segera meluncur dipagi saat kami sarapan bersama dihotel bersama dengan sahabat – sahabatnya. Aku mengangkat bahuku berpura – pura tak tahu dengan pertanyaannya.
“rey..” mataku berhadapan dengan wajahnya yang mulai kesal
“aku mengundang mereka waktu kamu mandi, sebelum kita pergi ke market”
“what.. tapi itu kan sudah lama”
Aku mengangguk membenarkan perkataan Nayra “aku sudah bersencana untuk melamar kamu saat kita balikan di Melbourne. Jadi aku sudah meminta mereka datang tanpa kamu ketahui, surprise”
“ah.. kamu Cuma beruntung karena Nena memintaku untuk menemaninya selama di Jakarta beberapa hari” perkataan Nayra membuat Alena yang ada disana ikut tertawa demikian pun denganku membuat Nayra semakin keherananan
“Nay.. tanggal kepulangan kamu, jam penerbangan kamu, Bradley dan Anna yang berangkat kesini setelah kamu take off, Alena yang minta kamu menemaninya, ayah kamu yang datang menjemput. Semuanya itu adalah bagian dari skenarioku” perkataanku membuat Nayra terceerngang tak sadar bahwa selama ini aku sudah mengatur semuanya sedetail mungkin
“apa?! Jadi.. sebenarnya kamu sudah tahu kapan aku akan pulang?”
“yup.. kamu tidak berpikir bagaimana kepulangan kamu bisa bersamaan dengan grand opening café?!”
“ah… I hate you” Nayra berdiri memukulku dengan pelan karena gemas itu kutarik duduk diatas pangkuanku dan memeluknya dengan erat membuat mereka yang sedang sarapan bersama kami hanya bisa tertawa menyaksikannya.
__ADS_1
“I just want make this moment special, cause you are very special to me”
_